Menemukan Makna di Balik Proses: Perjalanan Membangun Jiva
Oleh : Georgius Benedict Sungkharisma | NIM 2702370303
Dosen Kelas : Irene Teresa Rebecca Hutabarat, S.MB., M.M.
Selama satu semester, saya, Georgius Benedict, menjalani perjalanan yang penuh pembelajaran bersama tim Jiva dalam mengembangkan aplikasi kesehatan mental untuk mahasiswa. Proses ini dimulai dari satu pertanyaan sederhana: masalah apa yang benar-benar dialami oleh mahasiswa saat ini? Dari berbagai diskusi dan pengamatan, kami menyadari bahwa tekanan akademik dan stres mental merupakan isu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari mahasiswa. Dari sanalah lahir ide untuk menciptakan sebuah ruang aman—sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna mengekspresikan perasaan dan memantau kondisi mental mereka dengan lebih sadar dan terbuka.
Setelah ide terbentuk, kami mulai menyusun prototype awal. Saya terlibat langsung dalam merancang alur fitur utama, termasuk mood tracker dan self-assessment sebagai fondasi aplikasi. Tahap ini membuka mata saya bahwa membangun sebuah produk bukan hanya tentang membuat fitur bekerja, tetapi tentang memastikan fitur tersebut benar-benar bermakna bagi penggunanya.
Proses validasi pasar menjadi pengalaman yang sangat berharga. Melalui penyebaran Google Form di BIFEST dan GERBI, saya berkesempatan mendengar langsung suara pengguna. Banyak dari mereka mengapresiasi konsep yang kami tawarkan, namun juga memberikan kritik yang jujur—mulai dari tampilan UI yang dirasa kurang menarik hingga fitur yang masih belum cukup interaktif untuk membuat pengguna bertahan. Meskipun sempat terasa menantang, masukan-masukan inilah yang justru membuka perspektif baru dan membantu kami melihat kekurangan yang sebelumnya tidak kami sadari.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, kami melakukan perbaikan menyeluruh hingga aplikasi mencapai versi prototype final. Perubahan yang terjadi terasa signifikan—baik dari segi visual, alur penggunaan, maupun kejelasan tujuan fitur. Dari proses ini, saya belajar bahwa pengembangan produk tidak bisa hanya bergantung pada keyakinan internal tim. Produk yang baik lahir dari pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pengguna.
Pengalaman ini menjadi perjalanan penting bagi saya, bukan hanya sebagai bagian dari tim Jiva, tetapi juga sebagai individu yang ingin berkembang di dunia pengembangan produk digital. Saya belajar bahwa mendengarkan, beradaptasi, dan terus memperbaiki diri adalah kunci untuk menciptakan solusi yang benar-benar bermakna. Jiva bukan hanya proyek perkuliahan, tetapi sebuah proses pembelajaran yang membentuk cara saya berpikir dan melihat kebutuhan manusia di balik teknologi.
Comments :