{"id":324,"date":"2025-03-25T13:45:30","date_gmt":"2025-03-25T06:45:30","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/information-systems\/?p=324"},"modified":"2025-03-25T14:11:42","modified_gmt":"2025-03-25T07:11:42","slug":"mengenal-main-database-object-serta-perannya-dalam-pengelolaan-data","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/information-systems\/2025\/03\/25\/mengenal-main-database-object-serta-perannya-dalam-pengelolaan-data\/","title":{"rendered":"Mengenal Main Database Object serta Perannya dalam Pengelolaan Data"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Database adalah berbagai informasi yang dikumpulkan dan disimpan secara teratur dalam komputer yang kemudian bisa diakses dengan mudah melalui suatu program tertentu, Basis data dapat memuat semua jenis data, termasuk angka, kata, gambar, video, dan juga file. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola basis data disebut dengan Database Management System (DBMS). Sistem ini dapat menyimpan, mengambil, dan mengedit data dalam basis data. Penggunaan sistem basis data sendiri memberikan berbagai fungsi dan manfaat bagi perusahaan. Dengan adanya basis data, perusahaan dapat mengelompokkan data dan informasi sehingga lebih mudah dikelola. Karena terstruktur, basis data akan mencegah adanya data yang terduplikat atau inkonsistensi data. Fungsi-fungsi inilah yang menjadikan penggunaan sistem basis data sebagai salah satu cara untuk menjaga kualitas data dan informasi perusahaan secara lebih efektif dan efisien.<br \/>\nDalam sistem basis data, terdapat beberapa objek utama yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, dan mengakses data secara efisien. Objek-objek tersebut disebut dengan &#8220;objek basis data utama&#8221; atau main database object. Objek-objek tersebut berperan sebagai elemen dasar yang membentuk struktur suatu basis data. Setiap Sistem Manajemen Basis Data (DBMS) seperti Oracle, SQL Server, MySQL, dan masih banyak lagi memiliki jenis objek basis data yang serupa, meskipun penerapannya berbeda.<br \/>\nJenis-Jenis Main Database Object<br \/>\nBerikut adalah beberapa jenis main database object yang umum digunakan dalam sistem database :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>1. Table (Tabel)<\/strong><br \/>\nTabel merupakan objek database yang memuat semua data dalam suatu database. Data tersebut disajikan melalui bentuk baris dan kolom. Setiap baris yang ada merepresentasikan data terkait yang berasal dari berbagai bidang, tetapi merujuk pada unit yang sama. Sementara setiap kolom memuat daftar nilai yang berasal dari bidang yang sama. Tabel juga dapat dipahami sebagai alat bantu visual yang dapat membantu menjelaskan informasi secara lebih efektif dan efisien daripada hanya menyajikannya dalam bentuk kata-kata. Setiap kolom dalam database biasanya memiliki tipe data tertentu, seperti VARCHAR, CHAR, NUMBER, DATE, dan masih banyak lagi. Tabel juga dapat memiliki primary key untuk mengidentifikasi setiap baris secara unik.<br \/>\nContoh penggunaan tabel dalam Database yaitu<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-326\" src=\"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/information-systems\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/03\/hasil.jpg\" alt=\"\" width=\"654\" height=\"100\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/information-systems\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/03\/hasil.jpg 654w, https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/information-systems\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/03\/hasil-300x46.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/information-systems\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/03\/hasil-480x73.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 654px) 100vw, 654px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>NIM dapat dijadikan sebagai kunci utama (PRIMARY KEY) untuk memastikan bahwa tidak ada mahasiswa dengan NIM yang sama.<\/li>\n<li>Nama_Mahasiswa dan Asal_Kota adalah attribut lain yang menyimpan informasi mahasiswa.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>2. Constraint (Aturan)<\/strong><br \/>\nConstraint merupakan aturan yang ditetapkan untuk kolom-kolom dalam suatu tabel yang berfungsi agar data yang masuk tetap konsisten. Tujuan penggunaan objek ini adalah untuk memastikan integritas data dengan membatasi jenis data yang bisa diinput dan disimpan oleh sistem.<br \/>\nJenis-jenis constraint:<\/p>\n<ul>\n<li>Constraint NOT NULL<br \/>\nContraint ini berfungsi menjamin bahwa suatu kolom tidak menerima nilai NULL. Nilai NULL sendiri adalah suatu data yang tidak memiliki nilai. Jadi ketika suatu kolom menggunakan constraint ini, maka harus ada data yang diinput.<\/li>\n<li>Constraint PRIMARY KEY<br \/>\nContraint ini digunakan untuk mengidentifikasi setiap baris dalam tabel. Secara tidak langsung constraint ini merupakan gabungan dari constraint NOT NULL dan UNIQUE karena kolom-kolom yang menggunakan aturan ini tidak boleh bersifat NULL dan harus memiliki nilai yang berbeda dengan data lain yang ada.<\/li>\n<li>Constraint FOREIGN KEY<br \/>\nContraint ini menunjukkan hubungan antara tabel satu dengan tabel lainnya dengan mereferensikan primary key tabel utama ke tabel lainnya yang ingin mengambil PK nya.<\/li>\n<li>Constraint UNIQUE<br \/>\nDengan menggunakan constraint ini maka, semua nilai dalam suatu kolom akan bersifat unik atau tidak sama. Jika ada input baru yang nilainya sudah ada dalam database, maka database akan menggagalkan input tersebut.<\/li>\n<li>Constraint CHECK<br \/>\nConstraint ini dimanfaatkan untuk memeriksa data saat data baru diinput. Jika data yang masuk tidak sesuai dengan kondisi CHECK constraint yang diinginkan, maka database akan menggagalkan input tersebut.<\/li>\n<li>Constraint DEFAULT<br \/>\nConstraint ini digunakan untuk menentukan nilai default atau nilai pasti dalam suatu kolom. Ketika data dalam kolom yang memiliki constraint DEFAULT tidak terisi, maka nilai default yang telah ditetapkan akan otomatis mengisi kolom tersebut.<br \/>\nContoh penggunaan constraint dalam Database yaitu :<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 80px\"><strong>CREATE TABLE<\/strong> MAHASISWA (<br \/>\nNIM <strong>NUMBER (10)<\/strong> <strong>PRIMARY<\/strong> <strong>KEY<\/strong>,<br \/>\nNama_Mahasiswa <strong>VARCHAR2 (100) NOT NULL<\/strong><br \/>\n);<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>3. Sequence (Urutan)<\/strong><br \/>\nSequence merupakan sebuah objek dalam database yang berupa serangkaian angka yang diurutkan secara ascending atau descending. Sequence memastikan bahwa setiap angka disebutkan hanya satu kali, sehingga menjamin keunikan angka-angka tersebut. Sequence sangat diperlukan karena dapat menciptakan nilai-nilai unik secara otomatis dan dapat digunakan dalam beberapa tabel yang menyediakan ID unik. Ketika kita membuat sequence, sistem akan menyimpan nilai angka yang dapat terus bertambah berdasarkan aturan-aturan yang telah kita tentukan. Setiap sequence dipanggil, maka akan selalu memberikan nilai baru yang lebih besar dari sebelumnya sesuai dengan aturan-aturan yang telah dibuat. Sequence akan menyimpan nilai terakhir yang digunakan dan meskipun banyak pengguna yang mengakses sequence tersebut secara bersamaan, sistem akan memastikan bahwa setiap nilai yang muncul tetap unik. Contoh penggunaan sequence dalam Database yaitu :<br \/>\nCREATE SEQUENCE seq_pelanggan<br \/>\nSTART WITH 1 (Dimulai dari angka 1)<br \/>\nINCREMENT BY 1 (Bertambah setiap kali dipanggil)<br \/>\nNOACHE (Tidak menyimpan nilai di dalam memori)<br \/>\nNOCYCLE; (Tidak akan kembali ke nilai awal setelah mencapai batas maksimum)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>4. Index (Indeks)<\/strong><br \/>\nIndeks adalah alat yang digunakan untuk mempercepat proses pencarian data. Indeks mendukung proses pencarian dengan menyediakan metode menjcari data yang diminta dengan cepat. Indeks bekerja seperti daftar isi dalam sebuah buku, daripada membaca halaman satu per satu, kita dapat langsung menemukan informasi yang dibutuhkan dengan lebih cepat menggunakan indeks. Indeks database memuat semua informasi yang diperlukan untuk mengakses data dengan cepat dan efisisen. Dalam database, data yang disimpan berupa baris-baris yang disusun dalam tabel. Setiap baris tersebut memiliki kunci unik yang berbeda dari baris lainnya kemudian kunci-kunci tersebut disimpan dalam indeks untuk pengambilan cepat. Karena kunci sudah disimpan dalam indeks, maka setiap kali baris baru dengan kunci unik ditambahkan, indeks akan secara otomatis diperbarui. Namun jika data yang baru ditambahkan tidak memiliki kunci maka kita dapat membuatkan indeks sendiri.<br \/>\nTerdapat beberapa jenis indeks dalam database:<br \/>\na) Indeks terkelompok<br \/>\nIndeks ini menentukan urutan fisik catatan dalam tabel. Dimana hanya boleh ada satu indeks berkelompok per tabel.<br \/>\nb) Indeks non-kluster<br \/>\nUrutan fisik catatan tabel yang tidak terpengaruh oleh indeks tidak terkelompok. Indeks ini dapat dibual pada lebih dari satu tabel.<br \/>\nc) Indeks unik<br \/>\nPersyaratan keunikan untuk kolom yang diindeks diberlakukan oleh indeks yang unik.<br \/>\nContoh penggunaan indeks dalam Database yaitu :<br \/>\nCREATE INDEX idx_mahasiswa ON MAHASISWA(Nama_Mahasiswa);<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>5. Synonym (Sinonim\/alias)<\/strong><br \/>\nSinonim adalah nama alias atau sebutan untuk objek database lain, seperti table, view, sequence, atau prosedur. Suatu sinonim harus memiliki nama yang unik dan tidak dapat menjadi objek dasar untuk sinonim lain. Dengan menggunakan sinonim kita dapat mengakses objek tanpa perlu menyebutkan nama lengkap objek tersebut.<br \/>\nJenis-jenis sinonim :<br \/>\na) Sinonim pribadi : Sinonim ini dimiliki oleh pengguna tertentu dan hanya bisa diakses oleh pengguna tersebut. Sinonim pribadi tidak dapat memiliki nama yang sama dengan nama objek lain dalam skema yang sama.<br \/>\nb) Sinonim publik : Sinonim ini dimiliki oleh semua pengguna dan dapat diakses oleh setiap pengguna dalam database. Sinonim publik diakses oleh semua orang dan tidak termasuk dalam skema pengguna manapun. Nama sinonim publik dapat sama dengan nama sinonim objek lain.<br \/>\nContoh penggunaan synonym dalam Database yaitu :<br \/>\nCREATE SYNONYM mhs FOR UNIV.MAHASISWA;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>6. View (tampilan)<\/strong><br \/>\nView adalah sebuah tabel atau data yang tidak berbentuk fisik namun berbentuk digital dan terbuat dari himpunan hasil query. View sendiri merupakan objek yang menyajikan hasil dari query dalam bentuk tabel virtual. View tidak menyimpan data secara fisik, tetapi hanya menyimpan definisi query yang dapat digunakan untuk mengambil data yang ada di tabel lain. Dengan menggunakan view perusahaan dapat meningkatkan keamanan data dengan melakukan pembatasan akses data, misalnya hanya menampilkan beberapa kolom data yang dibutuhkan saja. Selain itu view juga dapat membantu menyederhanakan query yang kompleks menjadi lebih mudah dimengerti dan mudah dikelola. Penggunaan view dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi beban server sehingga akan mempercepat waktu tanggapan yang diperlukan.<br \/>\nContoh penggunaan view dalam Database yaitu :<br \/>\nCREATE VIEW view_mahasiswa AS<br \/>\nSELECT NIM, Nama_Mahasiswa FROM MAHASISWA;<\/p>\n<p>REFERENSI<\/p>\n<p>Detik. (2022, 6 Desember). Mengenal database adalah: Jenis, fungsi, dan contoh. Diakses pada 4 Maret 2025, dari https:\/\/www.detik.com\/bali\/berita\/d-6445380\/mengenal-database-adalah-jenis-fungsi-dan-contoh<br \/>\nAmazon Web Services (AWS). (n.d.). Apa itu database?. Diakses pada 4 Maret 2025, dari https:\/\/aws.amazon.com\/id\/what-is\/database\/<br \/>\nMicrosoft. (2025, 5 Februari). Tabel (SQL Server). Diakses pada 4 Maret 2025, dari https:\/\/learn.microsoft.com\/id-id\/sql\/relational-databases\/tables\/tables?view=sql-server-ver16<br \/>\nPenerbit Deepublish. (2022, 4 April). Pengertian tabel dalam database. Diakses pada 4 Maret 2025, dari https:\/\/penerbitdeepublish.com\/pengertian-tabel\/<br \/>\nRevoU. (n.d.). Panduan teknis SQL: Constraint. Diakses pada 4 Maret 2025, dari https:\/\/www.revou.co\/panduan-teknis\/sql-constraint<br \/>\nDBVis. (2024, 4 September). PostgreSQL sequence: Panduan pemula. Diakses pada 4 Maret 2025, dari https:\/\/www.dbvis.com\/thetable\/postgresql-sequence-a-beginner%E2%80%99s-guide\/<br \/>\nCodecademy. (n.d.). Indeks dalam SQL. Diakses pada 4 Maret 2025, dari https:\/\/www.codecademy.com\/article\/sql-indexes<br \/>\nTutorialsteacher. (n.d.). Sinonim dalam SQL Server. Diakses pada 4 Maret 2025, dari https:\/\/www.tutorialsteacher.com\/sqlserver\/synonyms<br \/>\nKirana, Annisa Puspa (2023, 1 Oktober). Mendalami database dengan views di SQL Server. Medium. Diakses pada 4 Maret 2025, dari https:\/\/puspakirana.medium.com\/mendalami-database-dengan-views-di-sql-server-84ef677c604e<br \/>\nMotadata. (n.d.). Indeks database: Pengertian dan fungsi. Diakses pada 4 Maret 2025, dari https:\/\/www.motadata.com\/it-glossary\/database-index<\/p>\n<p>Editor : Edi Purnomo Putra<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Database adalah berbagai informasi yang dikumpulkan dan disimpan secara teratur dalam komputer yang kemudian bisa diakses dengan mudah melalui suatu program tertentu, Basis data dapat memuat semua jenis data, termasuk angka, kata, gambar, video, dan juga file. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola basis data disebut dengan Database Management System (DBMS). Sistem ini dapat menyimpan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":345,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-324","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/324","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=324"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/324\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":339,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/324\/revisions\/339"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/media\/345"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=324"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=324"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=324"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}