{"id":668,"date":"2023-07-07T14:38:42","date_gmt":"2023-07-07T07:38:42","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/?p=668"},"modified":"2023-07-14T14:32:17","modified_gmt":"2023-07-14T07:32:17","slug":"peran-teknik-industri-dalam-penerapan-green-technology","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/2023\/07\/07\/peran-teknik-industri-dalam-penerapan-green-technology\/","title":{"rendered":"Peran Teknik Industri dalam Penerapan Green Technology"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-669\" src=\"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Peran-Teknik-Industri-dalam-Penerapan-Green-Technology.jpg\" alt=\"Peran Teknik Industri dalam Penerapan Green Technology\" width=\"768\" height=\"402\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Peran-Teknik-Industri-dalam-Penerapan-Green-Technology.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Peran-Teknik-Industri-dalam-Penerapan-Green-Technology-640x335.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Peran-Teknik-Industri-dalam-Penerapan-Green-Technology-480x251.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Green technology<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau teknologi ramah lingkungan merupakan isu penting seiring dalam dunia industri. Para pelaku industri memiliki peran penting dalam penerapan <em>green technology <\/em>ini. Para lulusan <a href=\"https:\/\/binus.ac.id\/program\/industrial-engineering-semarang\/\">teknik industri<\/a> pun punya andil besar pada proses tersebut. Hanya saja, proses implementasi tersebut kerap tak berjalan mulus.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: left\"><b>Definisi <\/b><b><i>Green Technology<\/i><\/b><b> dan Kenapa Perlu Menerapkannya<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Teknologi ramah lingkungan sejatinya merupakan sebuah kebutuhan. Ibu Rida Zuraida, Head of Industrial Engineering Program BINUS UNIVERSITY @Semarang mengatakan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">green technology<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah sikap bijak demi bumi. \u201cBumi sekarang punya suhu lebih panas,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Data BMKG, ujarnya, memperlihatkan adanya kenaikan suhu rata-rata sebesar 2,5 derajat Celsius dalam 40 tahun terakhir. Kenaikan suhu tersebut merupakan salah satu dampak dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">global warming <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk di antaranya adalah:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Produksi energi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Deforestasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Proses manufaktur<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Gaya hidup konsumtif<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Transportasi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Lebih lanjut, Pak Dandi Zulkarnaen, General Manager Engineering PT Pura Barutama mengungkapkan kalau kebutuhan teknologi ramah lingkungan di Indonesia sangat kritis. \u201cIndonesia saat ini memiliki reputasi sebagai negara penghasil sampah terbesar dunia,\u201d ujar Pak Dandi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Problem utama dalam penerapan teknologi ramah lingkungan di dunia terjadi setelah munculnya polimer sintetik. &#8220;Sepanjang 1950-2017, ada 9.200 juta ton plastik di seluruh dunia,&#8221; ujar Pak Dandi. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang didaur ulang, hanya 700 juta ton. Sementara itu, jumlah plastik yang dibuang dan berupa sampah, mencapai 5.300 juta ton.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dampak keberadaan sampah plastik itu sangat serius. Pak Dandi mencontohkan, beberapa fenomena yang memperlihatkan efek sampah plastik di alam, termasuk di antaranya adalah:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Paus yang mati dengan tumpukan sampah plastik di dalam tubuhnya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Bijih plastik yang belum diolah bercampur dengan pasir pantai di Australia<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: left\"><b>Penerapan <\/b><b><i>Green Technology<\/i><\/b><b> dalam Industri<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai salah satu praktisi dalam industri, Pak Dandi mengatakan kalau PT Pura Barutama telah melakukan berbagai upaya dalam menerapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">green technology.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Kunci utama dalam penerapan teknologi ramah lingkungan, ujarnya, bukan terletak pada kecanggihan teknologi. \u201cSelama aplikasinya bisa menjawab sebuah permasalahan, itu adalah teknologi,\u201d kata beliau.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pak Dandi mencontohkan berbagai upaya yang telah PT Pura Barutama laksanakan dalam mewujudkan komitmen terhadap lingkungan, di antaranya:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Biodiesel dari buah jarak<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kompor biomassa<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Bensin dari bahan utama kelapa sawit<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: left\"><b>Kunci Utama Penerapan Green Technology<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dalam penjabarannya, Pak Dandi mengungkapkan kalau upaya PT Pura dalam mengimplementasikan teknologi ramah lingkungan tak selalu berhasil. Bahkan, pada banyak kasus upaya itu berakhir dengan kegagalan. Padahal, PT Pura telah membangun badan usaha secara khusus dalam setiap proyek tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Berkaitan dengan hal ini, ada 3 kunci utama yang berpengaruh besar pada kesuksesan implementasi teknologi ramah lingkungan dalam industri, yaitu:\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: left\"><b>1. Akses Pasar<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kegiatan industri tak hanya berkaitan dengan proses produksi. Namun, pelaku industri perlu memastikan bahwa setiap barang atau jasa yang mereka hasilkan mempunyai akses pasar yang jelas. Tanpa ada akses pasar, produk menjadi barang yang sia-sia.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: left\"><b>2. Efisiensi Produksi<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Selanjutnya, implementasi teknologi ramah lingkungan juga perlu memiliki efisiensi. Kreasi teknologi ramah lingkungan yang tak mempunyai efisiensi produksi bakal memiliki value rendah di mata seorang pelaku industri. Bahkan, tak jarang mereka menganggap kalau teknologi itu sebagai produk yang percuma.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: left\"><b>3. Inovasi<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Terakhir, ada faktor berupa inovasi. Inovasi tak harus berupa fitur yang canggih. Namun, ada pula inovasi berupa pemanfaatan yang relatif baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Selain 3 aspek tersebut, para pelaku industri juga memerlukan adanya kolaborasi bersama dengan pihak-pihak terkait. Pemerintah punya peran berkaitan dengan penerapan kebijakan. Sementara itu, masyarakat menjadi pihak yang berperan secara langsung dalam mendorong kesuksesan implementasi teknologi ramah lingkungan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Partisipasi dari pemerintah dan masyarakat, menjadi pemicu para pelaku industri untuk melakukan penelitian dan menemukan inovasi baru. Hasilnya, bumi jadi lebih sehat dan manusia merasakan kenyamanan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Green technology atau teknologi ramah lingkungan merupakan isu penting seiring dalam dunia industri. Para pelaku industri memiliki peran penting dalam penerapan green technology ini. Para lulusan teknik industri pun punya andil besar pada proses tersebut. Hanya saja, proses implementasi tersebut kerap tak berjalan mulus.\u00a0 Definisi Green Technology dan Kenapa Perlu Menerapkannya Teknologi ramah lingkungan sejatinya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":669,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,7],"tags":[18,34],"class_list":["post-668","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","category-binus-semarang-articles","tag-green-technology","tag-teknik-industri"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/668","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=668"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/668\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":671,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/668\/revisions\/671"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/media\/669"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=668"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=668"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=668"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}