Serenitea: Inovasi Es Krim Berbasis Bunga Alami untuk Pasar Dessert Modern
Industri es krim di Indonesia terus mengalami perkembangan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk dessert yang tidak hanya lezat, tetapi juga menawarkan pengalaman konsumsi yang unik. Meskipun demikian, sebagian besar produk es krim yang beredar di pasaran masih didominasi oleh rasa-rasa konvensional seperti cokelat, vanila, dan stroberi. Kondisi ini membuka peluang bagi pengembangan produk es krim dengan karakteristik yang lebih inovatif dan berbeda. Selain itu, meningkatnya kesadaran konsumen terhadap penggunaan bahan alami mendorong permintaan terhadap produk pangan yang bebas dari perisa sintetis dan memiliki nilai tambah dari segi kualitas bahan baku (Vashisht et al., 2024).

Serenitea hadir sebagai inovasi es krim premium berbasis bunga alami yang mengombinasikan cita rasa unik, tampilan estetik, dan pengalaman sensori yang berbeda dari es krim pada umumnya. Produk ini memanfaatkan bunga melati dan bunga telang sebagai bahan utama untuk menghasilkan aroma lembut, warna alami yang menarik, serta profil rasa yang khas. Penggunaan bunga sebagai bahan pangan juga semakin mendapat perhatian karena selain memberikan karakteristik sensori yang unik, beberapa jenis edible flowers diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan (Hasanah et al., 2023).

Serenitea menawarkan beberapa varian produk seperti Butterfly Pea Cream Bliss, Caramel Jasmine Royale, dan Jasmine Marie Crumble. Setiap varian dikembangkan dengan kombinasi es krim berbasis bunga alami serta tambahan topping seperti cream cheese, caramel, dan biscuit crumble untuk menciptakan pengalaman rasa yang lebih kompleks. Konsep produk ini berfokus pada keseimbangan antara rasa, aroma, tekstur, dan visual sehingga mampu memberikan pengalaman menikmati dessert yang lebih berkesan. Pendekatan multisensori seperti ini diketahui dapat meningkatkan kepuasan konsumen dan memperkuat persepsi kualitas suatu produk pangan (Dahliana et al., 2025).
Selain menawarkan pengalaman baru, Serenitea juga mengusung konsep 100% bahan alami tanpa perisa sintetis. Tren clean label saat ini menunjukkan bahwa konsumen semakin memperhatikan komposisi bahan dalam produk pangan dan cenderung memilih produk yang menggunakan bahan alami dibandingkan bahan aditif sintetis. Produk dengan label alami dinilai lebih sehat, lebih aman, dan memiliki nilai premium yang lebih tinggi di mata konsumen. Oleh karena itu, penggunaan bunga alami menjadi salah satu keunggulan kompetitif Serenitea dibandingkan produk es krim konvensional (Vashisht et al., 2024).

Bunga telang dipilih karena menghasilkan warna biru alami yang menarik tanpa memerlukan pewarna tambahan. Warna tersebut berasal dari pigmen antosianin yang stabil pada kondisi tertentu dan telah banyak dimanfaatkan sebagai pewarna alami dalam berbagai produk pangan. Selain memberikan nilai estetika, bunga telang juga mengandung senyawa antioksidan yang berpotensi meningkatkan nilai fungsional produk. Sementara itu, bunga jasmine memberikan aroma floral yang lembut sehingga mampu menciptakan sensasi relaksasi dan meningkatkan pengalaman sensorik konsumen selama mengonsumsi es krim (Hasanah et al., 2023).
Berdasarkan analisis pasar yang dilakukan menggunakan metode TAM, SAM, dan SOM, Serenitea memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Total Addressable Market (TAM) diperkirakan mencapai sekitar Rp16 triliun, yang merepresentasikan keseluruhan pasar industri es krim Indonesia. Serviceable Available Market (SAM) difokuskan pada konsumen Generasi Z dan Milenial di wilayah Jabodetabek yang menyukai dessert unik dan estetik dengan potensi pasar sekitar Rp480 miliar. Sementara itu, Serviceable Obtainable Market (SOM) pada tahap awal diperkirakan mencapai Rp648 juta per tahun melalui penjualan tiga varian produk utama dengan target pasar yang lebih spesifik di sekitar wilayah Alam Sutera dan Tangerang.

Target utama Serenitea adalah konsumen berusia 18–35 tahun, terutama mahasiswa dan pekerja muda yang memiliki ketertarikan terhadap produk makanan baru, tren kuliner kekinian, serta produk dengan tampilan yang menarik untuk dibagikan di media sosial. Untuk menjangkau target pasar tersebut, strategi pemasaran difokuskan pada platform digital seperti Instagram dan TikTok melalui konten visual yang estetik, edukasi mengenai bahan alami, serta kampanye User-Generated Content (UGC). Penelitian menunjukkan bahwa UGC memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian karena dianggap lebih autentik dan terpercaya dibandingkan iklan konvensional.
Selain pemasaran digital, Serenitea juga memanfaatkan bazaar, pop-up booth, dan berbagai event kampus sebagai sarana untuk meningkatkan brand awareness serta memberikan kesempatan kepada konsumen untuk mencoba produk secara langsung. Kolaborasi dengan influencer, food reviewer, dan brand F&B lokal juga menjadi strategi penting dalam memperluas jangkauan pasar serta membangun citra merek yang kuat di kalangan konsumen muda.

Model bisnis Serenitea dirancang dengan memanfaatkan kombinasi inovasi produk, pemasaran digital, dan pengalaman konsumen sebagai sumber utama penciptaan nilai. Pendapatan diperoleh melalui penjualan langsung es krim per cup, kegiatan bazaar, pop-up booth, serta peluang kolaborasi dengan merek dessert dan F&B lainnya. Dengan dukungan tim yang memiliki latar belakang Teknologi Pangan serta pengalaman dalam pengembangan dan penjualan produk pangan, Serenitea memiliki fondasi yang kuat untuk terus berkembang sebagai brand dessert inovatif yang menawarkan pengalaman baru bagi konsumen.
Melalui konsep “Creating a modern dessert experience that combines flavor, aesthetics, and emotional connection”, Serenitea tidak hanya menawarkan es krim sebagai produk makanan, tetapi juga menghadirkan pengalaman menikmati dessert yang unik, estetik, dan berkesan. Inovasi penggunaan bunga alami sebagai bahan utama diharapkan mampu menjadi pembeda yang kuat di pasar serta membuka peluang pengembangan produk pangan berbasis bunga lainnya di masa mendatang.
Referensi
Dahliana, D., Jannat, R., Abir, T., Zarin, N., & Peris, S. F. (2025). User-Generated Contents, Purchase Intention, and the Mediating Role of Attitude- Exploring the Context of Developing Nations. Jurnal Manajemen Universitas Bung Hatta, 20(1), 1–17. https://doi.org/10.37301/jmubh.v20i1.27092
Hasanah, N. N., Mohamad Azman, E., Rozzamri, A., Zainal Abedin, N. H., & Ismail-Fitry, M. R. (2023). A Systematic Review of Butterfly Pea Flower (Clitoria ternatea L.): Extraction and Application as a Food Freshness pH-Indicator for Polymer-Based Intelligent Packaging. Polymers, 15(11), 2541. https://doi.org/10.3390/polym1511254
Vashisht, P., Singh, L., Saini, G. S., Gill, A., Verma, D., Sharma, A., Bihola, A., Sahni, O., Kaur, J., & Chauhan, D. S. (2024). Review of Clean Label Trends in Yogurt, Cheese and Ice cream sector. Food and Humanity, 100474–100474. https://doi.org/10.1016/j.foohum.2024.100474
Comments :