Faktor Ekonomis
Faktor ekonomi menjadi faktor motivasi konsumen yang pertama yang disampaikan oleh Botsman & Rogers (2010) didalam bukunya mengenai konsumsi kolaboratif. Faktor ekonomi terbukti menjadi faktor utama yang mempengaruhi partisipasi konsumen pada konsumsi kolaboratif dalam beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Störby & Strömbladh (2015) mengenai faktor-faktor motivasi terhadap partisipasi masyarakat dalam collaborative lifestyle di Swedia, faktor ekonomis menjadi faktor pendorong utama. Hal tersebut selaras dengan hasil studi Tussyadiah (2015) di USA yang menyatakan bahwa faktor ekonomis merupakan motivasi terbesar yang mempengaruhi seseorang berpartisipasi dalam konsumsi kolaboratif. Hal ini dikarenakan melalui konsumsi kolaboratif, biaya dan beban dapat diminimalkan akibat dari penggunaan ulang produk-produk tersebut (Gerstner, 2014; Marchand, Walker, & Cooper, 2010).
Manfaat keekonomian dalam konsumsi kolaboratif diperoleh melalui penghematan terhadap pengeluaran karena biaya yang lebih rendah bahkan tanpa biaya sama sekali seperti misalnya free-riding, serta melalui kemudahan akses yang sediakan oleh konsumsi kolaboratif membuat penggunanya dapat menghemat waktu dan melakukan efisiensi (Hamari, Sjoklint, & Ukkonen, 2015). Namun, dalam studi yang dilakukan oleh Schiel (2015: 63) mengenai motivasi konsumen dalam berpartisipasi di konsumsi kolaboratif di Jerman, faktor ekonomi menempati urutan kedua yang mempengaruhi partisipasi konsumen dibawah faktor sosial. Selain dimensi penghematan, faktor ekonomis juga berkaitan dengan kemampuan monetisasi, yaitu bagaimana konsep konsumsi kolaboratif memiliki kemampuan untuk dapat menghasilkan pendapatan (Hamari, Sjoklint, & Ukkonen, 2015). Kemudian dalam pertukaran produk maupun jasa juga terdapat elemen kualitas untuk merefleksikan alasan keekonomisan, yang mana hal tersebut juga berkaitan dengan rasio harga dan kinerja (Schiel, 2015: 31).
Comments :