Oleh  Dr Edi Sukmadirana ST MT

Berdasarkan hasil kompilasi pendapat (judgement) dari para expert dengan menggunakan
pemetaan AHP diperoleh rumusan strategi diseminasi ebagai berikut:

  1. DirectionPartisipatif :Penerapan metodadirectionpartisipatif paling sesuai diterapkan
    dalam proses diseminasi mobile money. Strategi diseminasi inovasi berkelanjutan dan dapat
    dimulai dengan baik maka harus adanya hubungan yang baik antara penyuluh BPTP
    dengan penyuluh tingkat Partisipasi aktif pemerintah desa dapat menumbuhkan “rasa
    memiliki” terhadap inovasi yang diperkenalkan sehingga tumbuh pula tanggung jawab
    untuk mengusahakan penerapan inovasi yang berkelanjutan.
  2. KomunitasMasyarakat:Untuk membantu dalam mensupervisi dilapangannya,pembentukan komunitas produk mobile money di masyarakat sangat berperan pentingdalam mensupervisi perkembangan dan perubahan layanan yang begitu cepat yang harusditerima oleh masyarakat pedesaan. Komunitas penduduk pedesaan membuktikan strategi pengiriman pe
    meningkatkan tingkat adopsi praktik pertanian hingga enam kali lipat (Ghandi et al. 2007),
  3. MediaSosial :Media sosialmerupakan media yangpalingtepat digunakan sebagai
    channel informasi. Media sosial yang direkomemdasikan adalah whatsapp dan Youtube.
    Aktivitas media sosial memiliki fungsi secara internal dan eks Aktivitas media sosial
    secara internal dilakukan untuk berkoordinasi dan mendukung proses pengambilan
    keputusan, sedangkan aktivitas media sosial secara eksternal berfokus kepada mobilisasi.
    Media sosial dirasa sebagai wadah yang paling efektif dalam hal mencari dan memberi
    sebuah informasi
  4. Penerapan ICT:Penerapan teknologi ICT menjadipilihan utama dalampenerapan
    diseminasi sehingga dapat mendukung percepatan dan penyampaian informasi,.
    Pemanfaatan ICT dilakukan untuk pengembangan masyarakat dan menumbuh
    kembangkan industri konten berbasis learning. ICT telah memperkaya gaya komunikasi
    sehingga mengurangi ketimpangan digital yang ada di masyarakat.
  5. Informasi Video : Penyampaian informasi dalam bentuk video lebih tepat untuk
    masyarakat pedesaan, jika dibandingan dengan voice dan teks. Hasil penelitian diperkuat
    dengan hasil penelitian sebelumnya bahwa Strategi difusi berbasis video dapat
    meningkatkan tingkat adopsi praktik pertanian hingga enam kali lipat (Ghandi et al. 2007),
  6. Sore :Waktu yang tepat untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat pedesaan
    adalah pada sore hari, jika dibandingkan dengan pagi hari dan malam hari. Hasil ini
    memperkuat penelitian yang dilakukan oleh Mohammad Mahdavi Mazdeh, Mohammad
    Ali Shaf 2014, yang menyimpulkan bahwa kapasitas penyerapan teknologi sebagai faktor
    yang lebih penting dalam konteks penerima