Choflo & Entrepreneurship
Entrepreneurship (ɒntrəprəˈnɜːʃɪp) berati (1) kegiatan memulai bisnis yang melibatkan pengambilan risiko finansial; (2) kemampuan untuk menghasilkan dan mengelola suatu usaha. Food technology (fuːd tekˈnɑːlədʒi) artinya pemanfaatan ilmu pangan dalam pengembangan, pengolahan atau pengawetan makanan. Kedua kutipan kamus oxford tersebut menggambarkan perbedaan dan kemiripan dari kedua bidang diatas. Ilmu bisnis dan ilmu pangan mungkin tidak langsung menimbulkan korelasi pada impresi pertama. Namun, kegiatan kali ini membuktikkan bahwa terdapat korelasi lain diluar sebuah definisi kamus, yaitu kemampuan untuk mencari peluang dan mengelola risiko melalui penerapan ilmu pangan.
Kegiatan ini berawal dari perjalan kami selama 3 semester melalui mata kuliah entrepreneurship yang diberikan dengan harapan agar mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam mendirikan dan mengelola suatu usaha. Kedua mata kuliah entrepreneurship pertama mengajarkan cara brainstorming dan prototyping produk. Tentu saja hal tersebut hanya menjadi kata pengantar bagi pengalaman berbisnis sesungguhnya, yakni pengalaman lapangan.
Segala teori dan perencanaan bisnis yang pernah diajarkan, tentu menjadi sia-sia ketika hanya disimpan dan tidak pernah diterapkan. Hal tersebut berlaku ketika kita mencoba menjalankan bisnis skala kecil langsung melalui bisanara dan binus festival. Saat memunculkan ide dan mendesain produk, segala asumsi optimis dapat langsung ditulis dan digunakan sebagai titik acuan bisnis. Namun dalam praktiknya, seluruh hal tersebut akan menjadi asumsi belaka, mulai dari kendala tak terduga, revisi produk yang tidak sesuai harapan, dan berbagai macam hal tidak terduga lainnya. Hingga akhirnya, trial and error membawa kami pada choux berbasis, yaitu sebuah dessert yang berasal dari prancis, dengan menggunakan bunga rosella dengan variasi rasa manis, asin, dan pedas.
Di sisi lain, hal tersebut mengajarkan kita agar selalu dapat mengevaluasi dan mengimprovisasi secara langsung, sesuai dengan perusahaan-perusahaan yang masih dapat bertahan hingga saat ini. Pembentukkan karakter yang pantang menyerah, berinovasi, pandai menganalisa resiko, dan haus akan kemajuan, menjadi sebuah esensi mata kuliah entrepreneurship dari sudut pandang kelompok kami. Sehingga, selama kegiatan berlangsung, kami tidak pernah membebankan diri dengan target penjualan dan besar laba yang kami peroleh.
Pandangan tersebut tentu tidak lepas dari binaan dosen kami, yang menekankan pengalaman sebagai hal yang lebih penting dibandingkan jumlah penjualan dan untung yang kami peroleh. Variasi tipe bisnis yang kami terapkan, seperti bisanara, penjualan langsung (booth binus festival), dan PO (pre-order) memberikan kami pengalaman yang bervariatif, sehingga menjadi bekal kita dalam menilai keunggulan dan tantangan yang terdapat pada setiap jenis bisnis. Oleh karena itu, kami sangat berterima kasih kepada dosen entrepreneurship kami atas bimbingan nya selama 1 semester ini, dan juga lembaga dan tenaga kerja universitas bina nusantara yang telah memberikan kami pengalaman ini. Sebagai akhir penutup kata, Bon appétit mesdames et messieurs, espérons que ces connaissances continueront à être utiles à l’avenir.

Gambar 1. Booth Choflo di Bifest

Gambar 2. Penampilan Produk Choflo

Gambar 3. Pelanggan Kami
Mata kuliah: Entrepreneurship Kelas: LB46
Dibuat oleh: 2602053175 - Chintia Eva Octaviani 2602065471 - Albert Ignatius 2602076456 - Gisela Hikari Anindya 2602080604 - Mikael Ananda Ang
Dosen : D5651 – Rosalin Ayal, S.E., M.M
Media sosial kami: choflo_choux
Comments :