{"id":566,"date":"2025-09-17T03:23:51","date_gmt":"2025-09-17T03:23:51","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/industrialengineering\/?p=566"},"modified":"2025-09-17T03:23:51","modified_gmt":"2025-09-17T03:23:51","slug":"lean-six-sigma-metodologi-efisiensi-dan-kualitas-untuk-keunggulan-kompetitif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/smart-industrial-engineering\/2025\/09\/17\/lean-six-sigma-metodologi-efisiensi-dan-kualitas-untuk-keunggulan-kompetitif\/","title":{"rendered":"Lean Six Sigma: Metodologi Efisiensi dan Kualitas untuk Keunggulan Kompetitif"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"210\" data-end=\"883\">Dalam dunia bisnis modern yang penuh dinamika, perusahaan dituntut untuk beroperasi secara efisien sekaligus menjaga kualitas produk maupun jasa yang dihasilkan. Kompetisi global menekan organisasi untuk mampu menghasilkan output terbaik dengan biaya minimal, waktu cepat, serta meminimalkan kesalahan. Salah satu metodologi yang paling banyak diadopsi dalam upaya ini adalah <strong data-start=\"586\" data-end=\"604\">Lean Six Sigma<\/strong>, sebuah pendekatan manajemen berbasis data yang menggabungkan prinsip <strong data-start=\"675\" data-end=\"697\">Lean Manufacturing<\/strong> dan <strong data-start=\"702\" data-end=\"715\">Six Sigma<\/strong>. Artikel ini akan membahas secara komprehensif mengenai Lean Six Sigma, mulai dari definisi, sejarah, metodologi, manfaat, hingga implementasinya di berbagai industri.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\" data-start=\"890\" data-end=\"916\">Apa Itu Lean Six Sigma?<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"917\" data-end=\"1374\">Lean Six Sigma adalah metodologi perbaikan proses yang bertujuan mengurangi pemborosan (waste) sekaligus meminimalkan variasi dalam proses. Lean berfokus pada efisiensi dengan menghilangkan aktivitas yang tidak memberi nilai tambah, sedangkan Six Sigma berfokus pada pengendalian kualitas dengan mengurangi variasi dan cacat (defect). Kombinasi keduanya menciptakan sebuah kerangka kerja yang efektif dalam meningkatkan kinerja organisasi secara menyeluruh.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\" data-start=\"1376\" data-end=\"1504\">\n<li data-start=\"1376\" data-end=\"1435\">\n<p data-start=\"1378\" data-end=\"1435\"><strong data-start=\"1378\" data-end=\"1386\">Lean<\/strong> \u2192 \u201cDoing things faster and eliminating waste.\u201d<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1436\" data-end=\"1504\">\n<p data-start=\"1438\" data-end=\"1504\"><strong data-start=\"1438\" data-end=\"1451\">Six Sigma<\/strong> \u2192 \u201cDoing things better and eliminating variation.\u201d<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"1506\" data-end=\"1627\">Jika digabungkan, Lean Six Sigma berarti melakukan pekerjaan <strong data-start=\"1567\" data-end=\"1627\">lebih cepat, lebih baik, dengan kualitas yang konsisten.<\/strong><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\" data-start=\"1634\" data-end=\"1667\">Sejarah Singkat Lean Six Sigma<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"1668\" data-end=\"1746\">Lean dan Six Sigma memiliki akar sejarah yang berbeda namun saling melengkapi.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" data-start=\"1748\" data-end=\"2208\">\n<li data-start=\"1748\" data-end=\"1978\">\n<p data-start=\"1751\" data-end=\"1978\"><strong data-start=\"1751\" data-end=\"1759\">Lean<\/strong> berkembang dari sistem produksi Toyota pada tahun 1950-an, yang dikenal dengan <strong data-start=\"1839\" data-end=\"1873\">Toyota Production System (TPS)<\/strong>. Konsep utama Lean adalah mengidentifikasi dan menghilangkan <em data-start=\"1935\" data-end=\"1941\">muda<\/em> (pemborosan) dalam setiap aktivitas.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1983\" data-end=\"2208\">\n<p data-start=\"1986\" data-end=\"2208\"><strong data-start=\"1986\" data-end=\"1999\">Six Sigma<\/strong> diperkenalkan oleh Motorola pada tahun 1986, dengan tujuan mengurangi jumlah cacat dalam proses manufaktur hingga mencapai tingkat 3,4 cacat per sejuta kesempatan (<em data-start=\"2164\" data-end=\"2206\">defects per million opportunities \u2013 DPMO<\/em>).<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"2210\" data-end=\"2392\">Gabungan Lean Six Sigma mulai populer pada awal tahun 2000-an ketika perusahaan menyadari bahwa menghilangkan pemborosan saja tidak cukup tanpa mengendalikan variasi, dan sebaliknya.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\" data-start=\"2399\" data-end=\"2430\">Prinsip Utama Lean Six Sigma<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"2431\" data-end=\"2544\">Untuk memahami bagaimana metodologi ini bekerja, penting mengenali prinsip-prinsip utama yang menjadi fondasinya:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" data-start=\"2546\" data-end=\"3267\">\n<li data-start=\"2546\" data-end=\"2692\">\n<p data-start=\"2549\" data-end=\"2692\"><strong data-start=\"2549\" data-end=\"2573\">Fokus pada pelanggan<\/strong><br data-start=\"2573\" data-end=\"2576\" \/>Kepuasan pelanggan adalah tujuan utama. Semua aktivitas diarahkan untuk memberikan nilai tambah kepada pelanggan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2694\" data-end=\"2837\">\n<p data-start=\"2697\" data-end=\"2837\"><strong data-start=\"2697\" data-end=\"2746\">Mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan<\/strong><br data-start=\"2746\" data-end=\"2749\" \/>Setiap aktivitas yang tidak memberi nilai tambah harus diminimalkan atau dihilangkan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2839\" data-end=\"3002\">\n<p data-start=\"2842\" data-end=\"3002\"><strong data-start=\"2842\" data-end=\"2877\">Mengurangi variasi dalam proses<\/strong><br data-start=\"2877\" data-end=\"2880\" \/>Variasi menghasilkan inkonsistensi kualitas. Six Sigma menekankan penggunaan data dan statistik untuk mengendalikannya.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3004\" data-end=\"3109\">\n<p data-start=\"3007\" data-end=\"3109\"><strong data-start=\"3007\" data-end=\"3045\">Pendekatan berbasis data dan fakta<\/strong><br data-start=\"3045\" data-end=\"3048\" \/>Keputusan diambil berdasarkan analisis data, bukan asumsi.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3111\" data-end=\"3267\">\n<p data-start=\"3114\" data-end=\"3267\"><strong data-start=\"3114\" data-end=\"3168\">Peningkatan berkelanjutan (continuous improvement)<\/strong><br data-start=\"3168\" data-end=\"3171\" \/>Lean Six Sigma bukan sekadar proyek sekali jalan, melainkan filosofi perbaikan berkelanjutan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2 style=\"text-align: justify\" data-start=\"3274\" data-end=\"3302\">Metodologi Lean Six Sigma<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"3303\" data-end=\"3426\">Lean Six Sigma biasanya diterapkan melalui kerangka <strong data-start=\"3355\" data-end=\"3364\">DMAIC<\/strong> untuk proses yang sudah ada, dan <strong data-start=\"3398\" data-end=\"3407\">DMADV<\/strong> untuk proses baru.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\" data-start=\"3428\" data-end=\"3489\">1. DMAIC (Define \u2013 Measure \u2013 Analyze \u2013 Improve \u2013 Control)<\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify\" data-start=\"3490\" data-end=\"3859\">\n<li data-start=\"3490\" data-end=\"3570\">\n<p data-start=\"3492\" data-end=\"3570\"><strong data-start=\"3492\" data-end=\"3502\">Define<\/strong> \u2192 Mendefinisikan masalah, tujuan proyek, dan kebutuhan pelanggan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3571\" data-end=\"3646\">\n<p data-start=\"3573\" data-end=\"3646\"><strong data-start=\"3573\" data-end=\"3584\">Measure<\/strong> \u2192 Mengukur kinerja proses saat ini dengan data kuantitatif.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3647\" data-end=\"3717\">\n<p data-start=\"3649\" data-end=\"3717\"><strong data-start=\"3649\" data-end=\"3660\">Analyze<\/strong> \u2192 Menganalisis akar penyebab permasalahan dan variasi.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3718\" data-end=\"3789\">\n<p data-start=\"3720\" data-end=\"3789\"><strong data-start=\"3720\" data-end=\"3731\">Improve<\/strong> \u2192 Mengimplementasikan solusi untuk meningkatkan proses.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3790\" data-end=\"3859\">\n<p data-start=\"3792\" data-end=\"3859\"><strong data-start=\"3792\" data-end=\"3803\">Control<\/strong> \u2192 Mengontrol proses baru agar perbaikan dapat bertahan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 style=\"text-align: justify\" data-start=\"3861\" data-end=\"3920\">2. DMADV (Define \u2013 Measure \u2013 Analyze \u2013 Design \u2013 Verify)<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"3921\" data-end=\"4139\">Metodologi ini digunakan untuk merancang proses atau produk baru. Tahapannya meliputi mendefinisikan kebutuhan pelanggan, mengukur spesifikasi, menganalisis desain potensial, merancang solusi, lalu memverifikasi hasil.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\" data-start=\"4146\" data-end=\"4190\">Tingkatan Kompetensi dalam Lean Six Sigma<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"4191\" data-end=\"4323\">Sama seperti sabuk dalam seni bela diri, Lean Six Sigma memiliki jenjang sertifikasi untuk menunjukkan tingkat kompetensi seseorang:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\" data-start=\"4325\" data-end=\"4676\">\n<li data-start=\"4325\" data-end=\"4384\">\n<p data-start=\"4327\" data-end=\"4384\"><strong data-start=\"4327\" data-end=\"4341\">White Belt<\/strong> \u2192 Pemahaman dasar konsep Lean Six Sigma.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4385\" data-end=\"4449\">\n<p data-start=\"4387\" data-end=\"4449\"><strong data-start=\"4387\" data-end=\"4402\">Yellow Belt<\/strong> \u2192 Terlibat dalam proyek sebagai anggota tim.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4450\" data-end=\"4525\">\n<p data-start=\"4452\" data-end=\"4525\"><strong data-start=\"4452\" data-end=\"4466\">Green Belt<\/strong> \u2192 Memimpin proyek perbaikan skala kecil hingga menengah.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4526\" data-end=\"4593\">\n<p data-start=\"4528\" data-end=\"4593\"><strong data-start=\"4528\" data-end=\"4542\">Black Belt<\/strong> \u2192 Ahli yang memimpin proyek besar lintas fungsi.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4594\" data-end=\"4676\">\n<p data-start=\"4596\" data-end=\"4676\"><strong data-start=\"4596\" data-end=\"4617\">Master Black Belt<\/strong> \u2192 Mentor, konsultan, dan pengembang strategi organisasi.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"4678\" data-end=\"4765\">Struktur ini memastikan bahwa perbaikan dapat dilakukan pada berbagai level organisasi.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\" data-start=\"4772\" data-end=\"4797\">Manfaat Lean Six Sigma<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"4798\" data-end=\"4917\">Implementasi Lean Six Sigma memberikan berbagai manfaat, baik untuk organisasi maupun pelanggan. Beberapa di antaranya:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" data-start=\"4919\" data-end=\"5558\">\n<li data-start=\"4919\" data-end=\"5038\">\n<p data-start=\"4922\" data-end=\"5038\"><strong data-start=\"4922\" data-end=\"4959\">Peningkatan efisiensi operasional<\/strong><br data-start=\"4959\" data-end=\"4962\" \/>Dengan mengurangi pemborosan, proses menjadi lebih cepat dan hemat biaya.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5040\" data-end=\"5162\">\n<p data-start=\"5043\" data-end=\"5162\"><strong data-start=\"5043\" data-end=\"5088\">Kualitas produk\/jasa yang lebih konsisten<\/strong><br data-start=\"5088\" data-end=\"5091\" \/>Pengendalian variasi menghasilkan output yang stabil sesuai standar.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5164\" data-end=\"5305\">\n<p data-start=\"5167\" data-end=\"5305\"><strong data-start=\"5167\" data-end=\"5201\">Peningkatan kepuasan pelanggan<\/strong><br data-start=\"5201\" data-end=\"5204\" \/>Produk dan layanan yang lebih cepat, lebih baik, dan lebih murah meningkatkan loyalitas pelanggan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5307\" data-end=\"5436\">\n<p data-start=\"5310\" data-end=\"5436\"><strong data-start=\"5310\" data-end=\"5342\">Penghematan biaya signifikan<\/strong><br data-start=\"5342\" data-end=\"5345\" \/>Banyak perusahaan melaporkan penghematan jutaan dolar setelah menerapkan Lean Six Sigma.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5438\" data-end=\"5558\">\n<p data-start=\"5441\" data-end=\"5558\"><strong data-start=\"5441\" data-end=\"5475\">Budaya perbaikan berkelanjutan<\/strong><br data-start=\"5475\" data-end=\"5478\" \/>Lean Six Sigma mendorong mindset inovasi dan perbaikan yang berkesinambungan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2 style=\"text-align: justify\" data-start=\"5565\" data-end=\"5616\">Implementasi Lean Six Sigma di Berbagai Industri<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"5617\" data-end=\"5710\">Meskipun awalnya populer di manufaktur, kini Lean Six Sigma diadopsi luas di berbagai sektor:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\" data-start=\"5712\" data-end=\"6310\">\n<li data-start=\"5712\" data-end=\"5817\">\n<p data-start=\"5714\" data-end=\"5817\"><strong data-start=\"5714\" data-end=\"5728\">Manufaktur<\/strong> \u2192 Mengurangi cacat produksi, mempercepat waktu siklus, dan meningkatkan produktivitas.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5818\" data-end=\"5937\">\n<p data-start=\"5820\" data-end=\"5937\"><strong data-start=\"5820\" data-end=\"5833\">Kesehatan<\/strong> \u2192 Meminimalkan kesalahan medis, mempercepat waktu pelayanan pasien, dan mengurangi biaya operasional.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5938\" data-end=\"6076\">\n<p data-start=\"5940\" data-end=\"6076\"><strong data-start=\"5940\" data-end=\"5964\">Perbankan &amp; Keuangan<\/strong> \u2192 Memperbaiki proses persetujuan pinjaman, meningkatkan kepuasan nasabah, dan mengurangi kesalahan transaksi.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6077\" data-end=\"6206\">\n<p data-start=\"6079\" data-end=\"6206\"><strong data-start=\"6079\" data-end=\"6102\">Teknologi Informasi<\/strong> \u2192 Meningkatkan kualitas perangkat lunak, mempercepat siklus pengembangan, dan menurunkan tingkat bug.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6207\" data-end=\"6310\">\n<p data-start=\"6209\" data-end=\"6310\"><strong data-start=\"6209\" data-end=\"6225\">Pemerintahan<\/strong> \u2192 Memperbaiki layanan publik, mengurangi birokrasi, dan meningkatkan transparansi.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify\" data-start=\"6317\" data-end=\"6360\">Tantangan dalam Penerapan Lean Six Sigma<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"6361\" data-end=\"6460\">Meskipun menawarkan banyak manfaat, implementasi Lean Six Sigma juga menghadapi sejumlah tantangan:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" data-start=\"6462\" data-end=\"6950\">\n<li data-start=\"6462\" data-end=\"6550\">\n<p data-start=\"6465\" data-end=\"6550\"><strong data-start=\"6465\" data-end=\"6498\">Resistensi terhadap perubahan<\/strong> \u2192 Karyawan sering merasa nyaman dengan cara lama.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6551\" data-end=\"6643\">\n<p data-start=\"6554\" data-end=\"6643\"><strong data-start=\"6554\" data-end=\"6586\">Kurangnya komitmen manajemen<\/strong> \u2192 Tanpa dukungan pimpinan, proyek akan mudah terhenti.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6644\" data-end=\"6732\">\n<p data-start=\"6647\" data-end=\"6732\"><strong data-start=\"6647\" data-end=\"6668\">Ketersediaan data<\/strong> \u2192 Analisis Six Sigma sangat bergantung pada data yang akurat.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6733\" data-end=\"6824\">\n<p data-start=\"6736\" data-end=\"6824\"><strong data-start=\"6736\" data-end=\"6759\">Kebutuhan pelatihan<\/strong> \u2192 Dibutuhkan investasi waktu dan biaya untuk melatih personel.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6825\" data-end=\"6950\">\n<p data-start=\"6828\" data-end=\"6950\"><strong data-start=\"6828\" data-end=\"6850\">Kesalahan persepsi<\/strong> \u2192 Banyak organisasi yang hanya menganggapnya sebagai proyek sementara, bukan budaya jangka panjang.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2 style=\"text-align: justify\" data-start=\"6957\" data-end=\"6979\">Studi Kasus Singkat<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"6980\" data-end=\"7045\">Beberapa perusahaan dunia telah sukses menerapkan Lean Six Sigma:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\" data-start=\"7047\" data-end=\"7456\">\n<li data-start=\"7047\" data-end=\"7197\">\n<p data-start=\"7049\" data-end=\"7197\"><strong data-start=\"7049\" data-end=\"7074\">General Electric (GE)<\/strong> \u2192 Menghemat miliaran dolar dalam biaya operasional melalui proyek Six Sigma yang dipimpin Jack Welch pada tahun 1990-an.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7198\" data-end=\"7323\">\n<p data-start=\"7200\" data-end=\"7323\"><strong data-start=\"7200\" data-end=\"7210\">Toyota<\/strong> \u2192 Menggunakan prinsip Lean untuk memangkas pemborosan dan menjadi benchmark global dalam efisiensi manufaktur.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7324\" data-end=\"7456\">\n<p data-start=\"7326\" data-end=\"7456\"><strong data-start=\"7326\" data-end=\"7345\">Bank of America<\/strong> \u2192 Menerapkan Lean Six Sigma untuk mempercepat proses persetujuan kredit dan meningkatkan pengalaman nasabah.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify\" data-start=\"7463\" data-end=\"7476\">Kesimpulan<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"7477\" data-end=\"7940\">Lean Six Sigma merupakan metodologi manajemen yang sangat relevan dalam era kompetisi global. Dengan menggabungkan efisiensi Lean dan presisi Six Sigma, organisasi dapat mengurangi pemborosan, meminimalkan variasi, dan memberikan nilai terbaik kepada pelanggan. Meski implementasinya tidak selalu mudah dan membutuhkan komitmen kuat, manfaat jangka panjangnya sangat signifikan, baik dalam hal penghematan biaya, peningkatan kualitas, maupun kepuasan pelanggan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"7942\" data-end=\"8249\">Dalam jangka panjang, Lean Six Sigma bukan hanya sekadar alat perbaikan proses, melainkan sebuah filosofi yang menumbuhkan budaya perbaikan berkelanjutan. Oleh karena itu, organisasi yang ingin bertahan dan unggul di era persaingan global harus mempertimbangkan Lean Six Sigma sebagai strategi utama mereka.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia bisnis modern yang penuh dinamika, perusahaan dituntut untuk beroperasi secara efisien sekaligus menjaga kualitas produk maupun jasa yang dihasilkan. Kompetisi global menekan organisasi untuk mampu menghasilkan output terbaik dengan biaya minimal, waktu cepat, serta meminimalkan kesalahan. Salah satu metodologi yang paling banyak diadopsi dalam upaya ini adalah Lean Six Sigma, sebuah pendekatan manajemen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":567,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15,71,9,54,53,5,11,10,8],"tags":[28,27,23,76,47,37,45,46,72,24,26],"class_list":["post-566","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-digital-transformation","category-human-factors","category-kualitas","category-lean","category-lean-manufacturing","category-news","category-perencanaan","category-produksi","category-technology","tag-bisnis","tag-digitaltransformasi","tag-industrialengineering","tag-kualitas","tag-logistik","tag-manajemenindustri","tag-smart-industrial-engineering","tag-smart-industry","tag-supply-chain-management","tag-teknikindustri","tag-teknikindustrisemarang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/smart-industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/566","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/smart-industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/smart-industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/smart-industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/smart-industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=566"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/smart-industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/566\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":569,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/smart-industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/566\/revisions\/569"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/smart-industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/media\/567"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/smart-industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=566"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/smart-industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=566"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/smart-industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=566"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}