Oleh: Evaldo Reynardi

Dosen Kelas : Irene Teresa Rebecca Hutabarat, S.MB., M.M.

Selama satu semester ini, saya mendapatkan banyak pembelajaran mengenai bagaimana sebuah ide bisnis dapat berkembang hingga akhirnya siap untuk diaplikasikan. Proses ini berawal dari kepedulian terhadap permasalahan di sekitar saya, khususnya kesulitan transportasi yang sering dialami oleh mahasiswa. Dari situ, lahirlah gagasan untuk menciptakan Rither, sebuah aplikasi ride-sharing berbasis komunitas mahasiswa yang bertujuan membantu mobilitas sehari-hari dengan cara yang lebih aman dan terjangkau.

Setelah menemukan ide dasar tersebut, langkah berikutnya adalah mempersiapkan produk agar dapat benar-benar direalisasikan. Proses requirement gathering menjadi tahap penting yang membuka pemahaman saya tentang bagaimana menggali kebutuhan pengguna secara lebih mendalam. Saya belajar bahwa sebuah fitur tidak dibuat berdasarkan asumsi semata, melainkan harus menjawab masalah nyata yang dialami oleh calon pengguna.

Tahap selanjutnya adalah penyusunan perencanaan bisnis, mulai dari penjabaran konsep produk, tujuan pengembangan, target pasar, hingga strategi bisnis yang dirangkum dalam Business Model Canvas (BMC). Melalui proses ini, saya belajar melihat bisnis secara lebih terstruktur dan menyeluruh. Tidak hanya berfokus pada ide, tetapi juga pada keberlanjutan, nilai yang ditawarkan, serta potensi pengembangannya ke depan.

Kami kemudian mulai melakukan tahap awal promosi dengan merancang konten media sosial serta membuat poster sebagai media promosi offline. Dari proses ini, saya menyadari pentingnya membangun ketertarikan dan keterlibatan calon pengguna sejak awal. Setelah produk mulai diperkenalkan, kami menerima banyak masukan dari mahasiswa BINUS. Feedback tersebut menjadi pembelajaran yang sangat berharga karena membantu kami melihat kekurangan yang sebelumnya tidak kami sadari.

Secara keseluruhan, perjalanan satu semester ini membuat saya memahami bahwa membangun sebuah bisnis bukan hanya tentang memiliki ide yang besar, tetapi juga tentang melakukan riset yang matang, membangun produk secara bertahap, menerima kritik dengan terbuka, dan terus melakukan perbaikan. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi saya untuk terus berkembang dan lebih siap menghadapi tantangan dalam dunia kewirausahaan ke depannya.