TURNING TEXTILE WASTE INTO WEARABLE ARTS WITH LOOPIES

1. Problem Statement
Industri fashion saat ini masih menghadapi permasalahan limbah tekstil yang cukup besar. Berbagai sisa produksi seperti kain perca dan kancing bekas sering kali tidak dimanfaatkan kembali dan berakhir menjadi sampah, padahal material tesebut masih memiliki potensi untuk digunakan sebagai produk bernilai tambah. Di sisi lain, banyak aksesoris fashion yang beredar di pasaran diproduksi secara massal sehingga cenderung memiliki desain yang serupa dan kurang memberikan ruang bagi konsumen untuk mengekspresikan identitas serta preferensi probadinya.
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat khususnya generasi muda terhadap isu lingkungan, permintaan terhadap produk fashion yang berkelanjutan juga semakin meningkat. Konsumen tidak hanya mencari produk yang menarik secara visual, tetapi juga produk yang memiliki nilai lingkungan yang unik, personal, dan terjangkau menjadi celah yang perlu dijawab melalui inovasi produk yang lebih berkelanjutan.
2. Solution / Product Idea
Loopies hadir sebagai solusi sustainable fashion yang mengubah limbah tekstil seperti kancing bekas dan kain perca menjadi aksesoris handmade yang bernilai guna dan bernilai jual. Melalui konsep upcycling, material yang sebelumnya dianggap sebagai limbah diolah kembali menjadi berbagai aksesoris seperti jepit rambut.
Setiap produk Loopies dibuat secara handmade sehingga menghasilkan karakter yang unik dan tidak bersifat mass-produced. Selain itu, konsumen diberikan kesempatan untuk melakukan personalisasi produk melaului pemilihan warna desain, ukuran, maupun kombinasi aksesoris sesuai preferensi masing-masing. Pendekatan ini memungkinkan konsumen memperoleh produk yang lebih personal sekaligus berkontribusi dalam mendukung praktik konsumsi yang lebih ramah lingkungan. Dengan menggabungkan kreativitas, personalisasi, dan pemanfaatan limbah tekstil, Loopies tidak hanya menawarkan aksesoris fashion yang estetis tetapi juga memberikan alternatif produk yang berkelanjutan, terjangkau, dan memiliki nilai cerita di balik proses pembuatannya. Produk ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah serta mendorong penerapan ekonomi sirkular dalam industri fashion.
3. Market Analysis
Pasar aksesori rambut handmade memiliki peluang yang besar, terutama karena Generasi Z semakin menyukai produk yang unik, personal, dan ramah lingkungan. Tren ini mendorong meningkatnya permintaan terhadap produk handmade dan custom, sehingga Loopies hadir sebagai solusi melalui aksesori rambut yang kreatif dan berkelanjutan.
Meskipun terdapat kompetitor seperti Button On dan Craftsome yang menjual produk serupa dengan harga sekitar Rp29.000 per buah, Loopies memiliki peluang untuk bersaing melalui desain yang lebih unik dan penggunaan bahan yang lebih ramah lingkungan. Target pasar utama Loopies adalah perempuan berusia 15–30 tahun yang menyukai aksesori handmade dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Berdasarkan analisis pasar, Loopies memiliki Total Available Market (TAM) sebesar Rp3,375 miliar dan Serviceable Available Market (SAM) sebesar Rp1,012 miliar. Pada tahap awal, Serviceable Obtainable Market (SOM) diperkirakan mencapai Rp5,4 juta per bulan atau sekitar Rp64,768 juta per tahun. Data ini menunjukkan bahwa Loopies memiliki potensi pertumbuhan yang baik di pasar aksesori rambut handmade yang terus berkembang.
4. Business Model
Loopies adalah usaha aksesori rambut handmade yang memanfaatkan bahan daur ulang untuk menciptakan produk yang unik, ramah lingkungan, dan dapat disesuaikan dengan keinginan pelanggan. Dalam menjalankan usahanya, Loopies bekerja sama dengan pemasok bahan baku seperti kancing bekas, kain perca, lem, dan aksesori pendukung lainnya.
Aktivitas utama bisnis meliputi pengadaan bahan baku, produksi klip rambut handmade, pengemasan produk, promosi melalui media sosial, serta pelayanan pesanan custom. Nilai utama yang ditawarkan adalah produk yang eksklusif, personal, dan mendukung gaya hidup berkelanjutan melalui penggunaan bahan daur ulang.
Pemasaran dilakukan melalui Instagram, promosi dari mulut ke mulut, dan partisipasi dalam bazar. Target pasar Loopies adalah perempuan usia 15–30 tahun yang menyukai aksesori unik dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Pendapatan diperoleh dari penjualan produk serta layanan custom, sedangkan biaya usaha mencakup biaya produksi, pemasaran, kemasan, dan operasional. Dengan model bisnis ini, Loopies berupaya memenuhi kebutuhan konsumen akan aksesori yang menarik sekaligus ramah lingkungan.
5. Financial
5.1 Cost of Goods Sold (COGS)
Cost of Goods Solds (COGS) adalah total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi satu unit produk Loopies. Komponen biaya meliputi bahan baku, kemasan, dan baiay produksi langsung yang dapat dilihat pada Tabel 1.

Rumus perhitungan untuk COGS:
COGS = Biaya bahan baku + Biaya tenaga kerja
COGS = Rp 3.043 + Rp 3.000
COGS = Rp 6.043
Berdasarkan perhitungan tersebut, biaya produksi satu unit produk Loopies adalah Rp 6.043.
5.2 Break Even Point (BEP)
Break Even Point (BEP) adalah titik impas atau kondisi ketika total pendapatan sama dengan total biaya sehingga perusahaan tidka mengalami kerugian maupun keuntungan. Rumus perhitungan untuk BEP:

Diketahui:
- Harga Jual = Rp 15.000 – Rp 25.000
- COGS = Rp 6.043
- Modal awal = Rp 348.584
Ditanya: BEP
Dijawab:
Keuntungan per jepitan: Harga jual – COGS
Keuntungan minimal per jepitan = Rp 15.000 – Rp 6.043 = Rp 8.957
Keuntungan maksimal per jepitan = Rp 25.000 – Rp 6.043 = Rp 18.957
![]()

Berdasarkan dengan hasil perhitungan, Loopie perlu menjual kurang lebih 18 – 39 unit untuk menutupi seluruh biaya produksi dan operasional. Penjualan diatas jumlah tesebut akan menghasilkan keuntungan.
6. Team & Role
- Ashley Callista Kurniawan (CEO)
- Jesica Alberta Wijaya (CFO)
- Rafaella Daniella (COO)
- Vanessa Keelin (CMO)
7. Call to Action
Loopies merupakan produk yang menggabungkan kreativitas, nilai estetika, dan keberlanjutan dalam satu aksesori yang menarik. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk ramah lingkungan, Loopies memiliki peluang yang besar untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, kami mengundang investor dan mitra potensial untuk mendukung pengembangan Loopies serta bersama-sama menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan industri fashion berkelanjutan.
8. Binus Festival Documentation
https://drive.google.com/file/d/1Pf4BrZe4ILLWPZHukI8zZuIUJXJQPi0V/view?usp=drivesdk
9. Market Validation Reflection
9.1 Introduction
Loopies adalah jepit rambut handmade yang dibuat dari kancing daur ulang menjadi aksesori yang lucu dan unik. Produk ini hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan aksesori yang menarik sekaligus ramah lingkungan. Untuk mendukung konsep keberlanjutan, Loopies juga menggunakan paper bag sebagai kemasan sehingga dapat mengurangi penggunaan plastik. Dengan demikian, Loopies menawarkan produk yang estetik, fungsional, dan eco-friendly
9.2 Target Audience Research
Target audience utama Loopie adalah perempuan berusia 15–25 tahun, termasuk pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda yang memiliki ketertarikan terhadap fashion dan aksesoris rambut. Kelompok ini dipilih karena merupakan pengguna aktif jepitan rambut dalam aktivitas sehari-hari serta cenderung mengikuti tren yang berkembang di media sosial. Selain memperhatikan fungsi produk, mereka juga mempertimbangkan desain, kualitas, dan harga saat melakukan pembelian. Oleh karena itu, Loopie dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan jepitan rambut yang praktis, nyaman digunakan, dan memiliki desain yang menarik sesuai dengan preferensi target pasar.
9.3 Validation Methods
Validasi pasar dilakukan menggunakan Google Form dan wawancara singkat kepada calon konsumen yang sesuai dengan target pasar produk Loopie. Metode ini dipilih karena dapat mengumpulkan data secara cepat sekaligus memperoleh masukan yang lebih mendalam mengenai produk. Hasil validasi menunjukkan bahwa sebagian besar responden tertarik dengan Loopie karena desainnya yang menarik dan praktis digunakan.
9.4 Data and Insights
Berdasarkan hasil validasi pasar yang melibatkan 38 responden, mayoritas responden memberikan tanggapan positif terhadap produk yang ditawarkan. Desain produk dinilai unik, lucu, dan menarik, dengan banya responden menyukai konsep penggunaan bahan limbah kancing yang diolah menjadi aksesoris baru. Fitur kustomisasi produk serta variasi aksesoris juga menjadi nilai tambah yang diapresiasi oleh calon konsumen.
Meskipun demikian, terdapat beberapa masukan yang perlu diperhatikan. Responden menganggap cariasi kancing dan aksesoris yang tersedia masih kurang menarik serta kurang beragam. Selain itu, beberapa responden menilai harga produk relatif mahal dan kemasannya belum cukup menarik untuk meningkatkan daya tarik pemberlian. Adanya pertanyaan mengenai penggunaan bahan limbah dan proses produksi juga menunjukkan bahwa konsumen membutuhkan informasi yang lebih jelas terkait kualitas, keamanan, dan keberlanjutan produk.
9.5 Challenges Encountered
Tantangan yang dihadapi selama validasi pasar adalah jumlah responden yang terbatas dan perbedaan preferensi terhadap desain serta warna produk. Hal ini membuat hasil yang diperoleh belum sepenuhnya mewakili seluruh target pasar. Untuk mengatasinya, diperlukan pengumpulan data dari lebih banyak responden pada tahap validasi berikutnya.
9.6 Actionable Outcomes
Berdasarkan feedback yang diperoleh, beberapa langkah perbaikan yang dapat dilakukan adalah menambah variasi ukuran, model kancing, jepitan, dan aksesoris untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen. Selain itu, pengembangan lini produk seperti gelang dan bando dapat dipertimbangkan untuk memperluas target. Dari sisi pemasaran, produk dapat dimulai dipasarkan melalui platform online agar lebih mudah dijangkau oleh calon pelanggan. Perbaikan desain kemasan juga eprlu dilakukan untuk meningkatkan nilai estetika dan kesan profesioanl produk. Selain itu, informasi mengenai asal bahan limbah, proses produksi, serta kualitas produk akan ditampilkan dengan lebih jelas untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Ke depannya, penggunaan lem dengan daya tahan yang lebih baik dan evaluasi strategi harga juga dapat dilakukan guna meningkatkan kualitas produk dan kepuasan pelanggan.
9.7 Conclusion
Berdasarkan hasil validasi pasar, Loopies mendapatkan respons yang positif dari target konsumen karena desainnya yang unik, menarik, dan ramah lingkungan. Namun, terdapat beberapa masukan terkait variasi desain, kemasan, dan harga yang perlu diperbaiki. Ke depannya, Loopies akan fokus pada pengembangan produk, peningkatan kualitas, penyempurnaan kemasan, serta pemasaran digital untuk meningkatkan daya tarik dan kepercayaan konsumen.
10. Image of Loopies’ Business Activities

Dosen Pengampu :
Roni Heryatno, S.E., MM
Comments :