{"id":768,"date":"2024-01-25T11:17:24","date_gmt":"2024-01-25T04:17:24","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/?p=768"},"modified":"2024-01-25T11:19:52","modified_gmt":"2024-01-25T04:19:52","slug":"influencer-marketing-perlu-atau-tidak-untuk-umkm-semarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/2024\/01\/25\/influencer-marketing-perlu-atau-tidak-untuk-umkm-semarang\/","title":{"rendered":"Influencer Marketing, Perlu atau Tidak untuk UMKM Semarang?"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-773 size-medium\" src=\"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pexels-ivan-samkov-7676394-640x427.jpg\" alt=\"Influencer Marketing, Perlu atau Tidak untuk UMKM Semarang?\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pexels-ivan-samkov-7676394-640x427.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pexels-ivan-samkov-7676394-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pexels-ivan-samkov-7676394-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pexels-ivan-samkov-7676394-480x320.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pexels-ivan-samkov-7676394-768x512.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pexels-ivan-samkov-7676394-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pexels-ivan-samkov-7676394-scaled.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pernah mendengar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">? Strategi pemasaran digital ini mengandalkan sosok individu berpengaruh yang dianggap mampu mempengaruhi publik. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">bisa datang dari kalangan mana saja, seperti tokoh masyarakat, selebgram, selebritis, dan pakar yang ahli di bidangnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Namun, pengusaha kecil boleh jadi memiliki pandangan berbeda tentang peran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dalam bisnis UMKM, tak terkecuali pelaku UMKM Semarang. Menggandeng <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dianggap membutuhkan biaya besar dan serta merta dapat meningkatkan angka penjualan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tentu saja pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar. Lantas, seberapa perlu pelaku UMKM Semarang menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer marketing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dalam memasarkan bisnisnya? Mari simak penjelasan berikut.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: left\"><b>Peran <\/b><b><i>Influencer <\/i><\/b><b>dalam Bisnis UMKM<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pertama, perlu dipahami dahulu bagaimana peran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dalam bisnis UMKM, khususnya terkait penjualan produk. Secara umum, sosok <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">efektif untuk kampanye produk karena mereka akan mempromosikannya dalam suatu konsep terencana yang dieksekusi dengan baik. Maka, strategi kampanye produk pun harus dimatangkan lebih dahulu sebelum bekerja sama dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang pas untuk segmentasi pasar produk tadi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Di sisi lain, pelaku UMKM harus sadar bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tidak akan langsung mempengaruhi peningkatan angka penjualan saat itu juga. Pasalnya, ada banyak sekali elemen yang berpengaruh terhadap peningkatan penjualan, sedangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">baru satu dari sekian elemen tersebut. Justru <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">berperan efektif dalam membangun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">brand awareness <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">UMKM sehingga publik tahu akan keberadaan produk tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: left\"><b>Bagaimana dengan Bujet <\/b><b><i>Influencer<\/i><\/b><b>?<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sebelum membicarakan bujet <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">cek kembali bagaimana kualitas produk yang ditawarkan. Meski produk UMKM dipromosikan selebritis papan atas sekalipun, jika tidak dibarengi kualitas produk yang mumpuni, tetap saja tidak mampu menggoda para pengikut sang selebriti untuk membeli.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dengan kata lain, sukses tidaknya suatu produk bukan bergantung sepenuhnya pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tetapi juga mengandalkan kualitas produk itu sendiri. Soal bujet <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">pun beragam. Bahkan, saat pandemi tengah tinggi-tingginya, banyak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan figur publik yang menyediakan ruang promosi bagi UMKM di media sosial masing-masing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sebagian besar gratis, pelaku UMKM cukup mengirimkan foto atau video produk. Ada juga berbayar dengan harga tertentu yang cukup masuk kantong bujet UMKM. Jadi, tinggal bagaimana pelaku UMKM cermat memilih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang sesuai dengan segmentasi pasar produknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: left\"><b>Mana <\/b><b><i>Influencer <\/i><\/b><b>yang Tepat?<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Untuk memilih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang tepat, kuncinya ada pada segmentasi pasar produk yang ditawarkan. Setelah tahu siapa target produk tersebut, kemudian amati bagaimana gaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan dari kalangan mana saja pengikutnya. Perhatikan juga cakupan sang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">apakah ia sosok figur publik yang dikenal seantero negeri atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">lokal yang populer di masyarakat Semarang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kembali lagi, sesuaikan dengan produk atau jasa yang hendak dipromosikan. Jika produk atau jasa yang dipromosikan baru bisa melayani wilayah Semarang dan sekitarnya, coba ajak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">lokal yang memang dikenal di sekitar Semarang. Tentu cara ini lebih efektif ketimbang memaksakan diri menggandeng <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">skala nasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Satu lagi, pertimbangkan juga untuk bekerja sama dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">micro influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">nano influencer. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Meski jumlah pengikutnya tidak sampai 100 ribu orang, para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini dikenal ahli dan mempunyai pengetahuan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">niche <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tertentu atau terspesialisasi. Bahkan, tak jarang mereka menawarkan promosi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">secara gratis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">lho<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">!\u00a0<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: left\"><b>Keuntungan Menerapkan <\/b><b><i>Influencer Marketing<\/i><\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Jadi, apa keuntungan menerapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer marketing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">bagi pelaku UMKM Semarang?\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">brand awareness <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">meningkat, terutama bagi produk atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">baru.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Membangun kepercayaan publik terhadap suatu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berkat rekomendasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer.\u00a0<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menjangkau target konsumen secara efektif dengan menggandeng <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">niche <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sesuai.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Meningkatkan angka penjualan, meski hal ini terjadi secara tidak langsung. Ini merupakan efek dari terbentuknya kredibilitas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau produk di mata publik sehingga konsumen tertarget percaya dan mau membeli produk yang dipromosikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer.\u00a0<\/span><\/i><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kesimpulannya, pelaku UMKM Semarang perlu mempertimbangkan strategi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer marketing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sebagai salah satu cara memasarkan produk. Pelaku UMKM bisa menggandeng <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">mikro atau nano yang lebih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">budget friendly. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Jangan lupa untuk terus menjaga kualitas produk yang ditawarkan agar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">pun mau mempromosikan produk tersebut dan benar-benar memberi rekomendasi terbaik bagi UMKM.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Ingin mendalami bisnis di era digital ditinjau dari segi keilmuan maupun terlibat aktif dalam pengembangan UMKM? Segera daftarkan dirimu ke program studi <a href=\"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/digitalbusiness\/\">Digital Business<\/a> di BINUS@Semarang, yuk!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah mendengar influencer marketing? Strategi pemasaran digital ini mengandalkan sosok individu berpengaruh yang dianggap mampu mempengaruhi publik. Influencer bisa datang dari kalangan mana saja, seperti tokoh masyarakat, selebgram, selebritis, dan pakar yang ahli di bidangnya.\u00a0 Namun, pengusaha kecil boleh jadi memiliki pandangan berbeda tentang peran influencer dalam bisnis UMKM, tak terkecuali pelaku UMKM Semarang. Menggandeng [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":773,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[24,50],"class_list":["post-768","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-digital-business","tag-influencer-marketing"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/768","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=768"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/768\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":775,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/768\/revisions\/775"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/media\/773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=768"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=768"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=768"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}