Dari Kawan Studi Menjadi Lawan di Kompetisi, Bersama Mengharumkan Nama BINUS Semarang di Tingkat Nasional – Glowmention 2025 by SCU (UNIKA)
Dari Kawan Studi Menjadi Lawan di Kompetisi, Bersama Mengharumkan Nama BINUS Semarang di Tingkat Nasional pada Glowmention 2025 di SCU (UNIKA) Semarang
Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi BINUS University Kampus Semarang kembali menunjukkan semangat kompetitif dan kolaboratif melalui partisipasi mereka dalam Glowmention 2025 Management Planning Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Katolik Soegijapranata. Menariknya, kompetisi ini tidak hanya mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, tetapi juga mempertemukan mahasiswa BINUS Semarang sebagai kompetitor. Tim YAWESLAH, Mabati, Bombardino Crocodilo, dan BLOCKA yang sehari-hari merupakan rekan belajar di dalam kelas harus saling berhadapan dalam kompetisi yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.


Perjalanan dimulai dari tahap Executive Summary, diimana peserta ditantang untuk merancang konsep destinasi wisata baru bagi Kota Semarang dengan mengangkat potensi budaya, heritage, kuliner, maupun tema lain yang berkelanjutan dan memiliki nilai jual tinggi. Dari total 28 tim peserta yang mengikuti tahap awal kompetisi, keempat tim BINUS Semarang berhasil lolos ke tahap berikutnya dan bersaing dengan tim-tim terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Memasuki tahap Semi Final, peserta diminta mengembangkan gagasan mereka menjadi sebuah paper dan proposal strategis yang lebih komprehensif. Berbagai aspek mulai dari analisis kondisi, strategi pengembangan, pemasaran, keberlanjutan, hingga visualisasi konsep wisata harus disusun secara sistematis. Konsistensi dan kualitas karya yang ditunjukkan mahasiswa Sistem Informasi BINUS Semarang kembali membuahkan hasil, dengan seluruh empat tim berhasil menembus jajaran 15 Grand Finalist Nasional.
Keempat tim yang mewakili BINUS Semarang pada kompetisi ini terdiri dari Tim YAWESLAH yang dibimbing oleh Pak Nico, Tim Mabati yang dibimbing oleh Pak Nico dan Pak Sugi, Tim Bombardino Crocodilo yang dibimbing oleh Pak Edi Purnomo, serta Tim BLOCKA yang dibimbing oleh Ibu Fathy Radhia dan Ibu Novita. Menariknya, meskipun berasal dari program studi yang sama dan membawa nama BINUS Semarang, setiap tim harus berjuang dengan ide, strategi, dan pendekatan yang berbeda untuk dapat bersaing di setiap tahapan kompetisi.

Di balik persaingan tersebut, terdapat cerita unik yang menunjukkan eratnya hubungan antar mahasiswa Sistem Informasi BINUS Semarang. Salah satu momen yang cukup berkesan terjadi ketika Tim BLOCKA dan Tim Mabati secara tidak sengaja bertemu di ruang kelas kampus karena pergantian jadwal sesi bimbingan yang telah dijanjikan sebelumnya bersama dosen pembimbing masing-masing. Pertemuan yang awalnya hanya sekadar saling menyapa tersebut kemudian berkembang menjadi diskusi ringan mengenai berbagai pendekatan analisis dan strategi pengembangan wisata yang sedang mereka kerjakan. Namun karena keduanya juga merupakan kompetitor dalam kompetisi yang sama, percakapan tersebut berlangsung dengan suasana yang unik. Berbagai ide umum dapat dibahas bersama, tetapi masing-masing tim tetap menjaga konsep inti, strategi utama, serta berbagai temuan yang dianggap sebagai “senjata rahasia” tim mereka.

Situasi tersebut menghadirkan suasana yang seru sekaligus menegangkan. Di satu sisi, mereka adalah teman seperkuliahan yang terbiasa belajar dan berdiskusi bersama. Namun di sisi lain, mereka juga harus bersaing untuk menghasilkan solusi terbaik dan mendapatkan posisi tertinggi dalam kompetisi. Tidak jarang muncul candaan ketika anggota tim saling mencoba menebak arah konsep yang sedang dikembangkan tim lain tanpa benar-benar mengetahui detail strateginya. Persaingan yang sehat inilah yang justru menciptakan motivasi tambahan bagi setiap tim untuk terus menyempurnakan ide dan memberikan performa terbaik selama kompetisi berlangsung.

Babak Grand Final menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi seluruh peserta. Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari di Kota Semarang dan menghadirkan pengalaman kompetisi yang berbeda dari biasanya. Pada hari pertama, seluruh grand finalis mengikuti kegiatan site visit ke Grand Maerakaca, destinasi wisata edukasi dan budaya yang menjadi studi kasus utama pada babak final. Melalui observasi langsung di lapangan, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami kondisi aktual destinasi, berinteraksi dengan pengelola, serta mengidentifikasi berbagai tantangan dan peluang yang dapat dikembangkan melalui solusi yang mereka rancang.

Pada hari kedua, suasana kompetisi semakin terasa ketika peserta mengikuti sesi pengundian nomor presentasi sebelum memasuki tahap penjurian. Sebanyak 15 tim terbaik dari seluruh Indonesia mempresentasikan strategi dan solusi mereka di hadapan dewan juri. Menariknya, seluruh proses penilaian dilakukan menggunakan sistem blind assessment, sehingga identitas peserta dan asal perguruan tinggi tidak diketahui oleh para juri. Dengan demikian, setiap tim dinilai secara objektif berdasarkan kualitas analisis, kreativitas solusi, strategi implementasi, serta kemampuan presentasi yang ditampilkan.

Setelah melalui serangkaian presentasi dan sesi tanya jawab yang intensif, seluruh finalis menantikan hasil kompetisi pada hari ketiga, yaitu sesi awarding. Acara penutupan dikemas secara unik dan penuh kejutan. Sebelum pengumuman pemenang, para peserta diajak menyaksikan sebuah short movie yang telah diperkenalkan secara bertahap sejak awal rangkaian kegiatan. Alur cerita yang dibangun selama tiga hari akhirnya mencapai penutupannya tepat pada sesi awarding, menciptakan suasana yang emosional sekaligus berkesan bagi seluruh peserta.
Ketegangan semakin terasa ketika lampu ruangan dipadamkan dan panitia memanggil perwakilan beberapa tim terbaik untuk maju ke atas panggung. Dalam suasana yang penuh antusiasme dan harapan, para finalis menunggu pengumuman hasil akhir kompetisi. Momen tersebut menjadi puncak perjalanan panjang yang telah dilalui sejak tahap penyisihan hingga grand final.

Tidak hanya diisi dengan pengumuman pemenang, acara penutupan juga menghadirkan berbagai penampilan hiburan yang semakin memeriahkan suasana. Seluruh panitia Glowmention 2025 menampilkan pertunjukan kolaboratif berupa tarian dan penampilan vokal yang mendapat apresiasi meriah dari peserta. Acara kemudian ditutup dengan penampilan guest star band performance yang berhasil menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan antara peserta, panitia, juri, dan seluruh pihak yang terlibat dalam kompetisi.

Partisipasi empat tim Sistem Informasi BINUS Semarang hingga babak Grand Final menjadi bukti bahwa mahasiswa BINUS Semarang memiliki kemampuan analitis, kreativitas, serta semangat kompetitif yang tinggi. Meskipun selama kompetisi mereka menjadi lawan yang saling bersaing, pada akhirnya mereka tetap membawa satu identitas yang sama sebagai mahasiswa BINUS Semarang. Dari kawan studi menjadi lawan di kompetisi, mereka bersama-sama menunjukkan kualitas mahasiswa Sistem Informasi BINUS Semarang sekaligus mengharumkan nama BINUS Semarang di tingkat nasional.
Secara khusus, selamat kepada Tim YAWESLAH yang terdiri dari Pramudya Andikaputra, Hubert Reynard Utomo, dan Vanessa Angelica Budiono atas pencapaiannya meraih Juara 3 Nasional pada Glowmention 2025 Management Planning Competition. Prestasi ini menjadi hasil dari kerja keras, dedikasi, semangat belajar, serta kemampuan berkolaborasi dalam menghadapi tantangan kompetisi tingkat nasional. Semoga pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, berani mengambil tantangan, dan membawa nama baik BINUS Semarang melalui berbagai kompetisi dan karya yang berdampak bagi masyarakat.

Editor: Nico Yonatan Wicaksana
Comments :