Wisudawan 67 - Kevin Budi
Sebagai upaya Binus untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat luas, Binus mengatur beberapa program beasiswa yang bertujuan membantu mahasiswa
yang kurang mampu secara finansial. Beberapa program ini mencakup antara lain; pemberian beasiswa secara internasional untuk negara-negara berkembang dan low-income bagi mahasiswa berprestasi (Binus World Class Scholarship), Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) yang memberikan beasiswa bagi mahasiswa di wilayah Papua dan daerah 3T, dan Beasiswa Wibowo yang memberikan bantuan bagi mahasiswa atau calon mahasiswa yang datang dari keluarga kurang mampu atau mengalami kendala keuangan sebelum atau selama menjalani perkuliahan. 

Pada acara kelulusan Binus yang terkini, Wisudawan 67 BINUS UNIVERSITY, Kevin Budi, salah satu penerima beasiswa Wibowo, menyampaikan perjalanannya sebagai seorang mahasiswa yang mendalami ilmu Creativepreneurship di Bina Nusantara. Kevin memulai kisahnya dengan menceritakan saat ia pertama kali mengetahui Universitas Binus, pengalaman baiknya saat belajar tentang ilmu perekonomian, dan kesan dari para pengajar dan teman-teman yang ia jumpai selama masa kuliahnya. Kevin kemudian menceritakan bagaimana pertama kali ia mengetahui akan adanya program beasiswa Wibowo sambil menjelaskan kebutuhan finansial yang ia alami di saat itu. Setelah berkonsultasi dengan tim SADC (Student Advisory Development Center) dan memenuhi seluruh kriteria  yang diminta universitas untuk layak menerima bantuan, Kevin terseleksi sebagai mahasiswa penerima Beasiswa Wibowo. Pernyataan ini ia sampaikan dengan ucapan positif. Kelulusannya dan posisi pekerjaan yang ia duduki di salah satu perusahaan di Indonesia kini merupakan hasil nyata kerja keras dan dukungan beasiswa Wibowo. Kevin menutup dengan apresiasi dia terhadap kontribusi dan kepedulian Binus untuk para mahasiswanya dan mendorong Binusian lainnya yang memiliki kendala yang sama untuk tetap semangat karena program Beasiswa Wibowo dapat memberikan solusi bagi mahasiswa yang kurang mampu secara finansial.