Membangun keharmonisan ruang: Balance, Proportion, Contrast, Repetition dan Unity
Oleh: Brainnisa Ramadhani Nur Nisrina
Desain interior bukan sekadar menata perabot atau memilih warna cat dinding, melainkan sebuah seni yang menggabungkan estetika, kenyamanan, dan fungsi. Dalam menciptakan ruang yang indah sekaligus fungsional, terdapat sejumlah prinsip desain yang menjadi fondasi utama. Prinsip-prinsip ini membantu desainer menghasilkan ruang yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga nyaman bagi penggunanya. Lima prinsip penting yang sering digunakan dalam dunia interior adalah balance (keseimbangan), proportion (proporsi), contrast (kontras), repetition (pengulangan), dan unity (kesatuan).
Balance (Keseimbangan)
Keseimbangan dalam desain interior mengacu pada distribusi visual elemen-elemen di dalam ruang agar tercipta kesan stabil dan tidak berat sebelah. Keseimbangan dapat diwujudkan melalui tiga cara, yaitu simetris, asimetris, dan radial. Pada keseimbangan simetris, penataan elemen dilakukan dengan cara mencerminkan sisi kiri dan kanan, misalnya penempatan sofa utama di tengah dengan dua kursi identik di kedua sisinya. Keseimbangan asimetris justru memberikan dinamika visual, seperti memasangkan rak buku besar di satu sisi dengan lukisan berukuran besar di sisi lain. Sementara itu, keseimbangan radial menitikberatkan pada titik pusat, contohnya meja bundar yang dikelilingi kursi di ruang makan.
Proportion (Proporsi)
Proporsi adalah hubungan ukuran antar elemen di dalam ruang. Prinsip ini berperan penting untuk menjaga agar ruang terasa nyaman sekaligus proporsional dengan skala tubuh manusia. Misalnya, penggunaan meja makan besar di ruang sempit akan membuat ruangan terasa sesak dan tidak nyaman. Sebaliknya, sofa dengan ukuran yang sesuai dengan coffee table dan karpet akan menciptakan keselarasan visual yang enak dipandang. Proporsi yang baik juga sering kali mengikuti konsep golden ratio, yang sejak zaman klasik dikenal mampu menghasilkan komposisi harmonis.
Gambar 1. Penerapan prinsip desain balance dan proportion pada hunian interior. (Sumber: Pinterest, 2025)
Contrast (Kontras)
Prinsip kontras digunakan untuk menekankan perbedaan dan menciptakan titik fokus dalam ruangan. Kontras dapat dibangun melalui warna, bentuk, tekstur, maupun pencahayaan. Sebagai contoh, dinding putih dengan sofa hitam menciptakan kontras warna yang kuat. Begitu pula perpaduan tekstur batu alam yang kasar dengan permukaan kaca yang halus akan menghadirkan daya tarik tersendiri. Tanpa adanya kontras, sebuah ruang berisiko tampak monoton dan kehilangan karakter.
Repetition (Pengulangan)
Pengulangan dalam desain interior menciptakan ritme visual yang membuat ruang terasa lebih terstruktur. Prinsip ini diwujudkan melalui pengulangan pola, warna, bentuk, atau material. Misalnya, motif geometris yang muncul pada karpet, bantal sofa, dan wallpaper akan memberikan kesan konsisten sekaligus memperkuat identitas ruang. Repetition tidak hanya memperindah, tetapi juga membantu pengguna ruang merasa lebih familiar dan nyaman.
Unity (Kesatuan)
Unity atau kesatuan merupakan prinsip yang mengikat semua elemen desain agar tercipta harmoni. Ruang yang memiliki kesatuan akan terasa menyatu, tidak terpecah-pecah, dan menimbulkan kenyamanan visual. Kesatuan bisa dibentuk melalui pemilihan palet warna yang konsisten, penggunaan material yang selaras, atau gaya desain yang terjaga dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Contohnya, penerapan warna netral dengan aksen kayu yang konsisten pada ruang tamu hingga ruang makan akan memberikan kesan menyatu dan menyenangkan.

Gambar 1. Penerapan prinsip desain contrast, repetition, dan unity pada desain interior. (Sumber: Pinterest, 2025)
Kelima prinsip ini—balance, proportion, contrast, repetition, dan unity—bukanlah aturan kaku, melainkan pedoman yang membantu desainer dalam menciptakan ruang yang estetis sekaligus fungsional. Dengan pemahaman dan penerapan yang tepat, desain interior tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga mampu meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup penggunanya. Inilah mengapa mempelajari prinsip desain menjadi langkah awal yang penting bagi mahasiswa desain interior maupun siapa saja yang tertarik menata ruang dengan lebih bermakna.
Sumber referensi:
The 7 Principles of Interior Design — ABI Interiors UK. Retrieved from https://www.abiinteriors.co.uk/the-7-principles-of-interior-design/?utm_source=chatgpt.com. Diakses pada tanggal 22 September 2025.
How I Use the Elements of Design to Create Beautiful Custom Interiors. Retrieved from https://www.tamifaulknerdesign.com/blog/how/i/use/the/elements/of/design/to/create/beautiful/custom/interiors?utm_source=chatgpt.com. Diakses pada tanggal 22 September 2025.
Comments :