Kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah kembali diwujudkan melalui proyek nyata yang melibatkan mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) BINUS University Semarang. Pada Semester Genap 2025/2026, mahasiswa Semester 4 yang menempuh mata kuliah Ideation and Visualization for Immersion Design mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan desain booth inovatif bagi BRIDA (Badan Riset dan Inovasi Daerah) Kota Semarang yang akan ditampilkan pada Jateng Fair 2026 di kawasan PRPP Jawa Tengah sepanjang bulan Juli 2026.

Proyek ini menjadi implementasi pembelajaran berbasis industri (industry-based learning), di mana mahasiswa tidak hanya ditantang menghasilkan konsep visual, tetapi juga terlibat dalam proses desain yang mempertimbangkan kebutuhan klien, pengalaman pengunjung, hingga aspek produksi dan implementasi di lapangan.

Dari Ruang Kelas Menuju Panggung Pameran

Melalui mata kuliah Ideation and Visualization for Immersion Design, mahasiswa diajak memahami bagaimana desain tidak lagi berhenti pada media dua dimensi, melainkan berkembang menjadi pengalaman ruang (immersive spatial experience). Dalam proyek ini, BRIDA Kota Semarang hadir sebagai mitra yang memberikan tantangan nyata kepada mahasiswa untuk merancang booth yang mampu merepresentasikan inovasi daerah sekaligus menarik perhatian ribuan pengunjung Jateng Fair.

MOODBOARD CONCEPT

Mengusung tema “Innovation for Transformation”, mahasiswa mengembangkan konsep booth sebagai sebuah ruang pamer futuristik yang menggabungkan identitas budaya Kota Semarang dengan pendekatan visual dan teknologi masa depan. Booth dirancang bukan sekadar sebagai tempat memamerkan produk, melainkan sebagai media komunikasi yang mampu membangun pengalaman eksploratif bagi pengunjung.

Immersive Experience sebagai Pendekatan Desain

Berbeda dengan booth pameran konvensional, desain yang dikembangkan mahasiswa berfokus pada pengalaman pengunjung (visitor experience). Sasaran utama booth adalah ekosistem pendidikan, mulai dari siswa sekolah dasar hingga mahasiswa dan tenaga pendidik, yang diharapkan dapat mengenal lebih dekat berbagai inovasi hasil riset Kota Semarang. Booth dirancang agar mampu menghadirkan pengalaman yang edukatif, interaktif, sekaligus menarik secara visual sehingga mendorong rasa ingin tahu terhadap inovasi daerah.

3D CONCEPT

Konsep visual mengadopsi gaya minimalis futuristik dengan dominasi warna putih, bentuk lengkung organik, serta integrasi elemen budaya lokal Kota Semarang secara subtil. Pendekatan tersebut memungkinkan identitas daerah tetap terasa kuat tanpa mengurangi kesan modern yang ingin dibangun. Selain itu, pengalaman imersif diperkuat melalui pemanfaatan motion graphic, projection mapping, serta media digital yang mendukung penyampaian informasi produk inovasi secara lebih menarik.

Belajar Mengelola Proyek Desain Secara Profesional

Nilai utama dari proyek ini tidak hanya terletak pada hasil visual, tetapi juga pada proses kolaboratif yang menyerupai alur kerja di industri kreatif. Mahasiswa membentuk struktur tim profesional yang terdiri atas berbagai peran, seperti Project Manager, Creative Lead, Spatial Designer, Motion Graphic Artist, Projection Mapping Specialist, Technical Lead, hingga Production Coordinator. Pembagian peran tersebut memberikan pengalaman nyata mengenai pentingnya komunikasi lintas disiplin dalam menyelesaikan sebuah proyek desain berskala besar.

Selama kurang lebih dua bulan, mahasiswa menjalani tahapan proyek yang meliputi proses ideasi desain booth, diskusi dengan vendor, pengembangan identitas visual BRIDA, perancangan projection mapping, produksi media pendukung, dokumentasi produk inovasi, hingga finalisasi pembangunan booth yang siap dipresentasikan pada Jateng Fair 2026.

Berikut nama-nama mahasiswa yang terlibat dalam proyek ini; Project Manager – Anandryo Raziel Akhtar Rahmadi , Co-Project & Creative Lead – Vincent Jose Alviano , Layout & Spatial Designer – Dalia Fitri , Key Visual Illustrator – Charissa Laurelia Nadine , Visual Development Designer – Vanessa Edita Trijanto , Motion Graphic Artist – I Putu Angga Dika Pratama , Projection Mapping Specialist – Kevin Agathon Yulianto , Technical Lead – Nicholas Listianto , Production & Vendor Coordination – Nathania Julianti Susanto, Project Administrator – Celine Izabel Saputra Sutikno

Menghubungkan Desain, Teknologi, dan Identitas Daerah

Proyek ini menunjukkan bagaimana desain komunikasi visual dapat berperan sebagai jembatan antara inovasi teknologi, identitas budaya, dan komunikasi publik. Booth yang dirancang tidak berupaya menjadi pusat perhatian utama, melainkan menjadi ruang yang mampu mengangkat nilai dari setiap produk inovasi yang dipamerkan. Pendekatan ini sejalan dengan tujuan proyek, yaitu menciptakan booth futuristik yang menarik perhatian tanpa mengalahkan esensi inovasi yang ditampilkan.

Selain menghasilkan desain yang aplikatif, mahasiswa juga memperoleh pengalaman dalam memahami kebutuhan klien, mengelola proses produksi, menyusun strategi komunikasi visual, hingga beradaptasi dengan berbagai tantangan implementasi di lapangan.

Wujud Komitmen DKV BINUS Semarang terhadap Pembelajaran Berbasis Industri

Kolaborasi antara DKV BINUS Semarang dan BRIDA Kota Semarang menjadi contoh implementasi pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik profesional. Melalui proyek ini, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan desain spasial dan visualisasi imersif, tetapi juga memperkuat kompetensi dalam berpikir strategis, bekerja secara kolaboratif, serta menyelesaikan permasalahan desain berbasis kebutuhan nyata masyarakat.

Keberhasilan proyek ini menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di DKV BINUS Semarang terus diarahkan pada pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan industri kreatif, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan inovasi daerah. Sebagaimana disampaikan dalam laporan akhir proyek, kolaborasi ini berhasil menghasilkan booth yang kokoh, fungsional, sesuai dengan konsep yang diharapkan BRIDA Kota Semarang, serta memperkuat kemampuan kerja sama tim sebagai bekal menghadapi proyek-proyek profesional berikutnya.