POPILO: How It Started
D5651 – Rosalin Ayal, S.E., M.M
Jadi mahasiswa BINUS Alam Sutera tuh ada aja kersahannya, salah satunya pengen ngemil semacam gorengan hangat tapi di kantin adanya cuma makanan berat. Kalo mau keluar kampus jalan kaki mager, kalo bawa mobil takut susah cari parkir lagi… Keresahan dalam mencari cemilan ini dialami kami dan pastinya juga dialami sebagian mahasiswa BINUS Alam Sutera at least oleh teman-teman kami. Nggak jarang kalimat “pengen ngemil” keluar di saat jeda setelah kelas sambil menunggu kelas selanjutnya diucapkan oleh kami maupun teman-teman kami. Kalau lagi ada bazar di atrium, semua pasti sumringah karena banyak yang jual makanan ringan. Tapi kan bazar di atrium nggak selalu ada. Keresahan yang kami alami ini jadi kunci dasar ketemunya ide untuk memulai Popilo, cemilan hangat yang cukup buat mengganjal perut di saat gabut.
Awalnya kami cari resep-resep dan ide produk apa yang mau kami buat. Akhirnya kami ketemu resep potato pillow, kentang goreng bite size yang berbentuk seperti bantal. Kami akhirnya langsung setuju untuk membuat potato pillow sebagai produk yang akan kami jual karena resepnya cenderung mudah. Kami coba bikin untuk pertama kalinya, dan ternyata enak banget. Kami akhirnya bikin lagi untuk dicoba oleh salah satu dosen kami. Dengan ekspektasi tinggi, kami kasih produk yang dibuat sepenuh hati tersebut ke dosen kami. Ternyata zonk… Produk yang awalnya kita ekspektasikan bertekstur garing dan renyah serta lembut di dalam berubah menjadi keras dan dingin. Kami akhirnya tertampar dengan kenyataan bahwa produk dengan resep yang kami buat ternyata harus dikonsumsi segera setelah digoreng. Akhirnya dengan output produk yang kurang memuaskan, kami dapat masukan untuk coba ganti resep atau teknik pemasakan. Kami pun segera mencoba berbagai resep untuk mendapatkan hasil yang kami inginkan. Berkali-kali kami coba, hasilnya nihil. Akhirnya kami sadar kalau tekstur produk kami memang tidak tahan lama bila sudah dingin. Maka kami sadar bahwa memang produk kami harus disajikan sedekat mungkin dengan waktu penggorengan.
Memasuki semester 4, kami mengikuti kelas Entrepreneurship: Market Validation, dimana terdapat kegiatan wajib menjualkan produk kami saat kegiatan BINUS Festival. Awalnya terdapat sedikit keraguan dengan produk kami. Hal ini terus dirasakan hingga 1 minggu sebelum kegiatan berjualan, produk kami mendapat feedback yang sangat bagus oleh dosen pengampu mata kuliah ini dan dosen expert. Kami sumringah bukan main dan semakin percaya diri dengan produk kami. Akhirnya pada tanggal 15 Mei 2024, kami berjualan di BINUS Festival. Produk kami laku keras hingga waiting list! Bahkan hingga di akhir shift berjualan kami, masih banyak orang-orang yang ingin membeli produk kami. Popilo kami jual dengan tambahan bumbu bubuk — tomyum dan sambal matah, juga saus bolognese dan carbonara. Perjalanan dagang Popilo saat ini berakhir di BINUS festival, namun kejutan selanjutnya terhadap Popilo akan segera datang. Tunggu kejutan dari kami, ya!
Oh iya, yuk tengok keseruan perjalanan Popilo hingga saat ini 😀

Member of Popilo: AMIRA AURELIA YUMNA – 2602180992 CHINTYA FELINDA WIJAYA – 2602145812 GELDARAHAZ MIALMA SYIFA - 2602145775 JODY SANTONUS - 2440010082 NAYLA RAHMANI PUTRI - 2602191421
Comments :