Mahasiswa BINUS University Mengikuti Seminar Internasional tentang IT Governance di Era AI dan Automation – GLS Partner

Semarang, BINUS University – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan automation semakin menjadi bagian penting dalam dunia bisnis. Berbagai perusahaan mulai berinvestasi dalam teknologi seperti AI, Generative AI (GenAI), cloud services, cybersecurity, analytics, dan integrasi aplikasi untuk meningkatkan efisiensi, inovasi, serta daya saing organisasi. Namun, di balik perkembangan tersebut, organisasi juga menghadapi berbagai tantangan dalam memastikan bahwa penggunaan teknologi berjalan sesuai dengan tujuan bisnis.

Topik tersebut menjadi pembahasan dalam seminar internasional bertajuk “IT Governance in the Age of AI and Automation” yang menghadirkan Dr. Ruonan Sun, Senior Lecturer di Department of Human Centred Computing, Monash University. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Rabu, 3 Juni 2026, pukul 09.30–11.30 WIB, sebagai bagian dari pengalaman pembelajaran internasional bagi mahasiswa.

Salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini adalah Katarina Imelda Sekar Ayuningtyas, mahasiswa Program Studi Information Systems BINUS University. Melalui seminar ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai perkembangan AI, pemanfaatan Big Data, berbagai risiko penggunaan AI, serta pentingnya penerapan IT Governance dalam mengelola teknologi secara bertanggung jawab.

AI dan Big Data dalam Transformasi Bisnis

Dalam pembahasan mengenai perkembangan teknologi, AI dijelaskan sebagai teknologi yang memungkinkan komputer atau mesin meniru kemampuan manusia, seperti belajar, memahami informasi, memecahkan masalah, membuat keputusan, dan menjalankan pekerjaan secara otomatis.

Penerapan AI dapat ditemukan dalam berbagai bidang, mulai dari prediksi struktur protein dan sistem rekomendasi makanan hingga deteksi penipuan. AI juga dapat digunakan untuk menghasilkan berbagai bentuk konten, seperti teks, gambar, audio, video, dan kode.

Agar dapat bekerja dengan baik, AI membutuhkan data dalam jumlah besar atau Big Data. Data menjadi komponen penting bagi AI untuk menemukan pola, membuat prediksi, dan memberikan rekomendasi. Big Data memiliki tiga karakteristik utama, yaitu Volume, Velocity, dan Variety. Volume mengacu pada jumlah data yang sangat besar, Velocity berkaitan dengan kecepatan data diproses, sedangkan Variety menunjukkan beragamnya bentuk data, seperti teks, gambar, video, audio, log sistem, riwayat transaksi, dan umpan balik pelanggan.

Pemanfaatan data tersebut memungkinkan AI menghasilkan informasi dan rekomendasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna. Oleh karena itu, pengelolaan data menjadi salah satu aspek penting dalam penerapan AI di lingkungan bisnis.

Mengenal Jenis AI dan Penerapannya

Dalam penerapannya, AI memiliki beberapa jenis dengan fungsi yang berbeda. Generative AI digunakan untuk menghasilkan konten baru, seperti teks, gambar, video, atau kode. Sementara itu, Predictive AI digunakan untuk memprediksi perilaku atau hasil di masa depan. Adapun Explainable AI membantu manusia memahami alasan di balik keputusan yang dihasilkan oleh AI.

Salah satu contoh penerapan AI dapat dilihat pada aplikasi rekomendasi makanan. Ketika seseorang menggunakan aplikasi untuk mencari makanan, AI dapat menganalisis berbagai informasi, seperti lokasi, waktu, riwayat pesanan, kebiasaan makan, harga, jarak restoran, dan preferensi pengguna.

Berdasarkan data tersebut, AI dapat memprediksi pilihan makanan yang paling sesuai dan menampilkan rekomendasi yang lebih personal. Contoh ini menunjukkan bagaimana AI mampu mengolah data perilaku manusia menjadi rekomendasi yang relevan bagi setiap pengguna.

Meskipun demikian, kemampuan AI dalam menghasilkan rekomendasi dan keputusan perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai bagaimana sistem tersebut bekerja. Keputusan yang dihasilkan AI tidak seharusnya menjadi sesuatu yang sepenuhnya sulit dijelaskan kepada manusia.

Tantangan dan Risiko dalam Penerapan AI

Meskipun menawarkan berbagai manfaat, tidak semua perusahaan telah berhasil menerapkan AI secara matang. Banyak organisasi masih berada pada tahap eksperimen. Sebagian baru mulai mencoba teknologi AI, sebagian lainnya sedang membangun fondasi, dan ada pula organisasi yang telah memiliki strategi tetapi belum berhasil menjalankannya. Di sisi lain, beberapa organisasi sudah mampu menghasilkan nilai nyata dari penerapan AI.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan AI tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada strategi, kemampuan organisasi, dan tata kelola yang baik.

Selain tantangan dalam penerapannya, AI juga dapat menimbulkan berbagai risiko. Teknologi ini dapat disalahgunakan untuk membuat gambar palsu, video deepfake, berita palsu, hingga penipuan suara. AI juga berpotensi menghasilkan keputusan yang tidak transparan dan mengandung bias.

Bias dapat muncul karena AI dilatih menggunakan data manusia yang mungkin mengandung prasangka atau stereotip dalam masyarakat. Jika tidak diawasi dengan baik, AI dapat memperkuat diskriminasi dan merugikan kelompok tertentu.

Oleh karena itu, transparansi menjadi aspek penting dalam penerapan AI. Organisasi perlu memahami alasan di balik rekomendasi atau keputusan yang dihasilkan oleh AI, termasuk faktor yang memengaruhi keputusan tersebut. Dalam hal ini, Explainable AI berperan dalam meningkatkan kepercayaan, mengurangi risiko, dan memastikan bahwa keputusan AI dapat dipertanggungjawabkan.

Pentingnya IT Governance di Era AI dan Automation

Dalam menghadapi berbagai peluang dan risiko tersebut, IT Governance memiliki peran yang sangat penting. IT Governance merupakan cara organisasi mengatur, mengawasi, dan mengarahkan penggunaan teknologi agar sesuai dengan tujuan bisnis.

Di era AI dan automation, tata kelola dibutuhkan untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab atas keputusan AI, mengatur bagaimana data digunakan, mengendalikan risiko, serta mengevaluasi dampak teknologi terhadap pengguna dan masyarakat.

Selain IT Governance, organisasi juga perlu menerapkan digital responsibility. Konsep ini menekankan bahwa AI harus digunakan secara adil, aman, transparan, menjaga privasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tanggung jawab tersebut bukan hanya menjadi tugas tim teknologi, melainkan tanggung jawab seluruh organisasi.

AI juga perlu dipahami bukan sekadar sebagai teknologi, tetapi sebagai bagian dari sistem sosial dan bisnis yang memiliki dampak terhadap manusia. Oleh karena itu, penerapan AI harus mempertimbangkan tidak hanya manfaat teknologinya, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut memengaruhi cara manusia bekerja, mengambil keputusan, dan berinteraksi.

Jika melihat perkembangan teknologi sebelumnya, seperti mesin uap, listrik, komputer pribadi, dan internet, perubahan besar tidak terjadi hanya karena kecanggihan teknologi tersebut. Perubahan terjadi ketika manusia mampu memanfaatkannya untuk mengubah cara hidup dan bekerja. Hal yang sama berlaku bagi AI, yang dapat menimbulkan antusiasme, ketakutan, maupun keraguan, tetapi manfaat nyatanya akan muncul ketika teknologi digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.

Membangun Pemahaman tentang Penggunaan AI yang Bertanggung Jawab

Partisipasi mahasiswa dalam seminar internasional ini menjadi kesempatan untuk memahami lebih jauh hubungan antara perkembangan teknologi, strategi bisnis, dan tata kelola sistem informasi.

Pembahasan mengenai AI dan automation menunjukkan bahwa teknologi memiliki potensi untuk membantu organisasi menciptakan nilai, meningkatkan efisiensi, dan menghasilkan keputusan yang lebih baik. Namun, manfaat tersebut perlu didukung oleh tata kelola yang memadai agar berbagai risiko, seperti bias, penyalahgunaan teknologi, kurangnya transparansi, dan hilangnya kepercayaan, dapat dikendalikan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memperluas pemahaman mengenai pentingnya menyeimbangkan inovasi teknologi dengan tanggung jawab dalam penggunaannya. Pemahaman tersebut relevan bagi mahasiswa Information Systems yang akan menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan tata kelola dalam lingkungan organisasi.

Kesimpulan

Seminar “IT Governance in the Age of AI and Automation” menekankan bahwa AI itu sendiri bukanlah revolusi. Revolusi yang sebenarnya terletak pada bagaimana manusia memilih untuk menggunakan AI.

Dengan penerapan IT Governance yang baik, AI dan automation dapat menjadi sarana untuk menciptakan nilai, meningkatkan efisiensi, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Sebaliknya, tanpa tata kelola yang memadai, AI dapat menimbulkan risiko berupa bias, penyalahgunaan, kurangnya transparansi, dan hilangnya kepercayaan.

Oleh karena itu, masa depan AI sangat bergantung pada bagaimana manusia dan organisasi mengelola serta menggunakannya secara bijak, bertanggung jawab, dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Pemilik konten: Katarina Imelda Sekar Ayuningtyas
Editor: Nico Yonatan Wicaksana