Meyer dan Allen (1991) mengembangkan model komitmen dengan tiga ukuran komitmen organisasi yang mendapat perhatian paling teoritis dan empiris. Komponen diberi label sebagai berikut (Aydogdu dan Asikgil, 2011):

  1. Komitmen Afektif

Mengacu pada keterikatan emosional seorang karyawan diidentifikasikan dengan keterlibatan dalam organisasi. Hal ini ditandai dengan kenyamanan dari organisasi dan keinginan karyawan untuk tinggal. Karyawan dengan komitmen afektif yang kuat tetap bertahan di suatu organisasi karena mereka ingin melakukannya. Ada 3 dimensi definisi ini: (1) keinginan untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi, (2) kepercayaan terhadap nilai dan tujuan organisasi, (3) kemauan untuk melakukan usaha atas nama organisasi (Porter et al., 1974; Cohen, 2008).

  1. Komitmen Berkelanjutan

Mengacu pada kebutuhan karyawan untuk bertahan karena mereka tidak ingin mengambil risiko (karena adanya potensi kerugian seperti benefit yang diterima di alternatif pekerjaan lain tidak sebanding dengan yang didapatkan di pekerjaan saat ini). Dengan demikian, itulah yang membuat mereka merasa bahwa meninggalkan organisasi akan menjadi suatu hal yang sulit bagi mereka. Karyawan dengan komitmen kontinu yang kuat memilih untuk tinggal karena merasa bahwa mereka harus melakukannya. McGee dan Ford (Cohen, 2008) menemukan 2 dimensi komitmen kontinu yang dapat dibangun: (1) tinggi pengorbanan, dengan pengorbanan yang dilakukan karyawan dengan tetap tinggal dalam organisasi, (2) alternatif rendah, yang mewakili ketersediaan alternatif pekerjaan.

  1. Komitmen Normatif

Mencerminkan mempertahankan keanggotaan organisasi karena karyawan tersebut yakin secara moral bahwa setia kepada organisasi merupakan suatu hal yang wajib dan benar untuk dilakukan (Wang, et al., 2010). Khattak dan Sethi, (2012), disebutkan bahwa komitmen normatif adalah tanggung jawab karyawan di tempat kerja dan kesetiaan mereka terhadap organisasi. Karyawan dengan komitmen normatif yang kuat tetap bertahan karena mereka merasa seharusnya untuk melakukannya.

2.3.2    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Komitmen Organisasi

Menurut Aydogdu dan Asikgil (2011) dalam International Review of Management and Marketing, faktor-faktor yang berpengaruh yang mempengaruhi komitmen organisasi adalah:

  1. Faktor Pribadi

Dalam penelitian karakteristik manusia dihasilkan dua jenis variabel, variabel demografis yang menghubungkan komitmen organisasional dinyatakan sebagai jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, ras, dan sifat kepribadian. Sedangkan variabel disposisi berhubungan dengan kepribadian, nilai, dan minat.

  1. Pengalaman Kerja

Sebagian besar penelitian berfokus pada variabel pengalaman kerja sebagai bagian terkuat dan konsisten yang berkaitan dengan komitmen afektif.

  1. Faktor Budaya

Studi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi mengacu pada budaya karena sangat mempengaruhi gagasan, praktik, dan nilai-nilai manajemen dalam organisasi.