Tugas Akhir Mahasiwa Binusian 25 – Biophilic Design
![]()

Konsep perancangan kafe ini berangkat dari kebutuhan masyarakat urban akan ruang yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersantai, tetapi juga mampu mendukung gaya hidup sehat dan interaksi sosial. Melalui pendekatan Biophilic Design, rancangan menghadirkan hubungan yang harmonis antara manusia, alam, dan aktivitas olahraga dalam satu kesatuan ruang yang nyaman dan menyegarkan.
Kafe “Kenapa Ngopi” dikembangkan dengan penambahan fasilitas olahraga bulu tangkis sebagai upaya menciptakan ruang multifungsi yang aktif dan rekreatif. Konsep desain mengusung tema Flow & Field, yang merepresentasikan aliran aktivitas dan keterhubungan antar ruang secara dinamis. “Flow” diwujudkan melalui sirkulasi ruang yang terbuka, fleksibel, dan mudah diakses, sehingga pengguna dapat berpindah dari area kafe menuju area olahraga dengan nyaman. Sementara “Field” merepresentasikan lapangan bulu tangkis sebagai pusat aktivitas yang energik dan menjadi identitas utama bangunan.
Pendekatan biophilic diterapkan melalui penggunaan elemen-elemen alami seperti vegetasi indoor, pencahayaan alami, bukaan besar, material kayu, batu alam, serta dominasi warna hijau dan earth tone. Kehadiran elemen alam ini bertujuan menciptakan suasana yang menenangkan, meningkatkan kenyamanan visual, sekaligus memberikan pengalaman ruang yang lebih sehat dan humanis.
Area kafe dirancang dengan suasana hangat dan santai untuk mendukung interaksi sosial maupun aktivitas bekerja. Sementara area bulu tangkis dibuat terbuka dan modern agar pengguna tetap merasakan koneksi visual dengan area sekitar. Integrasi antara ruang komunal, area olahraga, dan elemen alam menghasilkan pengalaman ruang yang seimbang antara relaksasi, produktivitas, dan aktivitas fisik.
Secara keseluruhan, desain ini tidak hanya menghadirkan fasilitas komersial, tetapi juga menjadi wadah gaya hidup modern yang mengedepankan kesehatan, kenyamanan, serta kedekatan manusia dengan alam di tengah lingkungan perkotaan Makassar.

Comments :