DESAIN INTERIOR RETAIL SEBAGAI KARYA SENI: TOKO ISABEL MARANT TOKYO

Isabel Marant merupakan merek fashion asal Prancis yang didirikan pada tahun 1994 oleh Isabel Marant. Brand ini dikenal dengan karakter desain yang kasual, urban, dan effortless, mengedepankan kenyamanan, kebebasan berekspresi, serta kesan autentik. Identitas ini menjauh dari kemewahan yang berlebihan dan lebih menekankan sikap santai namun berkarakter. Nilai-nilai tersebut tidak hanya tercermin pada produk, tetapi juga diterjemahkan ke dalam strategi desain interior retail sebagai bagian dari pembentukan citra merek. Kolaborasi dengan seniman Jepang Yutaka Sone digunakan untuk merancang butik Isabel Marant Tokyo. Toko ini adalah instalasi seni dengan bentuk organik, permukaan tidak rata, dan warna kuning cerah yang kontras dengan lingkungan perkotaan Tokyo. Ini membedakannya dari butik fashion biasa. Pendekatan ini, menurut Dezeen dan Designboom, bertujuan untuk mengaburkan batas antara seni, arsitektur, dan penjualan sehingga toko dapat berfungsi sebagai pengalaman visual dan spasial selain sebagai ruang komersial. Bentuk luar toko menyatu dengan desain interiornya. Ruang yang dibuat secara asimetris dan tidak menggunakan sistem grid konvensional memungkinkan pengunjung untuk mengalami ruang dengan cara yang lebih alami dan intuitif. Toko Isabel Marant di Tokyo berbeda dari layout toko konvensional yang biasanya efektif dan berulang, pola ruangnya organik dan non-linear. Bukan urutan fungsi yang rigid, ruang adalah rangkaian pengalaman. Metode ini memberi pelanggan kesan eksploratif karena mereka menemukan barang-barang toko secara bertahap daripada melihatnya sekaligus. Secara psikologis, pola ini meningkatkan minat dan memperpanjang waktu kunjungan. Sirkulasi di toko tidak terarah dan mengalir. Dinding melengkung dan bentuk ruang yang berubah secara alami mengarahkan pengunjung tanpa menggunakan tanda yang dominan. Hal ini menghasilkan ritme pergerakan yang lebih santai dan tenang, yang sesuai dengan ciri khas merek Isabel Marant. Dari perspektif desain retail, jenis sirkulasi ini efektif dalam meningkatkan dwell time dan interaksi pelanggan dengan produk.
Produk fashion di toko ini dilihat sebagai bagian dari ruang, bukan sebagai barang tunggal. Dengan mengikuti kontur dan bentuk interior, display menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara produk dan lingkungan. Metode ini mengalihkan perhatian dari kuantitas display ke kualitas pengalaman, di mana produk dilihat sebagai bagian dari cerita ruang dan identitas merek. Komponen utama desain toko ini adalah keindahan visual. Permukaan yang kasar, bentuk yang tidak simetris, dan warna kuning cerah secara eksplisit menentang tampilan steril dan presisi butik fashion mewah. Sebaliknya, ketidaksempurnaan ini berfungsi sebagai bahasa visualyang menggambarkan nilai kebebasan, keaslian, dan sikap tidak konformis yang dimiliki oleh merek Isabel Marant. Bangunan ini berfungsi sebagai landmark visual yang kuat dan mudah diingat untuk branding. Toko Isabel Marant Tokyo menunjukkan pergeseran dari desain retail masa kini menuju desain retail berbasis pengalaman. Ruang fisik harus memberikan pengalaman yang tidak dapat direplikasi secara digital karena belanja online semakin populer. Menurut penelitian ini, pendekatan artistik dan konseptual dalam desain interior retail dapat menjadi strategi yang efektif untuk membuat perbedaan. Desain interior toko Isabel Marant di Tokyo menunjukkan bahwa penjualan dapat berfungsi sebagai cara yang efektif untuk menyampaikan pesan merek yang kuat. Toko ini menawarkan pengalaman berbelanja yang imersif dan bermakna melalui pola ruang organik, sirkulasi yang mengalir, dan ekspresi visual yang berani. Studi kasus ini menunjukkan betapa pentingnya desain interior dalam membangun identitas merek dan membuat pengunjung merasa terikat.
Referensi:
https://superfuture.com/2023/06/new-shops/tokyo-isabel-marant-flagship-store-opening/
https://www.rli.uk.com/isabel-marant-reveals-unique-store/
Comments :