{"id":1273,"date":"2025-12-10T15:50:40","date_gmt":"2025-12-10T08:50:40","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/dkv\/?p=1273"},"modified":"2025-12-10T17:06:19","modified_gmt":"2025-12-10T10:06:19","slug":"namecard-cat-in-a-box-personalisasi-yang-playful-dan-fungsional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/dkv\/2025\/12\/10\/namecard-cat-in-a-box-personalisasi-yang-playful-dan-fungsional\/","title":{"rendered":"Namecard: \u201cCat in a Box\u201d \u2014 Personalisasi yang Playful dan Fungsional"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1274\" src=\"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/dkv\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/12\/Screenshot-2025-12-10-154719.jpg\" alt=\"\" width=\"743\" height=\"722\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/dkv\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/12\/Screenshot-2025-12-10-154719.jpg 743w, https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/dkv\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/12\/Screenshot-2025-12-10-154719-300x292.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/dkv\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/12\/Screenshot-2025-12-10-154719-480x466.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 743px) 100vw, 743px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 10pt\">Pada desain kartu nama ini, menggabungkan unsur humor, keceriaan, dan storytelling dengan format yang tidak biasa. <strong>Kartu nama ini terdiri dari tiga layer dan dua komponen utama<\/strong>, yaitu:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-size: 10pt\"><strong> Pocket dalam bentuk kotak buah<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 10pt\">Bagian luar kartu dirancang menyerupai <strong>kotak buah kecil<\/strong>, terinspirasi dari aesthetic kemasan hasil panen yang sering terlihat di pasar tradisional maupun toko buah modern. Elemen ini menciptakan kesan segar, hangat, dan natural\u2014sekaligus memberikan ruang fisik sebagai \u201ckantong\u201d penyimpanan kartu.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"2\">\n<li><span style=\"font-size: 10pt\"><strong> Karakter kucing yang duduk di dalam kotak<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 10pt\">Di dalam pocket tersebut terdapat ilustrasi <strong>seekor kucing menggemaskan yang \u2018duduk\u2019 di dalam kotak<\/strong>\u2014menciptakan kesan interaktif dan memancing rasa penasaran. Pada sisi depan ilustrasi kucing, terdapat <strong>nama dan profesi<\/strong>, sementara <strong>informasi kontak ditempatkan di bagian belakang<\/strong>, yang hanya terlihat ketika kartu dikeluarkan.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"3\">\n<li><span style=\"font-size: 10pt\"><strong> Konsep interaksi yang sengaja dibuat<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 10pt\">Ketika kartu disimpan, semua teks berada di area bawah sehingga <strong>tidak terlihat dari luar<\/strong>\u2014menjadikannya semacam \u201cpenemuan tersembunyi\u201d. Orang harus mengeluarkan kucing dari kotak untuk membaca informasi lengkapnya, menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dan mudah diingat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 10pt\">Pendekatan ini bukan hanya estetis, tetapi juga fungsional: <strong>kartu nama menjadi objek kecil yang ingin disimpan<\/strong>, bukan sekadar kertas biasa yang mudah dilupakan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada desain kartu nama ini, menggabungkan unsur humor, keceriaan, dan storytelling dengan format yang tidak biasa. Kartu nama ini terdiri dari tiga layer dan dua komponen utama, yaitu: Pocket dalam bentuk kotak buah Bagian luar kartu dirancang menyerupai kotak buah kecil, terinspirasi dari aesthetic kemasan hasil panen yang sering terlihat di pasar tradisional maupun toko [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":1274,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,2],"tags":[],"class_list":["post-1273","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1273","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1273"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1273\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1275,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1273\/revisions\/1275"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1274"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1273"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1273"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/semarang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1273"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}