Oleh : Rachella Geraldine Askaragita | NIM 2802473486

Dosen : Irene Teresa Rebecca Hutabarat, S.MB., M.M.

Melalui pengalaman mengikuti kegiatan kewirausahaan dan mengerjakan proyek bisnis, saya mendapatkan banyak pembelajaran berharga tentang dunia usaha, baik dari hasil observasi terhadap bisnis orang lain maupun dari proses membangun ide bisnis saya sendiri. Setiap tahapan yang saya lewati memberikan sudut pandang baru mengenai bagaimana sebuah usaha dapat tumbuh dari ide sederhana menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual.

Saat mengunjungi sebuah event kewirausahaan, saya mengamati beberapa booth makanan yang menarik perhatian. Salah satunya adalah booth yang menjual keju goreng berbalut kulit lumpia. Dari percakapan singkat dengan penjualnya, saya mengetahui bahwa ide tersebut muncul karena kejenuhan pasar terhadap jajanan yang itu-itu saja, seperti pisang goreng. Dari situ saya belajar bahwa peluang bisnis sering kali muncul dari keberanian melihat celah kecil dalam kebiasaan pasar dan menghadirkan variasi yang terasa baru, meskipun berbasis pada konsep yang sudah dikenal.

Saya juga mengunjungi booth yang menjual burrito khas Meksiko dengan sentuhan lokal berupa topping sambal matah dan cita rasa khas Manado. Pengalaman ini membuka pemahaman saya bahwa penyesuaian produk dengan selera lokal merupakan strategi penting agar sebuah produk lebih mudah diterima konsumen. Inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru, tetapi bisa juga melalui penggabungan budaya, rasa, dan preferensi pasar yang relevan.

Pembelajaran tersebut sangat membantu ketika saya mulai mengembangkan ide bisnis sendiri, yaitu Peach Gum Collagen Drink. Ide ini muncul dari pengamatan bahwa banyak anak muda tertarik pada minuman sehat dan produk kecantikan, tetapi tetap menginginkan rasa yang enak serta tampilan yang menarik. Dari situ, saya mencoba merancang produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika dan relevan dengan gaya hidup target pasar.

Selama proses pengembangan, saya menyadari bahwa tantangan bisnis tidak hanya terletak pada produk, tetapi juga pada penentuan harga, pemilihan bahan baku, serta cara menyampaikan nilai produk kepada konsumen. Pengalaman ini mengajarkan saya pentingnya evaluasi berkelanjutan, keterbukaan terhadap masukan, dan keberanian untuk menyesuaikan konsep agar bisnis dapat terus berkembang.

Secara keseluruhan, perjalanan ini membuat saya memahami bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak datang secara instan. Dibutuhkan kepekaan melihat peluang, pemahaman terhadap pasar, serta kemauan untuk terus belajar dan berinovasi. Dari proses inilah saya belajar bahwa bisnis bukan sekadar soal menjual produk, tetapi tentang menciptakan nilai dan menjawab kebutuhan nyata di sekitar kita.