Beanson: Meracik Proses, Menyeduh Makna dalam Setiap Usaha
Kelompok Bean-son :
Valerino Maserati – 2602135944
Yudanta Mahardika – 2602138252
Evan Narendra Suprayitno – 2602151235
Muhammad Azwar Perdana Azhari – 2602153612
Athallah Radhika Fabian Setiady – 2602153631
Dosen : Irene Teresa Rebecca Hutabarat, S.MB., M.M. (D5818)
A. Pengalaman Berusaha
Menjalani perjalanan membangun Beanson menjadi pengalaman yang melelahkan sekaligus sangat bermakna bagi kami. Mengatur alur usaha, menyiapkan segala kebutuhan, hingga memastikan semuanya berjalan dengan baik bukanlah hal yang mudah. Namun justru dari rasa lelah itulah kami merasakan semangat yang sesungguhnya. Kami belajar untuk berdiri tegak, berani menghadapi tantangan, dan terus melangkah demi mencapai hasil, manfaat, serta tujuan yang ingin kami capai bersama.
Kami mempersiapkan berbagai hal dengan penuh kesungguhan—mulai dari meja, taplak, mesin kopi, biji kopi, hingga bubuk kopi yang siap disajikan. Dalam proses ini, kami menyadari bahwa menjual kopi bukan sekadar soal menjual minuman, tetapi juga tentang seni dan rasa. Setiap proses penyeduhan memiliki peran penting agar cita rasa kopi tetap terjaga dan memberikan pengalaman terbaik bagi penikmatnya. Karena itu, kami menjalani setiap tahap dengan perlahan namun pasti.
Hasilnya terasa nyata ketika pelanggan mulai berdatangan. Ada yang membeli kopi siap minum, ada yang memilih bubuk kopi, dan ada pula yang membeli biji kopi. Dari sini kami belajar bahwa setiap orang memiliki cara sendiri dalam menikmati kopi. Meski bentuknya berbeda, tujuan mereka sama—mencari pengalaman dan kenikmatan dari secangkir kopi. Di titik inilah kami merasakan betapa istimewanya kopi sebagai medium yang menyatukan banyak selera dan cerita.
B. Pembelajaran Berusaha
Melalui proses ini, kami mendapatkan banyak pelajaran berharga. Salah satunya adalah bahwa menjalankan usaha tidak bisa dilakukan dengan setengah hati. Usaha menuntut komitmen, ketulusan, dan kesabaran. Jika dijalani dengan terpaksa, maka prosesnya akan terasa berat. Namun ketika dijalani dengan hati, setiap tantangan justru menjadi pembelajaran yang membentuk karakter.
Kami juga belajar untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Di tengah kesibukan berjualan, kami berusaha tetap membangun komunikasi, berbincang, dan menjalin relasi dengan orang-orang di sekitar. Dari situlah kami menyadari bahwa usaha bukan hanya soal produk, tetapi juga tentang hubungan antar manusia. Relasi yang terbangun menjadi fondasi penting dalam perjalanan bisnis.
Yang paling penting, kami belajar untuk tidak mudah menyerah. Memulai dari hal kecil bukanlah kelemahan, melainkan proses yang wajar. Kami memahami bahwa keuntungan bukanlah satu-satunya tujuan utama, melainkan hasil dari ketekunan dalam melakukan sesuatu yang kami sukai. Melalui Beanson, kami belajar bahwa usaha yang dijalankan dengan hati akan selalu memiliki makna—bukan hanya secara materi, tetapi juga secara personal dan emosional.
C. Dokumentasi



Comments :