Pelatihan AI dan Sablon DTF Dorong Diversifikasi Produk UMKM Kajoetangan

Malang, 21 September 2026 — Universitas Bina Nusantara melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menyelenggarakan pelatihan pembuatan desain berbasis kecerdasan artifisial (AI) dan sablon digital Direct to Film (DTF) bagi pelaku UMKM Kampoeng Heritage Kajoetangan, Malang, Senin (21/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 13.00 WIB tersebut diikuti oleh delegasi UMKM dari setiap RW di kawasan Kajoetangan Heritage. Pelatihan difokuskan pada pengolahan foto ikon kawasan menjadi ilustrasi line art menggunakan bantuan AI, yang kemudian diterapkan ke media kain melalui teknologi sablon DTF dan mesin heat press.
Ketua Tim PkM, Andi Pramono, S.T., M.Arch., menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memperluas kemampuan pelaku UMKM dalam mengembangkan produk berbasis identitas lokal.
“Foto dan karakter visual Kajoetangan Heritage dapat diolah menjadi desain aplikatif untuk produk interior. Dengan dukungan AI dan sablon DTF, pelaku UMKM diharapkan dapat membuat variasi produk yang lebih menarik, tetap berakar pada identitas kawasan, serta memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujar Andi.
Dalam sesi pelatihan, peserta mempelajari tahapan memilih foto, menyusun prompt, mengubah foto menjadi ilustrasi line art, menata layout desain, hingga mencetak dan mentransfer gambar ke kain. Hasil desain tersebut dapat diterapkan pada berbagai aksesori interior, seperti sarung bantal, table runner, dan hiasan dinding berbahan limbah kain. Pelatihan ini diharapkan mampu membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar Kajoetangan.
Selain penguatan kapasitas desain, kegiatan ini juga memperkenalkan penggunaan mesin heat press sebagai alat produksi bersama bagi mitra. Kehadiran alat ini diharapkan membantu meningkatkan konsistensi kualitas hasil sablon pada produk berdimensi lebih besar. Melalui fasilitas tersebut, masyarakat tidak hanya belajar menerapkan AI, tetapi juga mengaplikasikannya secara langsung sebagai sumber pencaharian tambahan.

Nikmatur Rohmah, perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sie UMKM Kajoetangan Heritage, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan memberikan alternatif pengembangan produk yang nyata bagi pelaku UMKM setempat. Ia menambahkan bahwa langkah kecil melalui program PkM Binus ini memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
“Harapannya, UMKM tidak hanya mendapat tambahan keterampilan, tetapi juga mampu melakukan diversifikasi produk. Produk yang dihasilkan bisa lebih beragam, kualitasnya meningkat, dan pada akhirnya mendongkrak penjualan,” kata Nikmatur.
Melalui rangkaian pelatihan ini, UMKM Kajoetangan Heritage diharapkan mampu menciptakan produk interior berbasis upcycling dengan ciri khas kawasan, sekaligus memperkuat daya tarik Kajoetangan sebagai destinasi wisata budaya di Kota Malang. Tren produk kreatif ini diharapkan berpusat di Kajoetangan serta memotivasi lebih banyak UMKM untuk terus berinovasi dan bersaing secara sehat.
Comments :