Bayangkan sebuah café direnovasi setelah lima tahun. Furniture, flooring, wall panel, ceiling, dan berbagai elemen interior dibongkar. Pertanyaannya: apakah semuanya harus menjadi limbah? 

Pertanyaan tersebut menjadi salah satu dasar dari circular design. Ellen MacArthur Foundation menjelaskan circular economy melalui prinsip menghilangkan waste dan pollution, menjaga produk serta material tetap beredar pada nilai tertingginya, dan meregenerasi alam (Ellen MacArthur Foundation, 2025). 

Dalam interior design, prinsip ini dapat diterapkan melalui reuse, repair, refurbishment, modular design, dan disassembly. Misalnya, furniture menggunakan mechanical joint sehingga komponennya dapat dilepas. Ketika interior direnovasi, furniture tersebut tidak harus langsung dibuang. 

Material selection juga perlu mempertimbangkan keamanan, durability, kemungkinan repair dan maintenance, kemudahan pemisahan, serta bagaimana nilai material dapat dipulihkan setelah masa penggunaannya berakhir (Ellen MacArthur Foundation, 2016). 

Insight untuk mahasiswa 

Saat memilih material dan membuat furniture, gunakan pertanyaan sederhana: Durable? Disassemblable? Reusable? Repairable? Recyclable? Jika mulai terbiasa dengan pertanyaan tersebut, mahasiswa akan melihat material bukan hanya sebagai finishing, tetapi sebagai bagian dari siklus hidup sebuah ruang. Desain yang baik bukan hanya memikirkan bagaimana sebuah ruang digunakan hari ini, tetapi juga apa yang terjadi pada materialnya di masa depan. 

Referensi 

  • Ellen MacArthur Foundation. (2025). Building Prosperity: Briefing for the Industry Supply Chain, Designers, and Contractors. https://www.ellenmacarthurfoundation.org/building-prosperity-briefing-for-the-industry-supply-chain  
  • Ellen MacArthur Foundation. (2016). Material Selection. Circular Design Guide. https://www.ellenmacarthurfoundation.org/material-selection