BizTech Competition 2025: Reimagining Indonesia’s Travel Experience melalui Business Innovation dan Smart Technology
Program Studi Information Systems BINUS University @Semarang sukses menyelenggarakan BizTech Competition 2025, sebuah kompetisi inovasi yang mengusung tema “Business and Technology Competition Through Innovative and Smart Solution.” Kompetisi ini menjadi implementasi nyata Project-Based Learning, di mana mahasiswa ditantang untuk mengintegrasikan kemampuan analisis bisnis, teknologi informasi, desain pengalaman pengguna, serta inovasi digital dalam menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat. Rangkaian kompetisi berlangsung mulai 26 Mei hingga 14 Juni 2025, dimulai dari tahap registrasi, workshop, pengembangan proyek, babak semifinal, hingga puncaknya pada Grand Final yang diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan Open House BINUS University @Semarang yang diinisiasi oleh BINUS Marketing Semarang yang dilaksanakan di atrium lantai 1 kampus Semarang. Melalui kegiatan tersebut, para calon mahasiswa, orang tua, dan pengunjung Open House berkesempatan menyaksikan secara langsung berbagai inovasi digital hasil karya mahasiswa Program Studi Information Systems.

Pada penyelenggaraan tahun ini, seluruh peserta mengangkat studi kasus bertema “Mudik or Holiday Vibes in Indonesia”, yang berfokus pada pengembangan inovasi aplikasi transportasi untuk mendukung perjalanan mudik, liburan, maupun perjalanan jarak jauh. Mahasiswa ditantang untuk melakukan rebranding terhadap berbagai layanan transportasi di Indonesia, mulai dari kereta api, bus, pesawat, kapal laut, travel, hingga layanan rental kendaraan. Solusi yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada tampilan aplikasi, tetapi juga mampu menjawab berbagai tantangan seperti kemudahan membandingkan moda transportasi, pemesanan tiket, pengalaman pengguna, keamanan transaksi, transparansi informasi, serta integrasi layanan digital yang lebih baik bagi masyarakat.
Sebagai kompetisi berbasis Project-Based Learning, BizTech Competition 2025 memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mengembangkan solusi digital secara menyeluruh (end-to-end). Setiap tim memulai proyek dengan mengidentifikasi permasalahan berdasarkan kondisi nyata di lapangan, melakukan observasi terhadap kebutuhan pengguna, menyusun strategi bisnis, hingga menghasilkan prototype aplikasi yang mampu memberikan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan pada sektor transportasi Indonesia. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman yang menyerupai proses pengembangan produk digital di dunia industri.
Untuk memperkuat kompetensi peserta, Program Studi Information Systems menyelenggarakan serangkaian workshop sebagai bekal sebelum memasuki tahapan kompetisi. Workshop pertama mengangkat materi Design Thinking, yang membimbing mahasiswa memahami proses Understand & Observe, Define, Ideate, Prototype, hingga Test. Selain itu, peserta juga mempelajari penyusunan Persona dan Empathy Map sebagai dasar dalam memahami kebutuhan pengguna sehingga solusi yang dirancang benar-benar berpusat pada pengguna (user-centered).
Rangkaian workshop kemudian dilanjutkan dengan materi User Experience (UX) Design yang membahas prinsip-prinsip perancangan antarmuka aplikasi, 8 Golden Rules of Interface Design, Five Elements of User Experience, penyusunan wireframe, penggunaan warna, hingga layout design yang mendukung terciptanya aplikasi yang intuitif dan nyaman digunakan. Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan prototyping menggunakan Figma, mulai dari penyusunan design system, pemanfaatan Auto Layout, Smart Animate, hingga pembuatan interactive prototype yang mampu mensimulasikan pengalaman penggunaan aplikasi secara realistis. Rangkaian pembelajaran ini memberikan bekal yang komprehensif bagi mahasiswa untuk mengembangkan solusi digital yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan pengalaman pengguna yang optimal.
Setelah mengikuti seluruh workshop, setiap tim memasuki babak semifinal dengan mengembangkan proposal bisnis secara komprehensif. Proposal tersebut mencakup analisis permasalahan, penyusunan Business Model Canvas (BMC), strategi pemasaran menggunakan 10P Marketing Mix, penerapan Data Value Generator, perancangan fitur aplikasi, hingga pengembangan prototype menggunakan Figma. Pada tahap ini, mahasiswa tidak hanya diuji dari sisi kreativitas, tetapi juga kemampuan mengintegrasikan aspek bisnis dan teknologi ke dalam solusi yang realistis serta memberikan nilai tambah bagi pengguna.
Tim-tim terbaik kemudian melaju ke Grand Final BizTech Competition 2025 yang diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan Open House BINUS University @Semarang. Pada babak ini, setiap finalis mempresentasikan proposal bisnis, mendemonstrasikan prototype aplikasi, serta menjelaskan strategi implementasi solusi di hadapan dewan juri. Penyelenggaraan Grand Final di tengah rangkaian Open House memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa dan pengunjung untuk melihat secara langsung bagaimana mahasiswa Information Systems menerapkan ilmu yang dipelajari dalam menghasilkan solusi digital yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan industri.

Melalui BizTech Competition 2025, mahasiswa tidak hanya menghasilkan sebuah konsep aplikasi, tetapi juga mengintegrasikan berbagai kompetensi yang dipelajari selama perkuliahan, mulai dari Business Analysis, Design Thinking, User Experience (UX) Design, Digital Marketing, hingga Information Systems Development. Pendekatan multidisiplin ini mencerminkan karakter lulusan Program Studi Information Systems BINUS University @Semarang yang mampu menjembatani kebutuhan bisnis dengan pemanfaatan teknologi digital untuk menghasilkan solusi yang inovatif, implementatif, dan berorientasi pada pengguna.

Keberhasilan penyelenggaraan BizTech Competition 2025 tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam setiap tahapan kegiatan. Program Studi Information Systems BINUS University @Semarang menyampaikan apresiasi kepada Nico Yonatan atas dedikasinya sebagai Person in Charge (PIC), Event Project Manager (PM), sekaligus penyusun studi kasus kompetisi, yang mengoordinasikan keseluruhan rangkaian mulai dari perancangan konsep, pelaksanaan workshop, proses kompetisi, hingga Grand Final.
Apresiasi juga diberikan kepada Edi Purnomo Putra dan Nico Yonatan yang bertugas sebagai dewan juri, memberikan evaluasi dan masukan konstruktif terhadap setiap karya peserta berdasarkan aspek inovasi, implementasi solusi, strategi bisnis, desain pengalaman pengguna, serta pemanfaatan teknologi. Kontribusi tersebut menjadikan BizTech Competition 2025 tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata sesuai dengan kebutuhan industri digital.

Melalui BizTech Competition 2025, Program Studi Information Systems BINUS University @Semarang kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri melalui implementasi Project-Based Learning. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas mahasiswa, tetapi juga menjadi wadah untuk menghasilkan future digital innovators yang mampu mengintegrasikan Business Innovation, Design Thinking, User Experience Design, dan Smart Technology dalam menciptakan solusi digital yang inovatif, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata bagi transformasi digital di berbagai sektor industri.

Comments :