Perkembangan teknologi jaringan telah mengubah secara signifikan cara kita berinteraksi dan mendapatkan informasi. Internet, yang secara prinsip merupakan rangkaian dari berbagai jaringan, memungkinkan beragam jaringan yang berbeda baik yang menggunakan kabel maupun nirkabel untuk terhubung dan bertukar informasi secara internasional. Dalam kehidupan sehari-hari, biasanya akses internet diperoleh melalui jaringan akses, seperti WiFi di rumah, jaringan di kampus, atau jaringan seluler yang menggunakan teknologi 4G dan 5G.

Dalam dua puluh tahun terakhir, perkembangan jaringan nirkabel dan mobile mengalami lonjakan yang luar biasa. Kurose dan Ross (2021) menjelaskan bahwa jumlah pengguna ponsel di seluruh dunia melonjak dari sekitar 34 juta pada tahun 1993 menjadi lebih dari 8,3 miliar pada tahun 2019, bahkan melebihi angka populasi global. Fenomena ini menunjukkan bahwa koneksi tanpa kabel telah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat modern. Salah satu keunggulan besar dari jaringan seluler adalah kemampuannya untuk menyediakan komunikasi “di mana saja dan kapan saja” melalui perangkat yang ringan dan mudah dibawa.

Dengan adanya kemajuan ini, perangkat yang terhubung ke internet sudah tidak lagi terbatas pada ponsel. Kini, laptop, tablet, konsol game, sistem keamanan rumah, perangkat Internet of Things (IoT), bahkan kendaraan dan sistem pengaturan lalu lintas tergantung pada koneksi jaringan tanpa kabel. Hal ini menjadikan jaringan akses nirkabel sebagai salah satu elemen paling krusial dalam struktur internet saat ini.

Dari perspektif jaringan komputer, konektivitas nirkabel dan mobilitas menghadirkan tantangan yang unik berbeda dari jaringan kabel konvensional, terutama pada layer link dan layer network. Oleh karena itu, topik tentang jaringan nirkabel dan mobile mulai dipelajari secara mendetail dalam bidang ilmu jaringan komputer. Kurose dan Ross menekankan pentingnya untuk membedakan antara tantangan yang timbul akibat sifat nirkabel dari media transmisi dan yang diakibatkan oleh mobilitas pengguna, agar konsep-konsep jaringan dapat dipahami dengan lebih terstruktur.

Dalam praktiknya, setiap pengguna internet berfungsi sebagai host yang mengirim dan menerima data dalam bentuk paket. Paket-paket ini dikirim melalui jaringan akses menuju router, kemudian diteruskan melalui berbagai jaringan sampai sampai ke tujuan. Proses ini diatur oleh berbagai protokol jaringan yang terorganisasi dalam layer-layer, mulai dari physical layer hingga application layer. Mekanisme ini berjalan di belakang layar setiap kali pengguna melakukan aktivitas yang tampak sederhana, seperti membuka website, menonton video streaming, atau melakukan panggilan video.

Pengalaman pengguna saat mengakses internet juga sangat dipengaruhi oleh parameter kinerja jaringan seperti delay (latensi), bottleneck, dan mekanisme berbagi media dalam jaringan nirkabel. Misalnya, kualitas video yang menurun saat jaringan WiFi rumah digunakan oleh banyak perangkat secara bersamaan, atau adanya keterlambatan komunikasi saat berpindah dari satu base station ke base station lainnya di jaringan seluler. Salah satu teknologi jaringan akses yang paling umum saat ini adalah Jaringan Area Lokal Nirkabel (WLAN) yang berstandar IEEE 802. 11, atau yang lebih dikenal dengan istilah WiFi. Teknologi ini banyak dipakai di rumah, tempat kerja, lembaga pendidikan, kafe, bandara, serta area publik lainnya. Standar 802. 11 terus berkembang dari generasi awal hingga WiFi 4 (802. 11n), WiFi 5 (802. 11ac), dan WiFi 6 (802. 11ax), dengan peningkatan dalam hal kecepatan, efisiensi, dan kapasitas pengguna.

Walaupun menggunakan berbagai standar, teknologi WiFi masih menjunjung tinggi kompatibilitas ke belakang sambil menerapkan mekanisme akses media CSMA/CA untuk memastikan penggunaan saluran secara adil. Namun demikian, dalam kondisi nyata, kinerja jaringan WiFi sangat dipengaruhi oleh jarak, gangguan, jumlah pengguna, dan lingkungan fisik, sehingga kecepatan yang dirasakan oleh pengguna bisa berbeda-beda. Di sisi lain, jaringan seluler 4G dan 5G memberikan akses internet yang mendukung mobilitas yang tinggi, memungkinkan pengguna untuk tetap terhubung saat berpindah tempat. Teknologi ini memadukan layanan suara dan data berkecepatan tinggi, serta mendukung proses handover, yaitu perpindahan koneksi pengguna antara titik akses tanpa menghentikan komunikasi.

Berdasarkan topik yang telah kita angkat di atas, Internet telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat dari fungsinya sebagai penghubung berbagai jaringan komputer, baik jaringan lokal, akademik, bisnis, maupun jaringan lainnya di seluruh dunia. Karena kemampuannya menghubungkan banyak jaringan yang berbeda, internet sering disebut sebagai network of networks. Istilah network sendiri berarti “jaringan”. Dalam konteks ini, internet memungkinkan satu jaringan terhubung dengan jaringan lain, sehingga pengguna dapat mengakses berbagai layanan seperti media sosial, Learning Management System (LMS), layanan cloud, dan berbagai aplikasi berbasis internet lainnya.

Keberhasilan fungsi internet tidak terlepas dari peran tiga elemen utama, yaitu host, router, dan access network. Host adalah perangkat akhir (end system) yang digunakan pengguna, seperti ponsel, laptop, atau PC, yang berfungsi untuk mengirim dan menerima data melalui internet. Aplikasi yang berjalan di perangkat tersebut (misalnya browser atau aplikasi media sosial) juga termasuk bagian dari sistem host. Router berfungsi sebagai perangkat perantara yang mengarahkan paket data dari satu jaringan ke jaringan lain. Router memungkinkan komunikasi antarjaringan, misalnya menghubungkan Local Area Network (LAN) dengan Wide Area Network (WAN).

Router
https://share.google/pbCnQCpMvgQK9yc47

Access network adalah jaringan penghubung antara host dengan jaringan internet yang lebih luas. Access network inilah yang menyediakan jalur awal bagi data untuk masuk ke jaringan internet, seperti melalui Wi-Fi, jaringan seluler, atau kabel fiber optik.

Hubungan antara Internet Service Provider (ISP) dan arsitektur internet global juga sangat penting. ISP berperan sebagai penyedia jalur komunikasi yang menghubungkan host milik pengguna atau perusahaan ke infrastruktur inti internet (internet backbone). Infrastruktur ini mencakup kabel serat optik bawah laut, jaringan fiber optik darat, dan satelit, yang memungkinkan pertukaran data antarnegara dan antarbenua. Sebagaimana dijelaskan oleh Kurose dan Ross dalam buku Computer Networking: A Top-Down Approach, “The Internet is a network of networks that connects millions of computing devices throughout the world.” Kutipan ini menegaskan bahwa internet bukanlah satu jaringan tunggal, melainkan kumpulan besar dari berbagai jaringan yang saling terhubung dan bekerja sama.

Kesimpulan
Internet merupakan network of networks yang menghubungkan berbagai jenis jaringan komputer di seluruh dunia, baik melalui jaringan kabel maupun nirkabel. Dalam kehidupan sehari-hari, akses internet umumnya diperoleh melalui access network seperti WiFi, jaringan kampus, dan jaringan seluler 4G/5G. Kinerja internet didukung oleh tiga elemen utama, yaitu host sebagai perangkat akhir pengguna, router yang mengarahkan paket data antarjaringan, serta access network yang menjadi penghubung awal menuju internet. Selain itu, Internet Service Provider (ISP) memiliki peran penting dalam menghubungkan pengguna dengan infrastruktur inti internet yang berskala global. Perkembangan jaringan nirkabel dan mobile juga telah meningkatkan mobilitas serta fleksibilitas konektivitas, sehingga internet dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Teknologi seperti WiFi (IEEE 802.11) dan jaringan seluler 4G/5G menjadi tulang punggung konektivitas modern, meskipun masih memiliki keterbatasan terkait kinerja jaringan. Kualitas pengalaman pengguna juga dipengaruhi oleh parameter jaringan seperti delay, bottleneck, serta mekanisme berbagi media. Oleh karena itu, pemahaman mengenai konsep jaringan komputer dan protokol berlapis menjadi sangat penting untuk menjelaskan bagaimana data dapat dikirim dan diterima secara efisien melalui internet.

Saran / Rekomendasi

Internet merupakan network of networks yang menghubungkan berbagai jaringan komputer secara global melalui media kabel dan nirkabel. Kinerja internet didukung oleh tiga komponen utama, yaitu host sebagai perangkat akhir pengguna, router sebagai pengarah paket data antarjaringan, dan access network sebagai penghubung awal ke infrastruktur internet, dengan peran penting ISP sebagai penyedia konektivitas global.
Perkembangan jaringan nirkabel dan mobile, seperti WiFi serta jaringan seluler 4G dan 5G, telah meningkatkan mobilitas dan memperluas jumlah perangkat yang terhubung ke internet. Namun, dari perspektif jaringan komputer, teknologi ini menghadirkan tantangan pada layer link dan network, terutama terkait interferensi, pembagian media, mobilitas pengguna, serta parameter kinerja jaringan seperti delay dan bottleneck yang memengaruhi kualitas layanan dan pengalaman pengguna.

==_==

Penulis:

Mary Grace Monintja – 2902732980
Karen Febriyana Haryono Putri – 2902706xxx,
Nadya 2902715394,
Matthew Emmanuelle Saputra –
2902702302

Uploader & Lecturer: Nico Yonatan Wicaksana, S.Kom., M.Kom.

Referensi:

Kurose, J. F., & Ross, K. W. (2021). Computer networking: A top-down approach. Pearson.

Serba-Serbi Router: Pengertian, Fungsi, Dan Cara Kerjanya. Telkomsel. (2025, January 14).https://www.telkomsel.com/jelajah/jelajah-lifestyle/serba-serbi-router-pengertian-fungsi-dan-cara-kerjanya#:~:text=diterima%20tetap%20aman.-,Apa%20Perbedaan%20Router%20dan%20WiFi?,berfungsi%20dengan%20koneksi%20kabel%20Ethernet