Dengan berkembangnya layanan digital seperti televisi kabel, internet, broadband, dan layanan streaming terus meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat akan akses informasi dan hiburan yang cepat serta stabil. Kondisi ini menuntut adanya infrastruktur jaringan yang efisien agar mampu menangani pertukaran data dalam jumlah besar tanpa menurunkan kualitas layanan yang diterima oleh pengguna.

Jaringan berbasis kabel (cable based access) menjadi salah satu teknologi internet yang paling banyak digunakan di lingkungan rumah tangga karena menawarkan koneksi yang stabil dan cepat. Teknologi ini banyak diadopsi oleh penyedia layanan karena mampu menjangkau area permukiman secara luas dengan kualitas jaringan yang konsisten

Salah satu keunggulan jaringan berbasis kabel adalah kemampuannya memanfaatkan satu media fisik, yaitu kabel koaksial, untuk mengalirkan berbagai jenis layanan secara bersamaan. Dengan penggunaan kabel yang sama, layanan seperti televisi, internet, dan data lainnya dapat disalurkan secara efisien tanpa memerlukan infrastruktur tambahan.

Supaya berbagai layanan seperti TV kabel dan internet bisa berjalan bersamaan tanpa saling mengganggu, digunakan konsep yang disebut Frequency Division Multiplexing (FDM). Cara kerjanya cukup sederhana, yaitu dengan cara membagi frekuensi pada kabel koaksial menjadi beberapa bagian, sehingga setiap layanan punya “jalur” frekuensinya sendiri dan bisa digunakan secara bersamaan dengan lancar.

B.    Relevansi Cable Network dan Shared Bandwidth dalam Kehidupan Digital Saat Ini

Perkembangan teknologi digital membuat aktivitas masyarakat semakin bergantung pada koneksi internet. Dalam satu rumah, beberapa perangkat sering digunakan secara bersamaan, seperti televisi untuk siaran digital, ponsel untuk media sosial, laptop untuk belajar atau bekerja, serta smart TV untuk layanan streaming. Situasi ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap jaringan yang mampu menangani banyak akses secara simultan menjadi hal yang sangat penting.

Salah satu infrastruktur yang banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah cable network yang memanfaatkan kabel koaksial. Melalui satu jalur kabel, penyedia layanan dapat menyalurkan siaran televisi sekaligus layanan internet. Sistem ini memungkinkan berbagai jenis data dikirim secara bersamaan tanpa saling mengganggu dengan memanfaatkan teknik Frequency Division Multiplexing (FDM). Setiap layanan ditempatkan pada rentang frekuensi yang berbeda, sehingga televisi, data unduhan, dan data unggahan dapat berjalan secara paralel dalam satu media transmisi.

Meskipun terlihat efisien, cable network memiliki karakteristik shared bandwidth, yaitu kapasitas jaringan yang digunakan bersama oleh banyak pengguna dalam satu area. Artinya, kecepatan yang diterima setiap rumah tidak bersifat tetap, melainkan dipengaruhi oleh jumlah pengguna aktif pada waktu tertentu. Ketika hanya sedikit perangkat yang terhubung, bandwidth terasa lebih besar dan koneksi menjadi cepat. Sebaliknya, saat banyak orang mengakses internet secara bersamaan, kapasitas harus dibagi sehingga performa jaringan dapat menurun.

Kondisi ini sangat relevan dengan pengalaman sehari-hari masyarakat modern. Penurunan kecepatan internet pada malam hari atau akhir pekan, ketika aktivitas streaming dan gim daring meningkat, merupakan contoh nyata dampak dari pembagian bandwidth tersebut. Fenomena ini bukan sekadar masalah teknis dari perangkat pengguna, tetapi merupakan konsekuensi langsung dari cara kerja infrastruktur jaringan kabel yang bersifat berbagi sumber daya.

Dengan memahami konsep cable network, FDM, dan shared bandwidth, pengguna dapat melihat bahwa performa internet dipengaruhi oleh pola penggunaan bersama dalam satu lingkungan. Pemahaman ini membantu masyarakat lebih menyadari bagaimana jaringan bekerja serta lebih realistis dalam menilai kualitas koneksi yang mereka gunakan di tengah tingginya aktivitas digital saat ini.

   II.         Pembahasan Utama

A.    Konsep Jaringan

 Jaringan berbasis kabel merupakan sistem akses yang menggunakan media fisik, seperti kabel koaksial dan serat optik, untuk menyalurkan layanan televisi dan internet kepada pengguna. Melalui jaringan ini, berbagai jenis data dapat dikirim secara bersamaan dalam satu jalur transmisi dengan memanfaatkan teknik Frequency Division Multiplexing (FDM), yaitu pembagian spektrum frekuensi ke beberapa kanal berbeda. Dengan cara ini, sinyal siaran televisi dan data internet dapat berjalan secara paralel tanpa saling mengganggu. Model jaringan ini banyak digunakan pada layanan TV kabel dan internet rumah, karena mampu menyediakan akses yang stabil dan efisien bagi banyak pengguna dalam satu area.

Teknologi Hybrid Fiber Coaxial (HFC) merupakan infrastruktur jaringan yang menggabungkan serat optik dan kabel koaksial untuk menyediakan berbagai layanan broadband, seperti siaran televisi, internet, telepon IP, dan Video-On-Demand (VOD) (Mubarok, 2018). Pada jaringan HFC, serat optik digunakan sebagai jalur utama untuk transmisi data berkecepatan tinggi, kemudian didistribusikan ke area pengguna melalui kabel koaksial. Infrastruktur ini termasuk jaringan berbagi (shared network), di mana satu kabel koaksial digunakan oleh banyak pengguna dalam satu area. Agar berbagai layanan tersebut dapat berjalan secara bersamaan tanpa saling mengganggu, jaringan HFC menerapkan konsep Frequency Division Multiplexing (FDM), yaitu membagi spektrum frekuensi ke beberapa kanal yang masing-masing digunakan untuk layanan yang berbeda.

Pada teknik Frequency Division Multiplexing (FDM), spektrum frekuensi pada suatu jalur komunikasi dibagi ke beberapa koneksi yang berjalan secara bersamaan. Setiap koneksi diberikan satu pita frekuensi khusus yang digunakan selama koneksi tersebut berlangsung. Dalam jaringan telepon, lebar pita frekuensi yang dialokasikan untuk setiap koneksi umumnya sebesar 4 kHz atau 4.000 hertz per detik, yang disebut sebagai bandwidth. Prinsip FDM juga diterapkan pada siaran radio FM, di mana rentang frekuensi antara 88 MHz hingga 108 MHz dibagi menjadi beberapa pita, dan setiap stasiun radio memperoleh alokasi frekuensi tertentu agar tidak saling mengganggu. (Kurose, 2021)

Pada sistem ini, setiap kanal frekuensi memiliki fungsi yang berbeda sesuai kebutuhannya. Kanal dengan frekuensi rendah biasanya digunakan untuk siaran televisi, sedangkan kanal frekuensi menengah dimanfaatkan untuk pengiriman data internet ke pengguna (downstream). Sementara itu, kanal dengan frekuensi yang lebih tinggi digunakan untuk pengiriman data dari pengguna ke jaringan (upstream). Dengan penerapan Frequency Division Multiplexing (FDM), layanan televisi dan internet dapat berjalan secara bersamaan tanpa saling mengganggu karena masing-masing menggunakan kanal frekuensi yang terpisah. Namun, bandwidth pada jaringan ini bersifat shared, artinya kapasitas yang tersedia dibagi oleh banyak pengguna dalam satu area, sehingga kinerja jaringan dapat menurun ketika jumlah pengguna aktif meningkat atau saat banyak pengguna mengakses layanan secara bersamaan.

Untuk memperjelas penerapan jaringan berbasis kabel dan Frequency Division Multiplexing (FDM) dalam kehidupan sehari-hari, beberapa contoh berikut dapat dijadikan ilustrasi:

  • Seseorang menonton film melalui Netflix di televisi, sementara layanan TV dan internet tetap berjalan bersamaan dalam satu jaringan kabel.
  • Pengguna laptop mengakses YouTube untuk menonton video secara online tanpa mengganggu layanan lain.
  • Di warung, radio menggunakan tuner untuk berpindah channel, menunjukkan pembagian frekuensi agar siaran tidak saling bertabrakan.
  • Dalam satu rumah terdapat beberapa televisi yang digunakan secara bersamaan dengan channel berbeda-beda.
  • Seorang streamer melakukan siaran langsung yang dapat ditonton oleh pengguna dari berbagai negara melalui jaringan internet.
  • Di lingkungan perumahan, banyak pengguna terhubung ke kabel yang sama dan melakukan live streaming secara bersamaan, sehingga kecepatan internet menurun akibat bandwidth yang digunakan secara bersama.

 III.         Penutup / Kesimpulan

Jaringan berbasis kabel (cable-based access) memungkinkan layanan TV dan internet berjalan bersamaan melalui satu kabel koaksial dengan bantuan Frequency Division Multiplexing (FDM). FDM membagi frekuensi menjadi kanal terpisah sehingga tiap layanan tidak saling mengganggu. Namun, karena bandwidth bersifat shared, kecepatan internet dapat menurun saat banyak pengguna aktif.

Pemahaman tentang konsep ini membantu pengguna memahami perilaku jaringan internet sehari-hari, terutama saat jam sibuk. Topik ini juga penting sebagai dasar pembelajaran bagi mahasiswa yang mempelajari jaringan komputer dan infrastruktur internet modern.

==_==

Penulis:

  • Matthew — 2902649316

  • Bellycia — 2902716150

  • Marvel — 2902610200

  • Nicholas — 2902598353

  • Khalifa — 2902701086

Uploader & Lecturer: Nico Yonatan Wicaksana, S.Kom., M.Kom.

Referensi

Kurose, J. F., & Ross, K. (2021). Computer Networking: A Top-Down Approach, Global Edition (8th ed.). Pearson International Content. https://binus.vitalsource.com/books/9781292405506

Mubarok, F. F., Damayanti, T. N., & Ruhimat, D. (2018). INTEGRASI SISTEM HEADEND HFC PADA JARINGAN FIBER TO THE HOME UNTUK LAYANAN TV BROADCAST ANALOG. Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal), 5(1), 671-681.