MADPENNY: LOADED DORILOCOS FOR EVERY CRAVING
MadPenny merupakan sebuah usaha kuliner yang menghadirkan Dorilocos sebagai camilan unik dan menarik bagi mahasiswa serta anak muda. Produk ini dikembangkan dengan menggabungkan keripik sebagai bahan utama dengan berbagai topping pilihan yang menghasilkan perpaduan rasa yang lezat, mengenyangkan, dan berbeda dari camilan pada umumnya. Melalui konsep ini, MadPenny berupaya memberikan pengalaman menikmati makanan yang tidak hanya enak tetapi juga menarik secara visual.
Ide bisnis MadPenny muncul dari kebutuhan mahasiswa dan anak muda yang sering mencari camilan praktis untuk dinikmati saat berkumpul, mengikuti kegiatan kampus, maupun sekadar mengisi waktu luang. Banyak camilan yang tersedia di pasaran memiliki konsep yang serupa sehingga kurang memberikan pengalaman baru bagi konsumen. Oleh karena itu, MadPenny hadir sebagai alternatif yang menawarkan kombinasi rasa, tampilan, dan pengalaman konsumsi yang lebih menarik.
Produk utama MadPenny terdiri dari dua varian, yaitu Dorilocos Asin dan Dorilocos Manis. Varian asin menggunakan Doritos yang dipadukan dengan jagung manis, lettuce, daging
ayam dan sapi, keju, serta mayones sehingga menghasilkan rasa gurih yang kaya. Sementara itu, varian manis menggunakan Chiki Balls yang dipadukan dengan susu kental manis dan berbagai topping manis lainnya. Kedua varian tersebut dirancang untuk memenuhi preferensi konsumen yang berbeda.
Target pasar MadPenny adalah mahasiswa dan anak muda berusia sekitar 17–24 tahun yang berada di lingkungan kampus dan sekitarnya. Selain itu, produk ini juga ditujukan bagi konsumen yang aktif di media sosial, gemar mencoba makanan baru, dan tertarik pada produk makanan dengan tampilan yang menarik. Karakteristik target pasar tersebut dinilai sesuai dengan konsep MadPenny yang mengedepankan kreativitas dan pengalaman konsumsi yang menyenangkan.
Untuk mengetahui potensi pasar, MadPenny melakukan analisis TAM, SAM, dan SOM. Hasil analisis menunjukkan bahwa MadPenny memiliki peluang yang cukup besar untuk berkembang karena berada pada industri makanan ringan yang terus diminati oleh masyarakat. Fokus utama pemasaran dilakukan pada mahasiswa dan anak muda yang dapat dijangkau melalui kegiatan kampus, media sosial, serta berbagai acara komunitas.
Sebagai bentuk validasi pasar, MadPenny melakukan survei kepada 34 responden yang telah mencoba produknya. Hasil survei menunjukkan bahwa topping menjadi aspek yang paling disukai oleh konsumen dengan persentase sebesar 47,1%, diikuti oleh rasa produk sebesar 29,4%. Selain itu, sebanyak 64,7% responden menyatakan tidak memiliki keluhan terhadap produk yang ditawarkan. Mayoritas responden juga menganggap informasi produk sudah jelas dan mudah dipahami.
Masukan yang diperoleh dari responden menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan produk di masa mendatang. Beberapa responden menyarankan penambahan jumlah topping, peningkatan kepraktisan packaging, serta penambahan variasi rasa baru. Masukan tersebut menunjukkan bahwa konsumen memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap produk dan berharap MadPenny dapat terus melakukan inovasi.
Dalam menjalankan bisnisnya, MadPenny menggunakan strategi pemasaran yang menggabungkan promosi online dan offline. Promosi online dilakukan melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp untuk meningkatkan awareness serta menjangkau lebih banyak konsumen. Sementara itu, promosi offline dilakukan melalui penjualan langsung pada kegiatan kampus dan berbagai acara mahasiswa sehingga konsumen dapat mencoba produk secara langsung.
Dari sisi keuangan, MadPenny menunjukkan hasil yang positif pada penjualan pertamanya.Total biaya produksi (COGS) yang dikeluarkan sebesar Rp475.000, sedangkan total pendapatan yang diperoleh mencapai Rp1.000.000. Dengan demikian, MadPenny berhasil memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp525.000. Hasil ini menunjukkan bahwa model bisnis yang diterapkan mampu menghasilkan keuntungan dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan.
Selain itu, analisis Break-Even Point (BEP) menunjukkan bahwa MadPenny telah berhasil mencapai titik impas pada penjualan awalnya. Dengan harga jual dan biaya produksi yang telah dihitung, bisnis ini mampu menutupi seluruh biaya yang dikeluarkan sekaligus menghasilkan keuntungan. Hal tersebut menjadi indikator bahwa MadPenny memiliki prospek yang baik untuk berkembang menjadi bisnis makanan ringan yang berkelanjutan.
Secara keseluruhan, MadPenny berhasil membuktikan bahwa konsep Dorilocos yang unik dan inovatif mampu menarik perhatian konsumen, khususnya mahasiswa dan anak muda. Dengan dukungan hasil validasi pasar yang positif, strategi pemasaran yang tepat, serta kinerja keuangan yang menguntungkan, MadPenny memiliki peluang besar untuk memperluas pasar dan menjadi salah satu pilihan camilan favorit di lingkungan kampus maupun masyarakat yang lebih luas.
Anggota Kelompok :
- Ayesha Nayyara
- Jomilio Aqsha Priyatna
- Kirana Evania Hanifa
- Muthia Shafa Aulia
Jurusan : Marketing Communication, BINUS University, Indonesia
Dosen Pengampu : Roni Heryatno., SE., M.M
Comments :