Tumbuh kembang anak merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh setiap orang tua. Pada masa usia dini, terutama usia 4–6 tahun, anak mengalami perkembangan yang sangat pesat baik secara fisik, motorik, sosial, maupun emosional. Namun, pada kenyataannya masih banyak orang tua yang mengalami kesulitan dalam memantau perkembangan anak secara rutin dan terstruktur. Pencatatan tumbuh kembang sering kali masih dilakukan secara manual sehingga data kesehatan anak mudah tercecer dan sulit dipantau dalam jangka panjang.

Selain itu, keterlambatan perkembangan anak sering terlambat disadari karena kurangnya pemantauan berkala. Orang tua biasanya baru mengetahui adanya gangguan perkembangan ketika anak sudah memasuki tahap yang lebih serius. Padahal, deteksi dini sangat penting agar anak dapat segera memperoleh penanganan yang tepat dari tenaga kesehatan maupun tenaga profesional lainnya.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi BINUS University Semarang mengembangkan sebuah ide inovasi digital bernama SIMBA (Sistem Informasi Monitoring Balita). Aplikasi ini dirancang sebagai solusi digital yang membantu orang tua dan tenaga kesehatan dalam memantau tumbuh kembang anak secara lebih efektif, praktis, dan berkelanjutan.

SIMBA hadir dengan konsep monitoring digital yang memungkinkan orang tua mencatat perkembangan anak secara terstruktur melalui smartphone. Data perkembangan seperti berat badan, pertumbuhan fisik, hingga perkembangan perilaku dapat disimpan secara digital dan divisualisasikan dalam bentuk grafik yang mudah dipahami. Dengan sistem ini, orang tua dapat melihat perkembangan anak dari waktu ke waktu tanpa harus khawatir kehilangan data penting.

Salah satu fitur utama yang menjadi keunggulan SIMBA adalah Early Warning System. Fitur ini berfungsi memberikan peringatan dini apabila terdeteksi adanya indikasi keterlambatan tumbuh kembang berdasarkan indikator usia anak. Dengan adanya sistem peringatan otomatis ini, orang tua dapat lebih cepat mengambil tindakan atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Tidak hanya itu, SIMBA juga menyediakan berbagai fitur pendukung lain seperti dashboard monitoring, timeline perkembangan anak, reminder jadwal kontrol kesehatan, laporan digital, serta edukasi nutrisi dan stimulasi sesuai usia anak. Aplikasi ini juga menghadirkan AI assistant bernama Tumbuh Bot yang membantu pengguna memperoleh informasi terkait tumbuh kembang anak secara lebih interaktif.

Melalui pendekatan teknologi digital, SIMBA tidak hanya menjadi aplikasi pencatatan kesehatan biasa, tetapi juga menjadi media edukasi dan pendamping bagi orang tua dalam memahami proses tumbuh kembang anak. Kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini perkembangan anak serta mendukung terciptanya generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.

Selain membantu keluarga, SIMBA juga mendukung tenaga kesehatan dalam mengelola data perkembangan anak secara lebih praktis dan terdokumentasi. Dengan sistem digital yang terintegrasi, proses monitoring kesehatan anak dapat dilakukan secara lebih efisien dan transparan.

Melalui inovasi ini, SIMBA Team berharap aplikasi ini dapat menjadi solusi nyata bagi permasalahan keterlambatan tumbuh kembang anak di Indonesia sekaligus mendukung pembangunan kesehatan nasional berbasis teknologi digital.

==_==

Penulis Proyek PKM:

  • Michelle Iskandar — 2902593163
  • Fresha Uma Aurora — 2902666291
  • Oden William H. — 2902681443
  • Samantha Jeanice —
  • Cailin Umai —

Lecturer: Nico Yonatan Wicaksana, S.Kom., M.Kom.