{"id":472,"date":"2022-07-28T13:49:08","date_gmt":"2022-07-28T06:49:08","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/?p=472"},"modified":"2022-07-28T13:49:08","modified_gmt":"2022-07-28T06:49:08","slug":"5-tips-ciptakan-ux-design-responsif-dan-digemari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/2022\/07\/28\/5-tips-ciptakan-ux-design-responsif-dan-digemari\/","title":{"rendered":"5 Tips Ciptakan User Experience Design yang Responsif dan Digemari"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Saat membuka aplikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">marketplace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, biasanya di beranda akan tampak<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> banner<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berisi informasi seputar diskon produk tertentu. Kita yang awalnya tidak ingin berbelanja pun, bisa saja \u2018terhipnotis\u2019 untuk mengeklik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">banner<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tersebut, lalu tertarik melakukan transaksi. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Nah, inilah salah satu contoh UI\/UX (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">User Interface\/User Experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) design yang baik pada suatu aplikasi. UI berkaitan dengan tampilan aplikasi, sementara UX berkaitan dengan pengalaman pengguna aplikasi. Sederhananya, aplikasi yang baik dan disenangi oleh pengguna adalah aplikasi yang memiliki UI\/UX yang bagus.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Lalu, bagaimana cara membuat UI\/UX yang bagus itu? Berikut ini adalah 5 tips untuk menciptakan UI\/UX\u2014khususnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> pada suatu aplikasi yang responsif dan digemari, sehingga keberadaan aplikasi bisa memberikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cuan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>1. Menempatkan Diri Sebagai <\/b><b><i>User<\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Jika kamu adalah seorang pengembang aplikasi, untuk menciptakan desain UX yang baik, kamu perlu menempatkan diri pada posisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau pengguna. Dari sudut pandang tersebut, kamu akan tahu permasalahan yang dialami pengguna sekaligus apa keinginan mereka terhadap aplikasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Selanjutnya, dari problem dan harapan tersebut, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">developer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> bisa mengembangkan UX sesuai kebutuhan. Seperti contoh di atas, keberadaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">banner<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> promo di beranda aplikasi bukan sesuatu yang dilakukan secara asal. Namun, ada berbagai pertimbangan dari hasil riset terhadap pengalaman pengguna, sehingga terciptalah hal tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>2. Pastikan Fitur Aplikasi Mudah Diakses<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Seorang pengguna akan lebih betah untuk berlama-lama menggunakan aplikasi jika fitur-fiturnya mudah diakses. Coba bayangkan, jika kamu membuka aplikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">video streaming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan bermaksud melihat daftar film Indonesia dalam aplikasi tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Namun, di sana tidak ada fitur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">list<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> film Indonesia, atau ada tetapi entah di mana letaknya. Pasti hal ini akan membuatmu kapok menggunakan aplikasi ini kembali. Maka, penting bagi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">developer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> untuk memastikan fitur-fitur pada aplikasinya mudah diakses. Hal ini memerlukan riset mendalam dan rutin untuk memperoleh masukan dari pengguna.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>3. Buat Sederhana dan Efektif<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Aplikasi yang bagus adalah aplikasi yang sederhana, tetapi efektif. Sederhana di sini maksudnya aplikasi tersebut tidak memiliki tampilan yang rumit dan dipenuhi fitur yang tidak perlu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Di sini, seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">developer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dituntut untuk jeli dan berhati-hati. Kadang, maksud hati ingin memberikan fitur yang komplet pada aplikasi, tetapi justru membuat pengguna kebingungan. Maka, dalam pengembangan UX aplikasi, kebutuhan pengguna adalah kunci utama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sementara itu, efektivitas aplikasi berkaitan dengan tingkat kecepatan akses aplikasi tersebut. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">UX design<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang responsif adalah desain yang\u00a0 tidak membuat aplikasi menjadi lambat, baik secara sistem maupun memperpanjang alur tujuan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Misalnya, pada aplikasi belanja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, untuk berbelanja suatu produk, kita harus melakukan klaim <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">voucher<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> diskon di fitur yang berbeda lokasi dengan fitur produk. Hal ini tentu membuat alur belanja menjadi semakin panjang karena kita harus mengklaim <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">voucher<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dulu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Padahal, bisa saja pada setiap produk, langsung dibuat fitur klaim <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">voucher<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang sesuai. Di sinilah kejelian dan kreativitas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">UX designer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sangat diperlukan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>4. Pahami Ilmu <\/b><b><i>UX Writing<\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Meski populer dengan nama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">UX design<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, sebenarnya pengalaman pengguna terhadap aplikasi digital ini tidak lepas dengan teknik penulisan yang baik. Teknik penulisan yang dimaksud di sini adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">UX writing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau pembuatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">microcopy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Microcopy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah teks-teks pendek yang biasanya muncul pada aplikasi, seperti tulisan \u2018Pesan Sekarang\u2019 pada aplikasi pemesanan tiket pesawat. Meski terkesan sepele, sebenarnya penyusunan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">microcopy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tersebut dilakukan secara matang. Mengapa tidak menggunakan kata \u2018Bayar Sekarang\u2019 atau \u2018Beli Tiketnya\u2019 atau yang lainnya, semua ada alasannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>5. Rajin Lakukan Pengujian dan Minta Saran<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sebagian besar aktivitas pekerjaan seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">UX developer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah diskusi. Ia memerlukan hal ini sebagai upaya untuk melakukan pengujian sekaligus meminta saran dari orang-orang. Karenanya, ia akan tahu, apakah hal yang dikembangkan dapat diterima dengan baik atau tidak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Hal ini bisa kamu lakukan kepada orang yang lebih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">expert<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, maupun kepada khalayak umum. Selanjutnya, informasi dari mereka bisa diolah lebih lanjut, untuk diaplikasikan dalam pengembangan aplikasi, khususnya dalam sisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Demikian 5 tips yang bisa kamu lakukan, supaya bisa mengembangkan desain UX yang baik. Selanjutnya, kalau ingin menambah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">insight<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tentang dunia UX, kamu bisa mengikuti acara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ngomong-Ngomong ning BINUS @Semarang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dengan tema <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Auto Cuan Pakai User Experience.<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Di sana nanti akan diulas secara lengkap berbagai upaya untuk melahirkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">UX design<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang baik dan menghasilkan. Acara yang didukung Program <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Information System<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini akan dilaksanakan pada Kamis, 28 Juli 2022, pukul 15.00-17.00 WIB, secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">offline<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Informasi lengkap terkait acara ini bisa kamu simak <\/span><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/Cf8lVdiP9zN\/\"><span style=\"font-weight: 400\">di sini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat membuka aplikasi marketplace, biasanya di beranda akan tampak banner berisi informasi seputar diskon produk tertentu. Kita yang awalnya tidak ingin berbelanja pun, bisa saja \u2018terhipnotis\u2019 untuk mengeklik banner tersebut, lalu tertarik melakukan transaksi. Nah, inilah salah satu contoh UI\/UX (User Interface\/User Experience) design yang baik pada suatu aplikasi. UI berkaitan dengan tampilan aplikasi, sementara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[14,19],"class_list":["post-472","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article","tag-binus-semarang","tag-ux-design"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/472","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=472"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/472\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":473,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/472\/revisions\/473"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=472"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=472"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=472"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}