Minuman kopi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup banyak orang, memberikan energi dan meningkatkan konsentrasi. Namun, di balik manfaatnya, konsumsi kopi berlebihan dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan tidur dan masalah pencernaan. Sementara itu, kombucha, minuman fermentasi kaya probiotik, dikenal mampu mendukung kesehatan pencernaan. Lalu, bagaimana jika kedua minuman ini digabungkan menjadi satu? Inilah inovasi yang dihadirkan oleh Cofucha.

Cofucha adalah kombinasi unik antara kopi dan kombucha, yang memadukan manfaat energi dari kafein dengan probiotik yang baik untuk pencernaan. Nama Cofucha sendiri berasal dari gabungan kata “coffee” dan “kombucha.” Inovasi ini lahir dari riset mendalam oleh lima mahasiswa BINUS University: Pande Gede Arjun Aryana (COO), Kevin Hermanto (CMO), David (CEO), Nicholas Nelson (CTO), dan Ryan Filbert (CFO), di bawah bimbingan Ibu Irene Teresa Rebecca Hutabarat, S.Mb., M.M. Dengan semangat kewirausahaan dan dedikasi tinggi, mereka berhasil menciptakan minuman yang bukan hanya nikmat, tetapi juga membawa manfaat kesehatan tambahan.

Perjalanan Riset dan Pengembangan

Sebelum meluncurkan Cofucha, tim melakukan berbagai riset dan eksperimen. Awalnya, mereka mencoba mengkombinasikan kombucha dengan teh. Namun, mereka melihat potensi lebih besar dalam menggabungkan kombucha dengan kopi. Proses penelitian berlangsung selama satu bulan, di mana mereka mempelajari karakteristik kopi dan kombucha secara mendalam, mencari keseimbangan antara kepahitan kopi dan keasaman kombucha.

Melalui berbagai uji coba rasa, tim akhirnya menemukan formula yang tepat, memastikan bahwa kedua komponen ini dapat berpadu harmonis tanpa saling menghilangkan manfaatnya. Tidak hanya berfokus pada rasa, tim Cofucha juga memikirkan aspek kemasan dan distribusi. Mereka merancang kemasan yang dapat menjaga kesegaran rasa serta manfaat kombucha, sehingga konsumen tetap mendapatkan kualitas terbaik dalam setiap tegukan.

Peluncuran dan Respon Pasar

Setelah melalui proses pengembangan, Cofucha mulai dipasarkan di berbagai event seperti Gerai Binusian (GerBi) dan BINUS Festival (Bifest). Di acara ini, mereka tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga berinteraksi langsung dengan konsumen untuk mendapatkan feedback berharga. Dari hasil penjualan pertama di GerBi, mereka menerima berbagai masukan, terutama terkait keseimbangan rasa dan desain kemasan. Menanggapi hal ini, tim Cofucha segera melakukan perbaikan dan menghadirkan dua varian baru, yaitu Light dan High, yang diperkenalkan di Bifest.

Selain penjualan langsung di event, Cofucha juga memanfaatkan media sosial seperti Instagram (@cofucha) dan TikTok (@cofucha.co) untuk membangun brand awareness dan berkomunikasi dengan pelanggan. Mereka juga berencana memperluas distribusi melalui e-commerce dan sistem pre-order, agar produk ini dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Tantangan dan Pembelajaran

Perjalanan membangun Cofucha tidak selalu mudah. Tim menghadapi berbagai tantangan, mulai dari menemukan formulasi rasa yang pas, memilih bahan baku berkualitas, hingga merancang strategi pemasaran yang efektif. Namun, setiap rintangan yang dihadapi menjadi peluang untuk belajar dan berkembang. Setiap feedback dari konsumen menjadi motivasi untuk terus meningkatkan produk mereka.

Semangat inovasi dan kerja keras yang ditanamkan dalam proses pengembangan Cofucha membuktikan bahwa dengan riset yang tepat, dedikasi tinggi, dan keberanian untuk mencoba hal baru, ide-ide kreatif dapat diwujudkan menjadi produk yang bernilai di pasar. Bagi tim Cofucha, perjalanan ini bukan sekadar tentang menciptakan minuman baru, tetapi juga tentang menginspirasi generasi muda untuk berani berinovasi dan mengejar impian mereka dalam dunia kewirausahaan.

Cofucha bukan hanya sebuah produk, tetapi juga simbol dari kombinasi inovasi, kesehatan, dan semangat kewirausahaan. Dengan langkah-langkah yang telah mereka tempuh, Cofucha semakin dekat untuk menjadi pilihan utama bagi mereka yang menginginkan minuman sehat yang menyegarkan. Dan yang lebih penting, kisah perjalanan Cofucha menjadi bukti bahwa dengan tekad yang kuat, tidak ada yang tidak mungkin dalam menciptakan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi banyak orang.

Dosen Entrepreneur :

Irene Teresa Rebecca Hutabarat, S.Mb., M.M.