Krisis Ekonomi Global 2008: Penyebab Terjadinya dan Upaya Pencegahan di Masa Depan

By :Nadia Amelia Vega – 2602291525 (Mahasiswa BiOn Manajemen)

Krisis ekonomi merupakan suatu kondisi ekonomi yang menurun, terjadi akibat harga produk yang tinggi dari sebelumnya serta menurunnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah terkait permasalahan keuangan, yang menyebabkan masyarakat tidak mau menyimpan uangnya di bank (Herawati & Gustan, 2020). Krisis ekonomi mencerminkan kondisi perekonomian suatu negara sedang memburuk. Krisis ekonomi global tahun 2008 terjadi karena beberapa faktor. Salah satu penyebab terjadinya krisis ekonomi global tahun 2008 yaitu naiknya harga minyak dunia sehingga berdampak pada meningkatnya harga bahan pangan. Penyebab lain terjadinya krisis ekonomi yaitu adanya kerugian di pasar keuangan, hilangnya setengah kekayaan lembaga moneter, perbankan yang mengkhawatirkan kegagalan untuk membayar kembali utang kredit, serta nilai mata uang dan bursa saham yang menurun (Ratna et al., 2023). Nilai mata uang yang menurun merupakan salah satu penyebab terjadinya krisis ekonomi.

Penyebab lain terjadinya krisis ekonomi global yaitu kondisi ekonomi di Amerika yang menurun. Amerika yang mengalami krisis ekonomi menyebabkan perekonomian dunia ikut melemah. Krisis ekonomi Amerika menjadi masalah serius karena memengaruhi sektor keuangan serta perekonomian secara global. Amerika mengekspor surat-surat berharga yang didasarkan pada hutang nasabah dan mortgage (pinjaman hipotek) dari aset yang dianggap terlalu tinggi (Ratna et al., 2023). Amerika memperdagangkan surat-surat berharga kepada negara lain sehingga mempengaruhi sistem keuangan global. Mortgage merupakan jenis pinjaman hipotek yang diberikan kepada peminjam dengan kredit kurang baik. Peminjam yang memiliki resiko kredit tinggi diberikan pinjaman dengan suku bunga yang lebih tinggi. Peminjam tidak hanya bertanggung jawab untuk membayar utang pokok tetapi juga berkewajiban membayar bunga yang tinggi tersebut. Krisis ekonomi 2008 bermula dari penggunaan kredit untuk perumahan yang berdampak pada tidakmampunya lembaga keuangan pemberi kredit untuk membayar, karena piutang perusahaan kepada kreditur perumahan digadaikan kepada lembaga pemberi pinjaman sehingga mengakibatkan bursa saham dan perusahaan tidak mampu membayar hutang yang jatuh tempo secara bersamaan. Dari krisis tersebut, daya beli masyarakat menurun sehingga memengaruhi volume impor dan ekspor produk dari negara pemasok yang dibutuhkan industri Amerika.

Krisis ekonomi yang dialami oleh Amerika juga berdampak kepada negara Indonesia. Dampak yang dialami oleh Indonesia yaitu menurunnya harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS, kesulitan perbankan dalam memperoleh likuiditas, serta kesulitan pemerintah dalam mencari pinjaman di pasar keuangan (Herawati & Gustan, 2020). Masyarakat Indonesia juga merasakan dampak krisis ekonomi, yaitu meningkatnya pemutusan hubungan kerja, kenaikan harga minyak dunia yang menghabiskan seperempat anggaran APBN, serta meningkatnya harga komoditas dunia yang berdampak pada harga komoditas domestik dan menyebabkan krisis pangan. Hal tersebut menyebabkan peningkatan angka pengangguran dan kemiskinan di masyarakat, serta meningkatkan inflasi bagi pemerintah. Salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam menghadi krisi ekonomi global tahun 2008 yaitu mengubah besaran subsidi BBM, listrik, dan kebutuhan pokok dengan merealokasi anggaran APBN. Hal tersebut dilakukan oleh pemerintah dengan tujuan untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok. Selain itu, Bank Indonesia juga menurunkan suku bunga sebagai bentuk dorongan bagi pertumbuhan investasi dan kredit agar ekonomi dapat pulih (Herawati & Gustan, 2020).

Cara atau upaya yang dapat dilakukan agar krisis ekonomi global yang terjadi pada tahun 2008 tidak terjadi kembali yaitu dengan memperhatikan stabilitas keuangan agar dapat memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pemerintah serta lembaga keuangan dapat memprioritaskan pengawasan dan pengendalian risiko keuangan untuk menjaga stabilitas keuangan. Selain itu, cara yang dapat dilakukan agar krisis ekonomi global tidak terjadi lagi yaitu dengan mempererat kerjasama internasional yang mampu menganani krisis ekonomi melalui kesepakatan kebijakan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi global (Satrya, 2023).

Referensi

Herawati, H., & Gustan, M. (2020). Penyebab dan Upaya yang Dilakukan Para Pemerintah Dunia Saat Krisis Global 2008. AL MA’ARIEF: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Budaya, 2(1), 22–29.

https://doi.org/10.35905/almaarief.v2i1.1442

Ratna, Raserta, Melandia, Adelia, Ella, & Arjuna. (2023). Analisis Penyebab dan Upaya Krisis Moneter yang Dilakukan Para Pemerintah Saat Krisis Global Tahun 2008. Journal of Economic Education, 2(1), 38–46.

Satrya, A. M. (2023). Krisis Keuangan 2008: Revolusi dalam Pemikiran Ekonomi atau Hanya Penyesuaian Sementara? Kompasiana.

https://www.kompasiana.com/anselmusmars5416/652fe2d6edff765a9b25bb32/krisis-keuangan-2008-revolusi-dalam-pemikiran-ekonomi-atau-hanya-penyesuaian-sementara

... ... ...