PEPPLE : Pepple for People
Elizabeth Vannie Saputri - 2602175600 D5651 - Rosalin Ayal, S.E., M.M

“Hari panas seperti ini minum minuman segar sepertinya enak”, kalimat itulah yang menjadi awal kami mencetus ide ini. Salah seorang anggota kelompok kami berpikir kalau teh dengan rasa peach sepertinya akan cocok untuk menghilangkan dahaga.
Namun, tidak banyak teh seperti itu yang dijual di pasaran. Jika ada pun hanya brand – brand tertentu yang menjualnya, itupun hanya teh dengan perisa peach. Dari pikiran tersebut, tercetuslah ide bagi kami untuk menjual teh dari buah peach. Tidak hanya teh dengan perisa peach, adapun kondimen yang mendukung teh tersebut yaitu buah peach. Banyak hal yang kami pelajari selama 1 semester ini menjalankan PEPPLE. Mulai dari Pra-produksi hingga pasca produksi dan bahkan delivery produk ke konsumen telah kami alami selama semester ini. Meskipun ada beberapa hal yang menghambat kegiatan kami, adanya dosen dan tim sangat membantu kami untuk menciptakan produk yang pastinya memiliki kualitas yang sepadan dengan harga yang kami tawarkan.
PEPPLE, itu adalah nama yang kami buat untuk brand kami. Nama tersebut berasal dari dua kata dalam bahasa Inggris yakni Peach dan People. Jadi PEPPLE ini dianalogikan sebagai kumpulan orang-orang yang mencintai setiap hal yang berkaitan dengan peach, seperti Peach Tea dan Peach Pie. Peach Tea dan Peach Pie adalah dua(2) produk utama yang kami jual.

Sekitar dua(2) bulan yang lalu, kami berpartisipasi dalam BINUS Festival di Binus Alam Sutera. Sejak awal diumumkan bahwa kami akan berpartisipasi dalam acara tersebut, kami mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Kami mempersiapkan PEPPLE disela-sela kegiatan kami yang lainnya. Sehingga meskipun kami pikir persiapan kami sudah matang, ternyata ada beberapa hal yang belum maksimal. Pada awalnya kami percaya diri bahwa produk kami akan laku terjual, namun pada hari tersebut nyatanya tidak banyak mahasiswa yang hadir dikarenakan jadwal kuliah online GSLC. Sehingga kebanyakan konsumen yang membeli produk kami hanyalah teman-teman yang juga berjualan di sekitar kami. Selain itu kami juga berasumsi bahwa lokasi tempat kami berjualan juga salah satu faktor kurangnya konsumen. Meskipun begitu, goal yang kami pikirkan saat itu adalah konsumen kami mencapai minimum untuk feedback grid kami. Untungnya, produk kami terjual sesuai dengan minimal orang yang kami perlukan. Demikianlah pengalaman kami dalam menjalankan PEPPLE. Setiap momen yang telah dilalui dalam perjalanan ini, kami harap akan menjadi manfaat kami di masa mendatang.
Berikut adalah media sosial kami: Instagram : @pepple.id Member:
- Alexander Milan Baros – 2602183804
- Elizabeth Vannie Saputri – 2602175600
- Faradhila Rezata – 2602146001
- Rakha Abbyasa Kurniawan – 2602174163
- Emanuelle Novareno Adyatma – 2602177612
PEPPLE team – LH51 – Market Validation
Berikut adalah link infografis: https://drive.google.com/file/d/1LIkIKjr9CpZI8IW0XczZ3xpAHXAwhLLi/view?usp=sharing
Comments :