Isu keberlanjutan mendorong inovasi besar dalam teknologi printing. Penggunaan tinta berbasis air, material daur ulang, serta mesin hemat energi menjadi fokus utama industri saat ini.

Teknologi printing ramah lingkungan tidak hanya mengurangi dampak ekologis, tetapi juga memengaruhi estetika visual. Tekstur alami dan warna yang lebih lembut justru menjadi nilai visual baru.

Desainer komunikasi visual kini dituntut untuk mempertimbangkan dampak lingkungan sejak tahap perancangan. Printing menjadi bagian dari tanggung jawab etis profesi desain.

Mahasiswa DKV perlu memahami bahwa teknologi printing masa kini tidak terlepas dari isu sosial dan lingkungan.