Vélora
Di era modern saat ini, tingkat stres masyarakat semakin meningkat akibat berbagai tuntutan aktivitas sehari-hari, baik yang berasal dari lingkungan akademik, pekerjaan, maupun kehidupan sosial. Banyak individu mencari cara sederhana untuk menciptakan suasana yang lebih tenang dan nyaman di rumah sebagai bentuk self-care. Di sisi lain, limbah minyak jelantah masih menjadi permasalahan lingkungan yang serius karena sering dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah sehingga dapat mencemari lingkungan dan mengganggu ekosistem. Selain itu, masyarakat, khususnya generasi muda, semakin tertarik pada dekorasi ruangan yang tidak hanya memiliki fungsi praktis tetapi juga mampu meningkatkan estetika ruang. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan akan produk yang mampu menjawab masalah stres, lingkungan, dan kebutuhan dekorasi secara bersamaan.
Velora hadir sebagai solusi inovatif yang menggabungkan fungsi aromaterapi, dekorasi ruangan, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam satu produk. Produk ini memanfaatkan minyak jelantah yang telah diolah menjadi bahan dasar lilin aromaterapi sehingga memberikan nilai tambah pada limbah yang sebelumnya tidak bernilai. Aroma terapi yang dihasilkan membantu menciptakan suasana rileks, nyaman, dan menenangkan sehingga dapat membantu mengurangi stres setelah menjalani aktivitas sehari-hari. Selain itu, desain lilin yang menarik dan estetik menjadikan produk ini tidak hanya berfungsi sebagai pengharum ruangan tetapi juga sebagai dekorasi yang dapat mempercantik kamar, ruang kerja, maupun ruang tamu. Dengan demikian, Velora menawarkan manfaat fungsional, emosional, dan lingkungan secara bersamaan.
Potensi pasar Velora sangat besar karena menyasar kelompok konsumen yang sedang berkembang, yaitu Generasi Z dan Milenial yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap produk aromaterapi, dekorasi rumah, dan gaya hidup estetik. Berdasarkan estimasi, Total Addressable Market (TAM) Velora mencapai sekitar Rp1,1–1,2 triliun per tahun yang menunjukkan besarnya peluang pasar di Indonesia. Dari total pasar tersebut, Serviceable Available Market (SAM) yang menjadi target utama perusahaan diperkirakan bernilai sekitar Rp62 miliar per tahun dengan fokus pada pengguna aktif media sosial, pecinta dekorasi estetik, serta pembeli hadiah dan hampers di wilayah perkotaan. Sementara itu, Serviceable Obtainable Market (SOM) atau pasar yang realistis dapat diraih pada tahap awal bisnis diperkirakan mencapai sekitar Rp255 juta per tahun. Data ini menunjukkan bahwa Velora memiliki peluang pertumbuhan yang menjanjikan dan ruang ekspansi yang luas di masa mendatang.
Model bisnis Velora dirancang untuk menciptakan nilai bagi konsumen melalui produk dekorasi aromaterapi yang ramah lingkungan dan memiliki desain unik. Nilai utama yang ditawarkan adalah produk lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah yang mampu memberikan manfaat relaksasi sekaligus mempercantik ruangan. Target pelanggan utama terdiri dari Generasi Z, Milenial, pecinta dekorasi estetik, konsumen eco-friendly, serta pembeli hadiah dan hampers. Penjualan dilakukan melalui berbagai saluran digital seperti marketplace dan media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Hubungan dengan pelanggan dibangun melalui interaksi digital, konten edukatif, serta ulasan pelanggan yang dapat meningkatkan kepercayaan terhadap merek. Dengan struktur biaya yang efisien dan sumber pendapatan yang berasal dari penjualan produk, Velora memiliki model bisnis yang berkelanjutan dan berpotensi berkembang dalam jangka panjang.
Strategi pemasaran Velora berfokus pada pemanfaatan platform digital yang banyak digunakan oleh target pasar. Melalui Instagram Reels dan TikTok, Velora dapat menampilkan konten kreatif yang memperlihatkan keunikan produk sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya sustainability dan self-care. Selain itu, strategi user-generated content dan testimoni pelanggan dimanfaatkan untuk meningkatkan kredibilitas produk serta mendorong pembelian melalui rekomendasi dari pengguna lain. Di marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, Velora menerapkan program promosi berupa bundling dan gratis ongkir untuk meningkatkan daya tarik konsumen. Tidak hanya itu, Velora juga menjalin kerja sama dengan komunitas peduli lingkungan, coffee shop, florist lokal, serta mengikuti bazar UMKM dan event kampus untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat brand awareness.
Dalam proses produksinya, Velora menggunakan berbagai bahan baku seperti gel wax, stearic acid, minyak jelantah, minyak aromaterapi, gelas lilin, hiasan kerang, dan kemasan pendukung lainnya. Total biaya produksi atau Cost of Goods Sold (COGS) untuk satu unit produk diperkirakan sebesar Rp21.615. Biaya tersebut sudah mencakup bahan baku utama, kemasan, energi produksi, serta biaya tenaga kerja. Dengan pengelolaan biaya yang efisien, perusahaan dapat menjaga kualitas produk tanpa harus menetapkan harga jual yang terlalu tinggi bagi konsumen. Struktur biaya yang relatif rendah ini menjadi salah satu keunggulan kompetitif Velora karena memungkinkan perusahaan memperoleh margin keuntungan yang menarik sekaligus tetap menawarkan produk dengan harga yang terjangkau di pasar.
Dari sisi finansial, Velora menunjukkan prospek usaha yang cukup menjanjikan. Perhitungan Break Even Point (BEP) menunjukkan bahwa perusahaan hanya perlu menjual sekitar 7 unit produk per bulan untuk mencapai titik impas. Sementara itu, kapasitas produksi yang direncanakan mencapai 834 unit per bulan atau sekitar 10.008 unit per tahun, sehingga jumlah produksi berada jauh di atas batas minimum yang dibutuhkan untuk menutup biaya operasional. Selain itu, Return on Investment (ROI) mencapai 34,24% per tahun dengan periode pengembalian modal sekitar 2,92 tahun. Hasil ini menunjukkan bahwa investasi pada Velora memiliki tingkat keuntungan yang menarik dan risiko yang relatif rendah karena modal dapat kembali dalam waktu kurang dari tiga tahun.
Velora merupakan peluang bisnis yang menarik karena menggabungkan inovasi produk, tren pasar yang berkembang, dan konsep keberlanjutan lingkungan. Produk ini memiliki keunikan karena mengombinasikan fungsi dekorasi dan aromaterapi dengan memanfaatkan limbah minyak jelantah sebagai bahan baku utama. Pasar yang dituju juga terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk dekorasi rumah, hampers, souvenir, dan gaya hidup ramah lingkungan. Dari sisi bisnis, biaya produksi yang terjangkau memberikan peluang keuntungan yang baik, sementara variasi desain, aroma, dan kemitraan dengan berbagai pihak memungkinkan usaha ini untuk terus diperluas. Lebih dari sekadar lilin aromaterapi, Velora berupaya menciptakan pengalaman dan momen yang berkesan bagi pelanggan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
Team

Anggota Kelompok :
- Fiera Adelia Putri – 2802550604 (CEO)
- Sandra Agnesia – 2802553695 (CFO)
- She She Adelia Ravani – 2802553045 (COO)
- Kalea Okta Putri – 2802555441 (CMO)
- Muhammad Rezick Fardan – 2802549092 (CTO)
Comments :