Dinamika Budaya Kerja Toxic: Dampak dan Solusi dalam Lingkungan Organisasi yang sengaja atau tidak sengaja menerapkan Budaya Mercenary
Budaya organisasi memainkan peran penting dalam menentukan bagaimana sebuah perusahaan beroperasi dan bagaimana karyawan di dalamnya berinteraksi. Salah satu bentuk budaya kerja yang sering ditemukan adalah Budaya Mercenary, yaitu budaya yang sangat berorientasi pada target dengan penilaian individu yang hanya didasarkan pada hasil akhir.
Dampak Budaya Mercenary dalam Lingkungan Kerja
Dari hasil observasi, seorang karyawan mengalami tekanan berat akibat budaya ini. Dalam sistem yang menekankan pencapaian tanpa mempertimbangkan kesejahteraan individu, karyawan cenderung hanya dihargai berdasarkan produktivitas mereka, bukan proses kerja atau dedikasi yang diberikan. Hal ini menciptakan lingkungan yang penuh tekanan, meningkatkan risiko burnout, serta memicu tingkat pergantian karyawan (turnover) yang tinggi.
Selain itu, budaya kerja yang hanya fokus pada hasil sering kali menghambat kerja sama tim. Alih-alih berkolaborasi, karyawan lebih terdorong untuk bersaing, yang dapat memicu komunikasi yang buruk dan menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat. Akibatnya, inovasi dan pertumbuhan organisasi dalam jangka panjang bisa terhambat.
Analisis Permasalahan dengan 5W 1H
-
What?
Budaya kerja yang terlalu menekankan pencapaian target secara ketat, di mana individu dinilai hanya berdasarkan hasil kerja mereka. -
Who?
Karyawan, rekan kerja, serta atasan yang menerapkan sistem ini tanpa memperhatikan kesejahteraan tim. -
Where?
Terjadi dalam perusahaan yang sangat kompetitif, khususnya di industri seperti penjualan (sales) dan keuangan. -
When?
Budaya ini sering muncul ketika perusahaan menargetkan pertumbuhan agresif dalam waktu singkat atau telah lama menerapkannya sebagai norma kerja. -
Why?
Fokus utama perusahaan yang lebih mengutamakan hasil ketimbang kesejahteraan karyawan, serta kurangnya kebijakan pendukung seperti keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi (work-life balance). -
How?
Permasalahan ini dapat diatasi dengan meningkatkan kesadaran pimpinan tentang pentingnya kesejahteraan karyawan, menerapkan kebijakan yang lebih manusiawi, serta memberikan penghargaan atas proses kerja, bukan hanya hasil akhir.
Strategi Menghadapi Tantangan: Pendekatan STAR
Situation:
Dalam sebuah perusahaan yang menerapkan budaya kerja mercenary, seorang karyawan mengalami tekanan berat dari atasan karena setiap tugasnya hanya dinilai berdasarkan hasil akhir. Proses kerja, tantangan yang dihadapi, serta kesejahteraan emosionalnya diabaikan. Tekanan yang terus-menerus ini membuatnya merasa stres, kehilangan motivasi, dan bahkan mempertimbangkan untuk mengundurkan diri.
Task:
Rekan-rekan kerja yang menyadari kondisi tersebut mulai memahami bahwa masalah ini bukan hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada lingkungan kerja secara keseluruhan. Mereka menyadari bahwa perusahaan harus mulai membangun budaya yang lebih manusiawi agar karyawan dapat bekerja dengan lebih sehat dan produktif.
Action:
Salah satu rekan kerja yang peduli berusaha memberikan dukungan emosional kepada karyawan yang mengalami tekanan tersebut. Ia mendengarkan keluhan rekan tersebut dengan empati, memberikan motivasi, serta menyarankan agar ia berbicara langsung dengan atasan untuk mencari solusi. Selain itu, beberapa karyawan lain juga mulai menyuarakan pentingnya kesejahteraan kerja dalam diskusi internal tim.
Result:
Setelah diskusi dengan pimpinan, terjadi perubahan positif dalam lingkungan kerja. Manajemen mulai lebih terbuka dalam membahas kesejahteraan karyawan, dan departemen HR mulai mengevaluasi kebijakan kerja agar lebih fleksibel dan mendukung keseimbangan antara target dan kesejahteraan tim. Meskipun perubahan ini tidak langsung mengubah seluruh budaya perusahaan, langkah awal ini memberikan harapan bahwa lingkungan kerja yang lebih sehat dapat dibangun melalui komunikasi dan kepedulian antar karyawan.
Kesimpulan
Budaya kerja yang terlalu berorientasi pada target tanpa mempertimbangkan kesejahteraan karyawan dapat menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat. Oleh karena itu, perusahaan perlu menyeimbangkan antara pencapaian target dan perhatian terhadap kesejahteraan individu. Dengan komunikasi yang baik, kebijakan yang lebih fleksibel, dan kepemimpinan yang empatik, organisasi dapat menciptakan budaya kerja yang lebih produktif dan berkelanjutan.
==_==
Penulis: Eunike Sutanto – 2702299352
Lecturer: Nico Yonatan Wicaksana, S.Kom., M.Kom.
Comments :