{"id":79,"date":"2021-09-30T15:23:49","date_gmt":"2021-09-30T08:23:49","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/?p=79"},"modified":"2021-10-04T12:30:20","modified_gmt":"2021-10-04T05:30:20","slug":"5-hal-yang-harus-kamu-persiapkan-sebelum-menjadi-mahasiswa-dkv-animasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/2021\/09\/30\/5-hal-yang-harus-kamu-persiapkan-sebelum-menjadi-mahasiswa-dkv-animasi\/","title":{"rendered":"5 Hal yang Harus Kamu Persiapkan Sebelum Menjadi Mahasiswa DKV Animasi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika mendengar kata \u201canimasi\u201d, apa hal yang terlintas di benakmu? Kamu mungkin akan langsung membayangkan berbagai film animasi populer, seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Toy Story, Shrek, Despicable Me, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Finding Nemo<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Ilusi gerak dalam film-film itu mampu menghibur penonton, baik anak-anak maupun orang dewasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Animasi sebagai teknik membuat gambar bergerak bukan hanya diaplikasikan dalam bentuk film, tetapi juga iklan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">games<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, atau video pembelajaran. Gambar bergerak seperti ini biasanya lebih mudah menarik perhatian. Nah, kamu bisa mempelajari ilmunya di bangku perkuliahan. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum menyandang status sebagai <\/span><b>mahasiswa<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, yaitu:<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-43200 size-full\" title=\"Mahasiswa\" src=\"https:\/\/binus.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/114-1-Rencanamuid.jpg\" alt=\"Mahasiswa\" width=\"720\" height=\"405\" \/><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\">\n<h2><span style=\"font-weight: 400\">Melengkapi Perangkat yang Dibutuhkan<\/span><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Seorang <\/span><b>mahasiswa <\/b><span style=\"font-weight: 400\">DKV Animasi membutuhkan perangkat yang lengkap agar dapat menjalani kegiatan perkuliahan dengan baik. Pasalnya, ada banyak tugas yang nanti harus dikerjakan saat kuliah berlangsung. Jangan sampai, persiapan yang kurang membuat nilai kamu jadi terpengaruh hanya karena kekurangan alat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada tahap pertama, kamu membutuhkan perangkat seperti kertas satuan atau buku gambar, pensil, rautan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">drawing pen<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, pensil warna, cat air, cat akrilik, cat minyak, cat poster, kuas, dan palet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tahap selanjutnya, kamu akan dituntut untuk menggambar dalam bentuk 3D dan berbagai hal yang berkaitan dengan animasi. Karena itu, kamu membutuhkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">pen table<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">t. Ini merupakan barang wajib bagi para desainer agar mudah menggambar secara digital. Selain itu, kamu juga harus memiliki laptop.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\">\n<h2><span style=\"font-weight: 400\">Menguasai Software Animasi<\/span><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk membuat animasi, kamu membutuhkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tertentu. Jadi, sebagai <\/span><b>mahasiswa<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, kamu harus berlatih untuk menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> animasi supaya lebih mudah untuk menyelesaikan tugas perkuliahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada beberapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">canggih yang menjadi andalan para animator yaitu Synfig Studi, Blender, Sqirlz Morph, Anime Studio, Bryce, Poser, Maya, Auto Cad, atau Vue. Aneka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tersebut akan membantu kamu untuk lebih piawai saat membuat animasi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\">\n<h2><span style=\"font-weight: 400\">Menambah Wawasan di Dunia Animasi<\/span><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebelum menjadi <\/span><b>mahasiswa <\/b><span style=\"font-weight: 400\">DKV Animasi, kamu juga perlu menonton berbagai animasi yang pernah dibuat, baik karya animator lokal maupun global. Ini dapat menjadi referensi kamu untuk menentukan gaya saat kelak akan membuat karya animasi sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada banyak animator jenius dan terkenal yang menciptakan karya-karya brilian yang bisa kamu jadikan inspirasi. Beberapa contohnya, Tim Burton, Joseph Barbera, Walt Disney, William Hanna, Phil Ortiz, dan sebagainya. Sebagai langkah awal, kamu bisa mempelajari dan mengamati ide mereka.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\">\n<h2><span style=\"font-weight: 400\">Mulai Berkarya, Meskipun Baru Belajar<\/span><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Meski perkuliahan belum dimulai, jangan sungkan untuk mulai menciptakan karya-karya animasi sederhana. Di internet, ada banyak sekali panduan yang akan membantu kamu belajar membuat animasi secara autodidak. Cari dan belajarlah dari berbagai video di YouTube yang menawarkan langkah-langkah pembuatan animasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Belajar secara mandiri akan membuat kamu lebih mengenal dari dekat apa sebenarnya animasi dan bagaimana cara membuatnya. Jadi, sesi perkuliahan dapat dimanfaatkan sebagai wadah tanya jawab mengenai masalah yang dihadapi saat membuat animasi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\">\n<h2><span style=\"font-weight: 400\">Tekad Kuat Pantang Menyerah<\/span><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tahukah kamu, waktu yang dibutuhkan untuk membuat sebuah animasi pendek tidak singkat? Ada berbagai proses yang harus ditempuh, mulai dari membuat storyboard, membuat desain karakter, menggambar, hingga merangkai gambar-gambar tersebut dengan tambahan musik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Artinya, tidak mudah untuk mempelajari ilmu membuat animasi apalagi jika dimulai dari pengetahuan dasar. Karena itu, dibutuhkan tekad yang kuat untuk konsisten dalam belajar agar bisa menghasilkan animasi yang tampil secara halus dan menarik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jadi, inilah sejumlah hal yang perlu kamu persiapkan sebelum resmi menjadi <\/span><b>mahasiswa <\/b><span style=\"font-weight: 400\">di BINUS UNIVERSITY jurusan DKV Animasi. Meskipun terlihat tidak mudah, jangan patah semangat terlebih dahulu. Kamu bisa mempersiapkannya dari sekarang. Investasikan dana dan waktu untuk memastikan kamu makin siap menuntut ilmu sehingga bisa menciptakan karya terbaik setelah lulus kuliah.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika mendengar kata \u201canimasi\u201d, apa hal yang terlintas di benakmu? Kamu mungkin akan langsung membayangkan berbagai film animasi populer, seperti Toy Story, Shrek, Despicable Me, dan Finding Nemo. Ilusi gerak dalam film-film itu mampu menghibur penonton, baik anak-anak maupun orang dewasa. Animasi sebagai teknik membuat gambar bergerak bukan hanya diaplikasikan dalam bentuk film, tetapi juga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":80,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-79","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-binus-semarang-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=79"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":81,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79\/revisions\/81"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=79"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=79"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=79"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}