Komitmen organisasi mengacu pada kepercayaan karyawan terhadap tujuan dan nilai organisasi, keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi dan loyalitas terhadap organisasi (Hackett et al., 2001; Lee Huey Yiing et al., 2009). Komitmen organisasi adalah kekuatan relatif identifikasi individu dengan perusahaan dan keterlibatan karyawan dengan perusahaan (Rai et al., 2013). Menurut Alniacik (2012), komitmen organisasi adalah sikap karyawan individu perusahaan yang terdiri dari kepercayaan kuat terhadap penerimaan tujuan dan nilai perusahaan, kemauan untuk melakukan usaha keras bagi perusahaan, dan kemauan yang kuat untuk menjaga hubungan dengan perusahaan.

Sementara itu, menurut Ashar et al., (2013) komitmen organisasi adalah identifikasi karyawan dengan perusahaan dan tujuan perusahaan dan keinginan untuk tetap menjadi bagian dari perusahaan. Dari uraian diatas dapat dikatakan komitmen organisasi adalah tingkat identifikasi keterlibatan karyawan dengan perusahaan yang ditunjukkan oleh kemauan karyawan untuk mau bekerja lebih keras demi kepentingan perusahaan. Dengan meningkatnya kecepatan dan skala perubahan dalam organisasi, manajer terus mencari cara untuk menghasilkan komitmen karyawan, yang diterjemahkan ke dalam keunggulan kompetitif dan sikap kerja yang lebih baik seperti kepuasan kerja, kinerja, ketidakhadiran, dan turnover intention (Lok and Crawford, 2001; Yousef, 2000).

Komitmen organisasi dipilih dalam penelitian ini karena, komitmen organisasiitu sendiri merupakan faktor penting yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dengan komitmen yang kuat, akan mendorong kinerja karyawan yang lebih baik dan hal ini penting bagi kemajuan perusahaan.