Dosen : Irene Teresa Rebecca Hutabarat, S.MB., M.M. (D5818)

Ketika kita mendengar kata ‘Entrepreneur’ , yang terlintas di pikiran kita adalah pengusaha. Lantas apakah entrepreneur adalah istilah yang sama dengan pengusaha. Bedasarkan pengertian dari Investopedia, entrepreneur adalah individu yang bisa menciptakan bisnis yang baru, bersedia menanggung sebagian besar risiko, dan sebagai imbalannya bisa menikmati sebagian besar keuntungan. Barulah, proses dimana seorang entrepreneur mendirikan bisnis disebut sebagai entrepreneurship atau kewirausahaan. Di Indonesia sendiri, sektor kewirausahaan banyak digeluti oleh para pelaku usaha kecil atau UMKM. wirausahawan juga membantu pemerintah mengurangi jumlah pengangguran, bahkan kaki lima pun bisa disebut sebagai pelaku wirausaha.

Perkuliahan di Binus University mendorong setiap peserta didiknya untuk menjadi kreatif dan memiliki jiwa entrepreneur lewat mata kuliah entrepreneurship. Dalam mata kuliah entrepreneurship, nantinya mahasiswa akan membuat suatu produk berdasarkan ide yang mereka miliki. Dalam pengalaman saya, saya telah membuat produk seperti pakaian dan paket trip. Tidak hanya itu, saya juga terlibat dalam mengikuti kegiatan Travel Fair yang merupakan bagian dari Entrepreneurship dalam pelajaran Event Management. Ketika saya mendapat mata kuliah entrepreneurship untuk pertama kalinya, saya bersama dengan tim menuangkan ide kami yang menghasilkan suatu produk. Hal tersebut melatih kreativitas, kerjasama, dan komunikasi kami. Saya merasa semenjak saya mendapat pelajaran entrepreneurship, jiwa entrepreneurship saya muncul dan ingin memberikan yang terbaik untuk menghasilkan suatu produk. Tidak hanya pakaian saja, tetapi dalam paket wisata, saya harus mencari cara bagaimana saya bisa menjual dan mempromosikan paket wisata tersebut kepada orang-orang dengan memanfaatkan media sosial.

Dalam pelajaran ‘Facilities Design for Tourism Destination’, terdapat juga entrepreneurship. Awalnya saya ingin membuat tentang private tour, tetapi Ibu Irene Teresa dan teman-teman memberitahu banyak hal yang harus dipertimbangkan dan diperhatikan seperti bagaimana keamanannya, seberapa tahukah saya tentang Jakarta, dan lain-lain sehingga membuat saya mengganti ide bisnis saya menjadi tentang pakaian. Dalam ide pakaian saya yang berupa vest, saya memikirkan konsep dan desain dengan membawa konsep hewan yaitu harimau Sumatera. Saya memilih konsep tersebut karena brand yang saya buat berhubungan dengan alam dan satwa-satwanya. Lewat pelajaran tersebut, saya merasa bahwa Ibu Irene mengajarkan kami tentang pentingnya mind mapping untuk menuangkan ide-ide yang kita miliki. Sebelumnya saya menganggap bahwa mind mapping tidak terlalu penting dalam pembuatan sebuah produk, tetapi setelah membuat mind mapping, saya mengerti mengapa itu menjadi penting.

Saya mendapat banyak pelajaran selama saya mengikuti pelajaran entrepreneurship, saya memperoleh banyak sekali pengetahuan dan keterampilan yang sangat berharga sebagai bekal untuk memulai dan mengelola bisnis saya sendiri. Pelajaran ini tidak hanya memberikan saya wawasan tentang konsep dasar dalam dunia bisnis, tetapi juga membekali saya dengan kemampuan praktis yang bisa langsung diterapkan di lapangan. Saya belajar tentang

pentingnya perencanaan bisnis, strategi pemasaran, dan bahkan cara berinovasi. Selain itu, diskusi dan tugas-tugas yang diberikan oleh pengajar membantu saya memahami tantangan nyata yang mungkin dihadapi oleh seorang entrepreneur. Pengalaman ini telah memberikan saya kepercayaan diri dan kesiapan untuk memulai perjalanan saya sebagai seorang pengusaha.