Thesistant
Dosen : Roni Heryatno, S.E., MM
1. Introduction
Thesistant merupakan bisnis digital yang menyediakan layanan konsultasi skripsi dan penulisan karya ilmiah secara online. Ide ini muncul dari pengamatan dan pengala- man tim terhadap banyaknya mahasiswa tingkat akhir yang mengalami kesulitan dalam menentukan topik, memahami metodologi, melakukan analisis data, serta menghadapi revisi karena keterbatasan waktu bimbingan dosen.
Melalui pendekatan peer-to-peer mentoring, Thesistant menawarkan bimbingan yang lebih santai, relevan, dan mudah dipahami karena dilakukan oleh mahasiswa senior yang baru menyelesaikan skripsi. Tujuan Thesistant adalah membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir dengan lebih terstruktur, cepat, dan percaya diri, sekaligus mengurangi stres selama proses penelitian.
2. Target Audience
2.1 Demografis
Target audiens utama Thesistant adalah mahasiswa tingkat akhir program Sarjana (S1) dan Magister (S2) yang sedang menyusun skripsi, tesis, atau karya ilmiah. Secara de- mografis, target berada pada rentang usia 20–30 tahun dan merupakan mahasiswa aktif yang sering kali memiliki keterbatasan waktu akibat aktivitas tambahan seperti bekerja, magang, atau organisasi.
2.2 Psikografis
Secara psikografis, target audiens Thesistant adalah mahasiswa yang mengalami stres akademik, kebingungan dalam menentukan arah penelitian, serta merasa kurang menda- patkan bimbingan intensif dari dosen pembimbing. Berdasarkan pengamatan tim, kelom- pok ini cenderung mencari solusi alternatif di luar kampus yang lebih fleksibel, personal, dan mudah diakses secara online.
2.3 Target Sekunder
Sebagai target sekunder, Thesistant menyasar mahasiswa dari lingkungan BINUS dan kampus lain di Indonesia yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan hingga tahap sidang atau publikasi ilmiah. Kelompok ini dipilih karena memiliki kebutuhan yang nyata, berulang, dan menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap layanan konsultasi akademik yang praktis serta terpercaya.
Target ini dipilih karena memiliki kebutuhan yang nyata dan berulang, serta menun- jukkan ketertarikan terhadap layanan konsultasi akademik yang praktis, terpercaya, dan memiliki pendekatan yang lebih manusiawi. Berdasarkan hasil riset dan validasi pasar awal, kelompok ini dinilai memiliki potensi adopsi yang tinggi terhadap konsep dan layanan yang ditawarkan oleh Thesistant.
3. Validation Method
Untuk memvalidasi ide usaha Thesistant, tim menggunakan pendekatan validasi kualitatif dan kuantitatif yang berfokus pada identifikasi masalah, kesesuaian solusi, dan potensi keberlanjutan pasar.
3.1 Validasi Masalah
Dilakukan melalui observasi dan diskusi langsung dengan mahasiswa tingkat akhir, khusus- nya di lingkungan BINUS. Hasilnya menunjukkan bahwa kesulitan utama mahasiswa meliputi penentuan topik, pemahaman metodologi, analisis data, serta revisi berulang akibat keterbatasan waktu bimbingan dosen. Hal ini sering berdampak pada keterlam- batan kelulusan dan meningkatnya stres akademik.
3.2 Validasi Solusi
Konsep peer-to-peer mentoring diperkenalkan kepada calon pengguna. Mayoritas respon- den menyatakan lebih nyaman dibimbing oleh mahasiswa senior karena komunikasi lebih santai, relevan, dan mudah dipahami dibandingkan pendekatan formal. Respons yang diterima cukup positif, karena mahasiswa merasa lebih nyaman dibimbing oleh senior yang baru saja menyelesaikan skripsi.
3.3 Validasi Kebutuhan Pasar
Data sekunder dan observasi menunjukkan tingginya jumlah mahasiswa aktif di Indone- sia serta meningkatnya pencarian solusi akademik online. Berdasarkan riset pasar, jum- lah mahasiswa aktif di Indonesia sangat besar dan kebutuhan akan layanan konsultasi akademik online terus meningkat seiring tren digitalisasi pendidikan. Diskusi di forum dan media sosial terkait skripsi juga memperkuat bahwa permasalahan ini bersifat luas dan berulang.
3.4 Validasi Harga
Melalui perbandingan dengan layanan serupa dan feedback calon pengguna, rentang harga Rp1.000.000–Rp2.000.000 dinilai masih terjangkau dan sebanding dengan layanan personal yang diberikan hingga tahap sidang. Harga ini dianggap masih terjangkau, terutama karena layanan yang diberikan bersifat personal dan berkelanjutan hingga tahap sidang.
3.5 Validasi Awal (Early Traction)
Thesistant melakukan uji coba awal dengan mahasiswa kampus sebagai pengguna per- tama untuk mengukur minat pasar, mengumpulkan umpan balik, dan menyempurnakan layanan sebelum ekspansi lebih luas. Target ini bertujuan untuk menguji minat pasar secara langsung, mengumpulkan feedback, dan menyempurnakan layanan sebelum dikem- bangkan ke skala yang lebih luas.
4. Data & Insights
Berdasarkan hasil validasi awal dan survei pengguna, diperoleh beberapa insight utama:
Penilaian Positif terhadap Presentasi Layanan. Mayoritas responden menilai tampilan dan kejelasan informasi Thesistant sangat baik, dengan skor rata-rata di atas 4,5 dari skala 5. Hal ini menunjukkan bahwa konsep dan penyampaian nilai layanan dapat dipahami dengan baik oleh target pasar.
Apresiasi terhadap Pendekatan Humanis. Feedback terbuka menunjukkan bahwa mahasiswa menghargai pendekatan yang lebih manusiawi dan fleksibel. Banyak respon- den menyatakan bahwa layanan seperti konsultasi personal, pendampingan berkelanju- tan, dan simulasi sidang merupakan nilai tambah yang jarang ditemukan pada layanan serupa.
Kebutuhan akan Transparansi. Insight penting lainnya adalah adanya kebutuhan akan transparansi layanan dan struktur paket yang jelas. Hal ini menjadi indikator bahwa kepercayaan dan kejelasan proses sangat memengaruhi keputusan adopsi layanan.
5. Challenges Encountered
Selama proses validasi pasar, tim menghadapi beberapa tantangan utama:
Stigma Negatif. Masih terdapat stigma terhadap layanan konsultasi skripsi yang ser- ing disamakan dengan praktik tidak etis. Tantangan ini mengharuskan Thesistant untuk menegaskan posisi sebagai layanan pendampingan akademik yang menjunjung tinggi in- tegritas.
Keterbatasan Sampel. Keterbatasan jumlah responden pada tahap awal membuat validasi masih bersifat eksploratif dan perlu diperluas pada tahap berikutnya untuk men- dapatkan data yang lebih representatif.
Penetapan Harga. Tantangan dalam menentukan harga yang seimbang antara keter- jangkauan mahasiswa dan keberlanjutan bisnis juga menjadi perhatian utama, mengingat target pasar yang sensitif terhadap harga namun tetap mengharapkan kualitas layanan yang baik.
6. Actionable Outcomes
Berdasarkan hasil validasi pasar, Thesistant mengambil beberapa langkah strategis:
- Memperjelas Positioning: Menegaskan posisi sebagai layanan konsultasi akademik berbasis etika dan pendampingan, bukan pengerjaan tugas, untuk mengatasi stigma negatif yang ada.
- Menyusun Paket Layanan Terstruktur: Mengembangkan paket layanan yang lebih terstruktur dan transparan agar mudah dipahami calon pengguna dan meningkatkan
- Mengembangkan Fitur Unggulan: Menjadikan mock defense dan konsultasi per- sonal sebagai fitur unggulan yang membedakan Thesistant dari kompetitor.
- Ekspansi Bertahap: Memulai ekspansi secara bertahap dari lingkungan kampus ke pasar yang lebih luas di Indonesia dengan pendekatan yang terukur.
- Continuous Improvement: Menggunakan feedback awal sebagai dasar pengemban- gan produk dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.
7. Conclusion
Hasil market validation menunjukkan bahwa Thesistant menjawab permasalahan nyata yang dihadapi mahasiswa tingkat akhir. Target audiens menunjukkan minat dan respons positif terhadap konsep peer-to-peer mentoring yang ditawarkan.
Meskipun terdapat tantangan, terutama terkait persepsi dan skalabilitas, hasil validasi awal memberikan indikasi kuat bahwa Thesistant memiliki potensi untuk berkembang sebagai solusi konsultasi akademik yang relevan, etis, dan berkelanjutan di era digital. Dengan pendekatan yang lebih manusiawi, transparan, dan berfokus pada pendampingan berkelanjutan, Thesistant siap untuk melayani kebutuhan mahasiswa Indonesia dalam menyelesaikan tugas akhir mereka dengan lebih percaya diri dan terstruktur.
Video Pameran Binus Entre Fest Week 9 & Gerbi
The complete exhibition video documentation is available at the following link:
https://drive.google.com/drive/folders/1bgeFTNHQOChl8dBLjJ6Dw6oIU8L7J_ex
Comments :