Honey Jelly Milktea: Alternatif Bubble Tea yang Lebih Sehat by CUBEE

Minuman boba atau bubble tea menjadi salah satu tren minuman yang berkembang sangat pesat sejak masa pandemi COVID-19. Pada masa tersebut, masyarakat cenderung mencari hiburan sederhana melalui makanan dan minuman kekinian sehingga konsumsi bubble tea meningkat secara signifikan. Berbagai merek menghadirkan inovasi rasa, topping, dan kemasan yang menarik untuk menarik perhatian konsumen, terutama remaja dan dewasa muda. Ciri khas utama bubble tea terletak pada topping boba berbahan tepung tapioka yang memiliki tekstur kenyal dan rasa manis dari gula aren atau brown sugar.
Popularitas bubble tea juga didukung oleh perkembangan platform food delivery dan media sosial yang memperluas jangkauan pasar secara signifikan. Konsumen dapat dengan mudah membeli produk melalui aplikasi online sekaligus menemukan berbagai rekomendasi minuman melalui konten TikTok maupun Instagram. Kombinasi milk tea yang creamy dengan tekstur boba yang chewy menjadikan minuman ini sangat diminati oleh berbagai kalangan. Tren tersebut menunjukkan bahwa industri minuman kekinian masih memiliki peluang pasar yang besar untuk terus berkembang.
Di balik popularitasnya, bubble tea memiliki kandungan gula dan kalori yang cukup tinggi. Kandungan gula berasal dari campuran milk tea, sirup tambahan, serta topping boba yang dimasak menggunakan gula dalam jumlah besar. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, kerusakan gigi, hingga gangguan ginjal. Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap healthy lifestyle membuat konsumen mulai lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Kondisi tersebut membuka peluang untuk menghadirkan alternatif minuman kekinian yang lebih sehat namun tetap memiliki rasa yang enjoyable. Berdasarkan hal tersebut, dikembangkanlah Honey Jelly Milktea sebagai inovasi minuman milk tea dengan topping honey jelly yang lebih alami. Produk ini menggunakan madu sebagai sumber rasa manis utama tanpa tambahan gula sehingga menghasilkan rasa yang tetap nikmat. Selain itu, Honey Jelly Milktea tidak menggunakan pengawet maupun pewarna sintetik sehingga lebih aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang.

Honey Jelly Milktea hadir dengan konsep “healthy but enjoyable” untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern yang ingin menikmati minuman kekinian tanpa mengonsumsi gula secara berlebihan. Topping honey jelly memiliki tekstur kenyal menyerupai boba, tetapi dibuat menggunakan bahan yang lebih alami. Inovasi ini memberikan pengalaman baru bagi konsumen yang ingin mencoba alternatif bubble tea dengan konsep yang lebih sehat. Produk juga menawarkan nilai tambah melalui penggunaan honey jelly sebagai topping unik yang berbeda dari kompetitor.

Berdasarkan analisis pasar menggunakan metode TAM, SAM, dan SOM, Honey Jelly Milktea memiliki potensi bisnis yang cukup besar. Total Addressable Market (TAM) diperkirakan mencapai Rp965 miliar dengan lebih dari 4 juta konsumen di wilayah Jabodetabek. Serviceable Available Market (SAM) difokuskan pada wilayah Tangerang dengan estimasi pasar sebesar Rp20 miliar. Sementara itu, Serviceable Obtainable Market (SOM) menargetkan lingkungan BINUS Alam Sutera dengan target penjualan awal sekitar 100 cup per hari.

Business model Honey Jelly Milktea dirancang untuk menciptakan nilai melalui inovasi minuman sehat yang sesuai dengan tren healthy lifestyle. Target utama produk adalah remaja dan dewasa muda, khususnya mahasiswa dan penikmat minuman kekinian di wilayah Tangerang dan sekitarnya. Distribusi dilakukan melalui penjualan langsung, pemesanan online, serta kerja sama dengan platform food delivery. Selain itu, strategi pemasaran difokuskan pada media sosial melalui TikTok Ads, Instagram Ads, serta kolaborasi dengan micro influencer dan food reviewer untuk meningkatkan brand awareness.
Berdasarkan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), biaya produksi per cup berkisar antara Rp10.556 hingga Rp11.846 tergantung varian produk. Dengan harga jual Rp20.000 per cup dan target penjualan 100 cup per hari, total revenue tahunan diperkirakan mencapai Rp2 miliar dengan profit sekitar Rp897 juta. Selain itu, perhitungan Break Even Point (BEP) menunjukkan bahwa titik impas dapat tercapai dalam waktu sekitar 20 bulan.

Dengan konsep “Healthy choices should still feel enjoyable”, Honey Jelly Milktea diharapkan mampu menjadi pilihan minuman kekinian yang lezat, menarik, dan mendukung gaya hidup sehat masyarakat modern.
References
Is bubble tea bad for you? New research raises red flags. (2026, February 26). ScienceDaily. https://www.sciencedaily.com/releases/2026/02/260228093502.htm
Indrawan, U., Wismiarsi, T., & Hatta, H. (2025). Understanding Repurchase Decision of Boba Milk Drink among Gen Z in Jakarta. Journal of Business & Applied Management, 18(2), 129. https://doi.org/10.30813/jbam.v18i2.9040
Ridwan, P. P. (2026, May 26). Statistik Boba Asia Tenggara. GoodStats. https://goodstats.id/article/statistik-boba-asia-tenggara-Cl7xW
Ukuran Pasar, Pangsa & Analisis Industri Bubble Tea, Berdasarkan Jenis (Teh Hitam, Teh Hijau, Teh Oolong, dan Teh Putih), Berdasarkan Rasa (Original, Buah, Cokelat, Kopi, dan Lainnya), dan Prakiraan Regional, 2026 – 2034. (2026, May 11). Fortune Business Insights. Retrieved May 27, 2026, from https://www.fortunebusinessinsights.com/industry-reports/bubble-tea-market-101564
Data, G. (2025, August 27). Publik Indonesia makin rajin olahraga. GoodStats Data. https://data.goodstats.id/statistic/publik-indonesia-makin-rajin-olahraga-WWQM3
Yuslianson. (2025, December 17). Garmin Connect Data Report 2025 Ungkap Tren Olahraga di Indonesia, Padel Naik 1.684 Persen. liputan6.com. https://www.liputan6.com/amp/6237686/garmin-connect-data-report-2025-ungkap-tren-olahraga-di-indonesia-padel-naik-1684-persen
Fadhlannisa, N. F. (2025, August 24). From padel to Pilates, health and fitness are powering Indonesia’s next consumer wave. The Business Times. https://www.businesstimes.com.sg/wealth/wealth-investing/padel-pilates-health-and-fitness-are-powering-indonesias-next-consumer-wave
Dosen Pengampu: Roni Heryatno, S.E., MM
Comments :