UNIQLO berawal pada tahun 1984 di Hiroshima, Jepang dengan nama Unique Clothing
Warehouse, yang mengusung konsep toko pakaian bergaya gudang (warehouse) dengan fokus
pada pakaian basic, fungsional, dan terjangkau untuk kebutuhan sehari-hari. Pada toko Tokyo
2020, pola ruang grid terbuka dengan plaza bertingkat ganda tetap menjadi andalan, berbeda
dari desain Uniqlo pertama di Yamaguchi 1984 yang kompak dan linier tanpa void pusat.
Lorong lebar modular (minimal 1,5m) di toko Italia 2024 memudahkan sirkulasi multikategori produk, mencerminkan adaptasi urban modern. Seiring waktu, UNIQLO mengubah
strategi dari sekadar penjual pakaian murah menjadi brand LifeWear, yaitu pakaian sederhana
tapi berkualitas tinggi yang didukung inovasi material, teknologi tekstil, dan desain yang
minimalis. Perubahan identitas visual, penyederhanaan nama menjadi UNIQLO, serta
konsistensi konsep toko yang rapi dan modern membuat brand ini mudah dikenali secara
global. Hingga sekarang UNIQLO dikenal sebagai retail internasional yang menekankan
kesederhanaan dan kualitas sehingga berhasil berkembang dari toko lokal jadi ikon fashion
global seperti sekarang.
POLA RUANG
Pada toko Tokyo 2020, pola ruang grid terbuka dengan plaza bertingkat ganda tetap menjadi
andalan, berbeda dari desain Uniqlo pertama di Yamaguchi 1984 yang kompak dan linier
tanpa void pusat. Lorong lebar modular (minimal 1,5m) di toko Italia 2024 memudahkan
sirkulasi multi-kategori produk, mencerminkan adaptasi urban modern. Pola ruang UNIQLO
mengadopsi tata letak grid terbuka yang memaksimalkan visibilitas produk. Rak pakaian
disusun secara modular dengan jarak lebar antar lorong, memudahkan pelanggan menjelajah
koleksi pria, wanita, dan anak di satu lantai utama, seperti pada toko baru di Italia. Elemen
vertikal seperti plaza bertingkat ganda di toko Tokyo menciptakan koneksi spasial antar
lantai, dengan potongan slab beton yang membuka pandangan ke arah void pusat.
Pendekatan ini menghindari pembagian ruang kaku, menciptakan rasa lapang meski di lahan
terbatas.
ASPEK SUSTAINABILITY
Sejak 2020, Uniqlo tingkatkan sustainability dengan rak kayu recycled di toko global,
termasuk LED efisien dan ventilasi pasif komitmen yang lebih kuat dibanding desain awal
2000an yang kurang menonjolkan ecomaterial. Program 2024 seperti Neighborhood UMKM
lokal diintegrasikan ke interior, mengurangi jejak karbon secara bertahap. UNIQLO
mengintegrasikan sustainability melalui material daur ulang dan efisiensi energi. Bahan rak
dari kayu bersertifikat atau logam recycled mengurangi jejak karbon, sementara
pencahayaan LED alami meminimalkan konsumsi listrik. Di beberapa toko, sistem ventilasi
pasif memanfaatkan aliran udara alami, mendukung inisiatif global seperti pengawasan
pemasok untuk kesejahteraan pekerja dan penggunaan air efisien. Desain ini selaras dengan
komitmen Uniqlo terhadap produksi berkelanjutan, seperti program Neighborhood yang
memberdayakan UMKM lokal.
ASPEK SIRKULASI
Desain sirkulasi radial di toko Tokyo 2020 hindari kemacetan via eskalator ganda, kontras
dengan Uniqlo pertama yang bergantung pintu tunggal dan alur satu arah. Toko 2024 di
Roma pertahankan arcade terbuka untuk pejalan kaki, tingkatkan flow intuitif. Sirkulasi di
retail ini dirancang radial dan linier untuk alur pelanggan yang intuitif. Pintu masuk ganda di
lantai atas mengalirkan pengunjung ke eskalator menuju area utama, menghindari kemacetan
dengan lorong lebar minimal 1,5 meter. Di toko flagship, frame beton terbuka berfungsi
sebagai “arcade” jalanan, mengundang pejalan kaki langsung ke plaza interior tanpa
hambatan. Faktor seperti cahaya alami tinggi di zona changing room dan storage rendah
impact suara memastikan kenyamanan sirkulasi manusia.
KEUNIKAN DESAIN LAINYA
Keunikan UNIQLO terletak pada elemen artistik seperti patung kaca setinggi 70 kaki
dengan mannequin mengambang, menciptakan interest visual di flagship store. Kolaborasi
dengan brand seperti Kartell menyediakan furnitur kontemporer, menambahkan sentuhan
Italia di toko Milan. Fasad eksterior berlubang aluminium dengan lapisan keramik
mencerminkan produk interior ke jalan raya, memperluas pengalaman brand secara
voyeuristik. Pencahayaan cermin pada beam memfragmentasikan ruang, menambah
dinamika tanpa mengganggu minimalisme Jepang.
Sumber:
• https://www.uniqlo.com/id/en/news/topics/2024060704/
• https://repository.unsri.ac.id/179339/3/RAMA_84201_07041282126088_0009049103
_01_front_ref.pdf
• https://journal.uc.ac.id/index.php/KREASI/article/download/783/679
• https://www.architecturalmaterials.com/portfolio/uniqlo-flagship-store/
• https://www.uniqlo.com/id/en/news/topics/2024060704/
• https://repository.unsri.ac.id/179339/3/RAMA_84201_07041282126088_0009049103
_01_front_ref.pdf
• https://journal.uc.ac.id/index.php/KREASI/article/download/783/679