Oleh: Rio Rafli Adinanta | NIM 2702305714

Dosen Kelas : Irene Teresa Rebecca Hutabarat, S.MB., M.M.

Selama menjalani proses validasi pasar untuk EduVersal, saya mulai memahami lebih dalam bagaimana sudut pandang siswa terhadap kebutuhan belajar mereka sendiri. EduVersal lahir dari gagasan sederhana: menciptakan ruang belajar yang fleksibel, relevan, dan memungkinkan siswa untuk saling berbagi pengetahuan secara langsung. Konsep “mahasiswa mengajar mahasiswa” terasa masuk akal bagi saya, karena dari pengalaman pribadi, belajar dari teman sering kali terasa lebih mudah dipahami dan lebih dekat dengan realitas sehari-hari.

Saya memilih mahasiswa BINUS Jakarta sebagai fokus awal penelitian audiens karena jumlahnya yang besar serta kebutuhan mereka untuk terus mengembangkan keterampilan di luar kelas formal. Saya juga melihat potensi besar bahwa mahasiswa tidak hanya sebagai pembelajar, tetapi juga sebagai pengajar dalam sistem peer-to-peer. Untuk menguji hal tersebut, saya menggunakan website demo dan mengumpulkan berbagai masukan dari pengguna. Hasilnya cukup positif—ketika mahasiswa dapat mencoba langsung atau mendengar pengalaman sesama pengguna, ketertarikan mereka terhadap EduVersal meningkat.

Melalui proses validasi ini, saya menyadari bahwa demo dan feedback langsung memiliki peran penting. Mahasiswa dapat memberikan masukan yang lebih jujur dan detail setelah mencoba sistem kursus, mekanisme poin, serta peran siswa dan tutor. Banyak dari mereka menyukai konsep pembelajaran sebaya, biaya yang lebih terjangkau, dan pendekatan materi yang terasa lebih dekat dengan kebutuhan mereka. Namun, saya juga menerima kritik penting, terutama terkait navigasi dan kemudahan penggunaan fitur. Beberapa pengguna merasa alurnya masih perlu disederhanakan agar pengalaman belajar menjadi lebih nyaman.

Proses ini tentu tidak lepas dari tantangan. Keterbatasan jumlah pengguna awal dan stabilitas demo membuat data yang diperoleh belum sepenuhnya merepresentasikan pasar secara keseluruhan. Hal ini mendorong saya untuk terus memperbaiki kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan uji coba agar validasi yang dilakukan semakin akurat.

Dari seluruh proses ini, saya mendapatkan banyak pelajaran berharga. Saya belajar bahwa membangun sebuah platform bukan hanya soal ide yang menarik, tetapi juga tentang memahami perilaku pengguna dan kesiapan sistem untuk menjawab kebutuhan mereka. Ke depan, saya berencana menyederhanakan alur penggunaan, meningkatkan interaksi fitur, serta memperjelas sistem poin agar pengalaman belajar menjadi lebih intuitif dan bermakna.

Pada akhirnya, perjalanan ini membantu saya melihat lebih dalam bagaimana siswa mencari dan memanfaatkan platform pembelajaran non-akademik. Saya semakin yakin bahwa EduVersal memiliki potensi untuk menjadi ruang belajar yang relevan dan bermanfaat, selama terus dikembangkan dengan fokus pada pengalaman pengguna dan kebutuhan nyata mereka.