Abstrak

Transformasi identitas Kota Bandung melalui praktik urban art menunjukkan bagaimana seni di ruang publik menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya kota. Urban art adalah karya seni yang dibuat di lokasi umum seperti jalan atau bangunan, dengan tujuan untuk dinikmati semua orang tanpa harus masuk ke galeri atau museum. Seni ini mencakup mural, grafiti, dan instalasi visual yang terkadang memuat pesan sosial atau budaya. Di Bandung, area seperti Jalan H. Juanda di Dago menjadi pusat street art yang menampilkan mural dan grafiti karya komunitas lokal sejak tahun 1990-an dan berkembang pesat pada era 2000-an, termasuk gerakan Creative Kampong di Dago Pojok yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan seni. Pemerintah Kota Bandung memberikan area legal untuk karya mural sehingga seni ini bisa berkembang dan menjadi daya tarik wisata sekaligus ekspresi visual kota. Pameran Urban Moments 2025 di GREY Art Gallery menampilkan karya yang mengeksplorasi kehidupan urban dan simbol visual yang muncul dari ruang kota, membantu masyarakat melihat kota dari perspektif baru. Seni jalanan seperti mural dan grafiti turut memengaruhi identitas visual Bandung dengan merepresentasikan pengalaman urban dan isu kehidupan masyarakat di kota ini. Praktik tersebut memberi contoh nyata bagi siswa SMA yang berminat pada jurusan animasi atau seni rupa, karena urban art menggunakan konsep visual yang serupa dengan yang dipelajari dalam pendidikan formal di bidang seni dan desain.

 

Urban art adalah istilah untuk karya seni yang dibuat di ruang publik yang dapat diakses oleh setiap orang, seperti mural atau grafiti di dinding jalan atau tembok bangunan. Ruang publik adalah area terbuka di suatu kota yang digunakan oleh warga dan pengunjung tanpa harus membeli tiket, misalnya jalan, plaza, atau taman.

Di Bandung, praktik urban art telah berkembang sejak era 1990-an ketika komunitas street art mulai muncul di kawasan Dago dengan tema-tema visual yang berkaitan dengan isu sosial seperti kritik terhadap korupsi. Street art adalah bagian dari urban art yang paling sering terlihat, berupa karya grafiti atau mural di permukaan dinding publik yang dibuat dengan cat semprot atau alat lukis lain.

Komunitas seni di Dago kemudian tumbuh dan melibatkan warga lokal dalam kegiatan seni di lingkungan mereka. Gerakan Creative Kampong di Dago Pojok yang resmi dikenal sejak 2012 adalah contoh bagaimana komunitas seni lokal mengubah suasana lingkungan melalui karya mural dan kegiatan komunitas. Kegiatan semacam ini membuat ruang yang sebelumnya biasa menjadi area kreatif yang menyediakan pengalaman visual baru bagi warga dan pengunjung.

Pemerintah Kota Bandung memberi ruang legal untuk mural agar karya street art tidak dianggap sebagai tindakan vandalisme tetapi sebagai seni yang bisa dinikmati dan diberi penghargaan. Salah satu mural di Taman Sari dibuat dengan melibatkan seniman dari berbagai kota bahkan dari luar negeri, menunjukkan kolaborasi lintas batas kota dalam seni publik.  Karya pada tembok ini menjadi bagian dari identitas visual Bandung dan menarik pengunjung serta komunitas kreatif.

Mural adalah karya seni yang digambar atau dicat langsung pada permukaan besar seperti dinding, sering kali bertema tertentu yang menggambarkan budaya, sejarah, atau pengalaman masyarakat kota. Grafiti adalah tulisan atau gambar yang dibuat di ruang publik yang awalnya sering dianggap vandalisme namun kini diterima sebagai bagian dari ekspresi visual kota. Keduanya membantu menciptakan citra Kota Bandung sebagai kota dengan ruang seni yang hidup.

Pameran Urban Moments 2025 di GREY Art Gallery di Jalan Braga menampilkan ratusan karya dari puluhan seniman lokal dan internasional yang mengeksplorasi kehidupan urban melalui visual. Karya-karya ini menunjukkan bagaimana simbol visual dapat menjadi bahasa bersama yang mencerminkan dinamika ruang kota dan mengajak audiens untuk melihat kehidupan urban dari perspektif baru. Representasi visual ini memperluas cara orang memahami identitas kota melalui pengalaman visual dan interaksi sosial.

Braga Street adalah salah satu area bersejarah di Bandung yang dulunya terkenal sebagai area promenad pada zaman kolonial Belanda. Kini, kawasan sekitar Braga menjadi lokasi bagi pameran dan kegiatan seni yang mempertemukan seni kontemporer dan sejarah kota. Peninggalan arsitektur lama, seperti bangunan bergaya kolonial, memberi latar yang kaya bagi karya seni kontemporer untuk muncul di ruang kota, sehingga identitas Bandung terbangun dari kombinasi elemen sejarah dan ekspresi kreatif modern.

Seni jalanan di Bandung sering memuat pesan tentang kehidupan urban dan pengalaman masyarakat sehari-hari. Karya grafiti di berbagai sudut kota menjadi media bagi seniman untuk berinteraksi dengan publik, menyampaikan pesan sosial atau visual yang mencerminkan realitas saat ini. Dalam praktiknya, seni ini juga menunjukkan bagaimana ruang kota tidak hanya tempat bergerak tetapi juga tempat berbicara melalui visual.

Transformasi identitas kota melalui urban art berarti bagaimana Bandung memakai karya seni publik untuk memberi karakter visual pada ruang kota dan menciptakan pengalaman yang dirasakan langsung oleh warga dan pengunjung. Pengalaman ini memberi wawasan baru tentang hubungan antara seni, masyarakat, dan ruang urban, sekaligus membuka minat bagi siswa SMA yang ingin mendalami studi seni, animasi, atau desain yang berkaitan erat dengan visual culture di lingkungan urban.