Dosen Program Studi Desain Interior BINUS @Malang melaksanakan kegiatan product development sebagai bagian dari proyek inisiatif pengembangan material ramah lingkungan berbasis limbah plastik, yaitu eco sheet. Kegiatan ini merupakan tahap lanjutan dari program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pemanfaatan limbah plastik, khususnya jenis HDPE (High-Density Polyethylene) yang banyak ditemukan pada tutup botol dan kemasan rumah tangga. Melalui pendekatan berbasis riset dan eksperimen, kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan prototipe produk yang tidak hanya inovatif, tetapi juga telah melalui proses pengujian kualitas (quality control/QC) sehingga layak digunakan oleh masyarakat secara luas. 

Tujuan utama dari kegiatan product development ini adalah untuk menciptakan standar produksi eco sheet yang dapat direplikasi oleh masyarakat. Dengan adanya prototipe yang telah teruji, masyarakat tidak perlu lagi memulai dari tahap percobaan dasar yang berisiko menghasilkan kegagalan. Sebaliknya, mereka dapat langsung mengadopsi metode yang telah dikembangkan oleh tim dosen, sehingga proses produksi menjadi lebih efisien, konsisten, dan menghasilkan kualitas produk yang optimal. Selain itu, hasil pengembangan ini juga diharapkan dapat menjadi panduan teknis yang aplikatif bagi masyarakat dalam mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai guna. 

Proses product development diawali dengan serangkaian riset eksperimental yang berfokus pada pengolahan limbah plastik HDPE. Dalam tahap ini, tim dosen melakukan berbagai uji coba untuk menentukan komposisi material yang tepat, suhu peleburan yang optimal, serta teknik pencetakan yang paling efektif. Salah satu temuan penting dalam proses ini adalah penentuan takaran bahan baku yang ideal untuk menghasilkan eco sheet dengan tingkat kepadatan dan kekuatan yang baik. Selain itu, ditemukan pula beberapa catatan penting terkait operasional mesin, seperti durasi pemanasan, tekanan saat pencetakan, serta teknik pendinginan agar material tidak mengalami deformasi. 

Temuan temuan tersebut menjadi bagian penting dari knowledge transfer kepada masyarakat. Dengan memahami parameter teknis yang tepat, masyarakat dapat menghindari kesalahan umum dalam proses produksi, seperti material yang terlalu rapuh, permukaan yang tidak rata, atau hasil cetakan yang tidak presisi. Oleh karena itu, hasil riset ini tidak hanya berhenti pada pengembangan produk, tetapi juga didokumentasikan sebagai panduan praktis yang dapat digunakan dalam kegiatan produksi di tingkat komunitas. 

Dalam proses produksi eco sheet, terdapat empat jenis alat utama yang digunakan. Tahap pertama adalah proses pencacahan, di mana limbah plastik dipotong menjadi bagian-bagian kecil menggunakan mesin pencacah. Proses ini bertujuan untuk mempermudah tahap peleburan serta memastikan distribusi panas yang merata pada material. Tahap kedua adalah peleburan, di mana potongan plastik HDPE dipanaskan hingga mencapai titik leleh tertentu. Proses ini memerlukan kontrol suhu yang stabil agar material dapat meleleh secara sempurna tanpa mengalami degradasi kualitas. 

Tahap ketiga adalah pencetakan, yang menjadi inti dari proses pembentukan material. Pada tahap ini, terdapat dua metode utama yang digunakan, yaitu pencetakan lembaran (sheet pressing) untuk menghasilkan eco sheet, serta teknik injection molding untuk menghasilkan bentuk-bentuk tertentu. Eco sheet yang dihasilkan dari proses sheet pressing memiliki bentuk lembaran padat yang dapat digunakan sebagai material alternatif dalam berbagai aplikasi desain interior. Sementara itu, teknik injection molding memungkinkan produksi komponen dengan bentuk lebih kompleks dan detail. 

Tahap terakhir adalah proses finishing, yang mencakup pendinginan, pemotongan ulang, serta penghalusan permukaan. Proses ini penting untuk memastikan bahwa produk akhir memiliki kualitas visual dan struktural yang baik. Hasil dari proses ini kemudian diuji melalui tahap quality control untuk memastikan bahwa produk memenuhi standar yang telah ditetapkan, baik dari segi kekuatan, ketahanan, maupun estetika. 

Produk yang dihasilkan dari eco sheet memiliki potensi aplikasi yang luas, terutama dalam bidang desain interior. Material ini dapat digunakan sebagai bahan alternatif untuk pembuatan elemen furniture seperti stool, panel dekoratif, maupun aksesoris interior seperti jam dinding. Selain itu, eco sheet juga dapat dimanfaatkan untuk produk skala kecil seperti gantungan kunci, yang memiliki nilai ekonomis dan mudah diproduksi oleh masyarakat. Penting untuk ditekankan bahwa eco sheet tidak dimaksudkan untuk menggantikan material konvensional secara keseluruhan, melainkan sebagai alternatif material yang lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan secara komplementer dalam desain. 

Setelah tahap product development selesai, hasil pengembangan ini kemudian diimplementasikan kepada masyarakat melalui program pengabdian. Produk dan sistem produksi yang telah dikembangkan diperkenalkan kepada warga sebagai bentuk inisiatif nyata dalam meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi. Dalam tahap ini, masyarakat tidak hanya diberikan alat, tetapi juga pelatihan mengenai cara penggunaan mesin, teknik produksi, serta pengelolaan hasil produksi. 

Program ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi berbasis daur ulang yang berkelanjutan. Dengan adanya keterlibatan masyarakat dalam proses produksi, mulai dari pengumpulan limbah hingga pembuatan produk akhir, tercipta peluang lapangan kerja baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Produk yang dihasilkan juga memiliki potensi untuk bersaing di pasar, terutama dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk ramah lingkungan. 

Selain dampak ekonomi, program ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan limbah plastik di lingkungan. Dengan mengolah limbah HDPE menjadi material yang bernilai guna, jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan dapat dikurangi secara signifikan. Hal ini sejalan dengan prinsip desain berkelanjutan yang mengedepankan efisiensi sumber daya dan pengurangan dampak lingkungan. 

Secara keseluruhan, kegiatan product development yang dilakukan oleh dosen Desain Interior BINUS @Malang dalam proyek eco sheet ini merupakan langkah strategis dalam mengintegrasikan riset, inovasi material, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan yang sistematis dan berbasis data, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga memberikan solusi nyata terhadap permasalahan lingkungan dan sosial ekonomi. Ke depan, diharapkan inisiatif ini dapat terus dikembangkan dengan skala yang lebih luas serta melibatkan lebih banyak pihak, sehingga dampak positif yang dihasilkan dapat semakin besar dan berkelanjutan.