Introduction

Untuk ide bisnis ini, kami merancang LumeirAI, sebuah aplikasi yang dapat memindai produk kosmetik dan perawatan kulit (skincare) untuk memberikan informasi mendetail mengenai kandungan bahannya.

DATA

Terdapat permintaan pasar yang tinggi, terutama di kalangan usia 14–30 tahun yang semakin sadar akan kesehatan kulit. Kami percaya bahwa segmen ini membutuhkan solusi transparansi produk dan akan tertarik menggunakan model berlangganan (subscription) untuk fitur analisis mendalam.

Target Audience Research

  • Kami memfokuskan validasi pasar pada mahasiswa dan kalangan dewasa muda (usia 20 tahun).
  • Kami memilih demografi ini karena riset menunjukkan mereka adalah pengguna aktif skincare yang sering merasa bingung dengan istilah ilmiah pada label produk.
  • Kami menjangkau mereka melalui survei digital yang disebarkan lewat media sosial seperti Instagram, Twitter/X, dan Facebook. Metode ini sangat efektif untuk menarik calon pengguna potensial dan mendapatkan umpan balik secara cepat.

Validation Methods

Kami menggunakan metode survei dan wawancara, serta alat Feedback Grid untuk memetakan respons pengguna ke dalam empat kategori: hal positif, negatif, pertanyaan, dan ide baru. Metode ini memungkinkan kami memvisualisasikan area spesifik yang memerlukan perbaikan.

FEEDBACK GRID

Respons pengguna menunjukkan kepuasan tinggi terhadap fitur deteksi produk serta bahan dari produk dan kecepatan analisis AI. Pengguna merasa fungsionalitas aplikasi sudah matang dan membantu personalisasi.

Fitur yang Responden sukai:

  • Fitur Personalisasi dan Pencegahan Alergi: Responden paling menyukai kemampuan aplikasi untuk mempersonalisasi bahan yang harus dihindari (avoided ingredients) atau disukai (like ingredients) dan fitur yang dapat memperingatkan pengguna jika suatu produk mengandung bahan alergen.
  • Fitur AI dan Analisis Kandungan: Fitur foto produk, scan ingredients, deteksi dan analisis kandungan zat produk, serta kemampuan untuk bertanya dan chat dengan AI mengenai skincare sangat disukai.
  • Kemudahan Penggunaan dan Tampilan (UI/UX): Banyak responden memuji aplikasi karena mudah digunakan (simple), praktis, memiliki UI/UX yang bagus, dan didesain dengan matang.
  • Kondisi Wajah dan Informasi Spesifik: Aplikasi disukai karena memberikan informasi spesifik dan kemampuan untuk mengetahui kondisi muka pengguna secara langsung. Semua Fitur Disukai: Sejumlah responden menyatakan menyukai semua fitur atau seluruh aplikasi secara keseluruhan.

Fitur yang responden kurang suka atau membingungkan:

  • Isu Tampilan dan Antarmuka: Beberapa responden menyebutkan UI kurang user-friendly, bisa dibuat lebih menarik/elegan, dan adanya permintaan untuk fitur dark mode serta help (bantuan) bagi pengguna baru.
  • Kekurangan Fitur: Aplikasi tidak merekomendasikan produk apa yang harus digunakan.
  • Isu Informasi Produk: Sulit dimengerti saat pertama kali digunakan, dan pendeteksi produk skincare masih berbasis perbandingan dengan item yang sudah ada, membutuhkan pendataan produk baru secara terus menerus.

Challenges Encountered

Tantangan utama

  • Implementasi fitur pemindaian produk (scanning) masih belum mencapai akurasi yang diharapkan.

Hal ini sempat menghambat proses pengujian pengalaman pengguna. Untuk mengatasi hal ini, kami berencana memperbaiki algoritma pemindaian dan memperkaya database produk agar deteksi menjadi lebih akurat.

Tantangan utama bukan hanya pada teknik pemindaian, tetapi juga pada User Experience (UX) awal.
Kritik mengenai aplikasi yang membingungkan bagi pengguna baru menunjukkan bahwa perlunya untuk menyediakan onboarding process. Selain itu, ada keraguan dari pengguna mengenai cakupan database produk, di mana mereka mempertanyakan “bagaimana jika produk belum ada?”.

Actionable Outcomes

Berdasarkan saran konkret dari Feedback Grid, kami akan mengambil langkah berikut:

  • Step 1 – Edukasi Pengguna

Mengembangkan fitur Tutorial Aplikasi (disarankan oleh 2 responden) untuk mengatasi kebingungan pengguna baru.

  • Step 2 – Peningkatan Fitur

Memprioritaskan penambahan fitur Rekomendasi Skincare (3 suara) dan menambahkan lebih banyak produk pada database kami (4 suara) untuk menjawab kebutuhan pengguna akan saran produk yang lebih proaktif.

  • Step 3 – Integrasi Marketplace

Mempertimbangkan saran untuk menambahkan tautan langsung ke marketplace agar pengguna bisa langsung membeli produk yang cocok.

Conclusion

Proses market validation ini memberikan wawasan krusial. Meskipun fungsionalitas inti (deteksi bahan) diapresiasi, kami perlu memoles antarmuka (UI/UX) dan menyediakan panduan yang lebih jelas. Fokus kami selanjutnya adalah mengimplementasikan fitur tutorial dan rekomendasi personal untuk meningkatkan retensi pengguna.

 

Link video BiFest & Entre Corner:

https://drive.google.com/drive/folders/1ER3X0jdKUMFVELGaNbwbkmOYcYcZHowc

Anggota Kelompok:

  1. Takeshi Henderson Herman (2702306856)
  2. Erik Sanjaya (2702324745)
  3. Matthew Engelbert (2702255905)
  4. Anthony Gilles Rudolfo (2702242713)
  5. Evan Fredericksen Hartono (2702322853)

Dosen : Roni Heryatno, S.E., MM