Globalisasi mengacu pada meluasnya ketergantungan hubungan antar masyarakat dunia yang saat ini dipisahkan oleh batas-batas negara. Istilah tersebut juga mengacu pada integrasi ekonomi dunia melalui eliminasi hambatan-hambatan perdagangan untuk melancarkan pergerakan barang, jasa, modal, teknologi dan orang. Melalui globalisasi memungkinkan masyarakat untuk memperoleh produk yang lebih bervariasi, lebih berkualitas atau harga yang lebih murah. Globalisasi berkaitan erat dengan bisnis internasional, yaitu segala kegiatan transaksi komersial termasuk perdagangan, investasi dan transportasi yang melibatkan dua atau lebih negara. Salah satu faktor yang memicu globalisasi adalah meningkatnya teknologi dan aplikasi penggunaannya (Daniels, Radebaugh, & Sullivan, 2013: 49).

Teknologi dapat mengakselerasi pengembangan produk baru melalui efisiensi yang ditawarkan dengan meminimalkan tenaga kerja. Namun, sebagai konsekuensinya perusahaan memerlukan dukungan keuangan dan sumber daya intelektual yang jauh lebih banyak untuk menunjang keberlanjutan inovasinya. Oleh karena itu, perusahaan perlu berkolaborasi dengan perusahaan diluar negaranya untuk memenuhi sumber daya keuangan dan kemampuan spesialisasi. Selain itu, kemajuan komunikasi dan transportasi memungkinkan kita untuk belajar dari negara lain serta memenuhi keinginan terhadap produk dan jasa yang dikembangkan dibelahan dunia lain. Peningkatan komunikasi dan transportasi tidak hanya mempercepat interaksi, namun juga meningkatkan kemampuan manajer dalam memantau operasional perusahaan diluar negeri (Daniels, Radebaugh, & Sullivan, 2013).