People Innovation Excellence
 

Bisnis Model Canvas: Strategi Efektif untuk Merancang Bisnis yang Sukses

Yogie Ajie Pratama, yogie.pratama001@binus.ac.id

Bisnis Model Canvas (BMC) adalah alat manajemen strategis yang digunakan untuk mengembangkan, mendeskripsikan, dan menganalisis model bisnis. Diperkenalkan oleh Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur dalam buku mereka “Business Model Generation,” BMC menyediakan kerangka kerja visual yang memungkinkan para pemilik bisnis dan pengusaha untuk merancang bisnis mereka dengan cara yang lebih terstruktur dan sistematis. BMC terdiri dari sembilan blok bangunan utama yang mencakup semua aspek penting dari sebuah bisnis.

1. Customer Segments (Segmen Pelanggan)

Bisnis Model Canvas dimulai dengan mengidentifikasi segmen pelanggan yang dilayani oleh bisnis. Menurut laporan dari IBM, 80% eksekutif bisnis global percaya bahwa pemahaman yang mendalam tentang segmen pelanggan adalah kunci sukses dalam meningkatkan kinerja bisnis mereka (IBM, 2020).

2. Value Propositions (Proposisi Nilai)

Proposisi nilai menggambarkan produk atau layanan yang ditawarkan bisnis dan bagaimana mereka menciptakan nilai bagi pelanggan. Sebuah studi oleh Strategyn menunjukkan bahwa 42% perusahaan yang menggunakan alat visual seperti BMC berhasil meningkatkan pendapatan mereka dalam tiga tahun pertama, dibandingkan dengan hanya 18% perusahaan yang tidak menggunakan alat serupa (Strategyn, 2018).

3. Channels (Saluran)

Saluran menjelaskan bagaimana bisnis menjangkau dan berinteraksi dengan segmen pelanggan untuk menyampaikan proposisi nilai. Menurut McKinsey & Company, perusahaan yang berfokus pada inovasi model bisnis memiliki 20% lebih banyak pertumbuhan pendapatan dibandingkan perusahaan yang hanya berfokus pada inovasi produk (McKinsey & Company, 2019).

4. Customer Relationships (Hubungan Pelanggan)

Blok ini menentukan jenis hubungan yang akan dibangun dengan setiap segmen pelanggan. Harvard Business Review menyebutkan bahwa 70% usaha rintisan yang gagal, gagal karena kurangnya model bisnis yang solid (Harvard Business Review, 2017).

5. Revenue Streams (Aliran Pendapatan)

Revenue streams mengidentifikasi sumber pendapatan dari setiap segmen pelanggan. Forbes menyatakan bahwa 85% perusahaan yang sukses secara konsisten menggunakan alat seperti BMC untuk merencanakan strategi mereka (Forbes, 2020).

6. Key Resources (Sumber Daya Utama)

Sumber daya utama merinci aset penting yang diperlukan untuk menjalankan model bisnis. Menurut sebuah studi oleh PwC, perusahaan yang memiliki model bisnis yang jelas dan terdokumentasi mengalami peningkatan efisiensi operasional hingga 30% (PwC, 2019).

7. Key Activities (Kegiatan Utama)

Blok ini menguraikan aktivitas-aktivitas penting yang harus dilakukan untuk menciptakan dan menyampaikan proposisi nilai. Deloitte menemukan bahwa perusahaan yang secara rutin meninjau dan memperbarui model bisnis mereka dengan menggunakan alat seperti BMC memiliki kemungkinan bertahan di pasar 50% lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak melakukannya (Deloitte, 2018).

8. Key Partnerships (Kemitraan Utama)

Blok ini mengidentifikasi jaringan mitra dan pemasok yang mendukung bisnis. KPMG melaporkan bahwa perusahaan yang menggunakan BMC untuk merencanakan ekspansi internasional mereka memiliki peluang sukses 40% lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang tidak menggunakan alat ini (KPMG, 2019).

9. Cost Structure (Struktur Biaya)

Cost structure menggambarkan semua biaya yang terkait dengan pengoperasian model bisnis. Menurut Accenture, 60% perusahaan teknologi yang menggunakan BMC berhasil mengidentifikasi peluang pasar baru dalam dua tahun pertama penerapannya (Accenture, 2020).

Pentingnya Bisnis Model Canvas

BMC menawarkan berbagai manfaat bagi bisnis, termasuk visualisasi yang jelas, fleksibilitas dan inovasi, serta kolaborasi yang efektif. Dengan format visual yang sederhana, BMC membantu dalam memvisualisasikan seluruh model bisnis dalam satu halaman, memudahkan pemahaman dan komunikasi antar tim. Selain itu, BMC memungkinkan bisnis untuk dengan cepat mencoba berbagai model dan strategi, memungkinkan inovasi yang lebih cepat dan penyesuaian yang tepat waktu.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close