Program Studi Desain Interior BINUS @Malang menjalankan program pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek kontribusi nyata terhadap lingkungan dan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat. Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga untuk membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan limbah plastik yang selama ini menjadi permasalahan global. 

Permasalahan limbah plastik merupakan isu yang sangat krusial di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Plastik memiliki sifat yang sulit terurai secara alami, sehingga akumulasi limbahnya dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang serius, baik di darat maupun di perairan. Salah satu jenis plastik yang banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah HDPE (High-Density Polyethylene), yang umum digunakan pada tutup botol minuman, kemasan deterjen, dan berbagai produk rumah tangga lainnya. Limbah HDPE ini memiliki karakteristik kuat, tahan terhadap bahan kimia, dan relatif mudah didaur ulang, sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi material baru yang bernilai guna. 

Melihat potensi tersebut, Desain Interior BINUS@Malang menginisiasi pemanfaatan limbah plastik, khususnya jenis HDPE dari tutup botol, untuk dikembangkan menjadi material inovatif berupa eco sheet. Eco sheet merupakan lembaran material hasil olahan limbah plastik yang diproses melalui tahapan tertentu, seperti pemilahan, pencucian, pencacahan, dan peleburan, hingga menghasilkan lembaran padat yang dapat digunakan kembali sebagai bahan baku produk desain interior. 

Program ini diawali dengan kegiatan riset awal yang melibatkan identifikasi jenis limbah plastik yang paling banyak ditemukan di lingkungan masyarakat, serta analisis potensi pengolahannya. Setelah itu, dilakukan pendekatan kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan musyawarah. Dalam tahap ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah serta peluang ekonomi yang dapat dihasilkan dari pengolahan limbah plastik. Hasil dari musyawarah menunjukkan adanya antusiasme dan persetujuan dari masyarakat untuk berpartisipasi dalam program ini, khususnya dalam penggunaan dan pengembangan eco sheet sebagai material alternatif. 

Tahap selanjutnya adalah proses prototyping, di mana tim Desain Interior BINUS @Malang mulai melakukan eksperimen dan pengembangan eco sheet berbahan dasar limbah plastik HDPE. Proses ini melibatkan berbagai teknik pengolahan untuk menghasilkan kualitas material yang optimal, baik dari segi kekuatan, ketahanan, maupun estetika. Eco sheet yang dihasilkan memiliki karakter visual yang unik, dengan pola warna yang terbentuk dari campuran berbagai jenis tutup botol plastik, sehingga memberikan nilai tambah secara estetis. 

Dalam konteks desain interior, eco sheet tidak dimaksudkan untuk sepenuhnya menggantikan material konvensional seperti kayu, besi, atau kain. Sebaliknya, eco sheet diposisikan sebagai material alternatif yang dapat digunakan secara fleksibel sesuai kebutuhan desain. Dengan demikian, eco sheet dapat menjadi pilihan material yang lebih ramah lingkungan tanpa menghilangkan keberagaman material dalam praktik desain interior. Pendekatan ini juga sejalan dengan prinsip desain berkelanjutan (sustainable design), yang menekankan pada efisiensi penggunaan sumber daya serta pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan. 

Pemanfaatan eco sheet dalam program ini difokuskan pada pengembangan produk produk kreatif yang memiliki nilai fungsional dan estetika, khususnya dalam skala kecil hingga menengah. Beberapa contoh produk yang dikembangkan antara lain aksesoris interior seperti jam dinding, stool (bangku kecil), serta souvenir berupa gantungan kunci. Produk-produk ini dipilih karena relatif mudah diproduksi, memiliki pasar yang cukup luas, serta dapat menjadi media awal bagi masyarakat untuk belajar dan mengembangkan keterampilan dalam pengolahan material daur ulang. 

Selain aspek lingkungan, program ini juga memiliki tujuan sosial-ekonomi yang signifikan. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses produksi, mulai dari pengumpulan bahan baku hingga pembuatan produk akhir, program ini membuka peluang terciptanya lapangan pekerjaan baru. Masyarakat tidak hanya menjadi objek penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam kegiatan produksi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, kemandirian, serta pendapatan masyarakat, terutama bagi kelompok yang membutuhkan. 

Lebih lanjut, produk produk yang dihasilkan dari eco sheet memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk komersial yang bernilai jual. Dengan strategi pemasaran yang tepat, seperti melalui platform digital atau pameran produk kreatif, hasil karya masyarakat dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Hal ini tentunya akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan konsep desain berkelanjutan kepada masyarakat yang lebih luas. 

Dari sisi lingkungan, penggunaan eco sheet berbahan dasar limbah plastik HDPE memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi jumlah sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir maupun di lingkungan terbuka. Dengan mengubah limbah menjadi material yang bernilai guna, program ini turut mendukung upaya pengurangan polusi dan pelestarian lingkungan. Selain itu, program ini juga berperan dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya. 

Secara keseluruhan, program pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan oleh Desain Interior BINUS @Malang ini merupakan bentuk integrasi antara inovasi material, desain kreatif, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pemanfaatan limbah plastik HDPE menjadi eco sheet, program ini tidak hanya menawarkan solusi terhadap permasalahan lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan. Ke depan, diharapkan program ini dapat terus dikembangkan, baik dari segi skala produksi, variasi produk, maupun jangkauan masyarakat yang terlibat, sehingga manfaat yang dihasilkan dapat semakin luas dan berdampak signifikan.